LEBAK – Perlintasan kereta api yang tidak resmi secara bertahap akan ditutup oleh PT. KAI untuk memberikan kelancaran pada perjalanan kereta api.
Dijelaskan Humas PT.KAI Daerah Operasi 1 Jakarta Edy Kuswoyo, bahwa PT. KAI ditahun 2017 sudah menutup 13 perlintasan kereta api yang tidak resmi dan di tahun 2018 sudah 30 perlintasan tidak resmi yang ditutup.
“Secara bertahap perlintasan kereta api yang memiliki status tidak resmi akan kita tutup. Kita akan bekerjasama dengan Dirjendka, Pemda, Dishub dan Kepolisian setempat untuk melakukan penutupan tersebut,” kata Edy dihubungi Radar Banten Online, Rabu (21/3).
Edy menambahkan, kalau untuk pelintasan kereta api yang berada di Desa Nyomplong, Desa Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak itu merupakan perlintasan tidak resmi, jikalau masyarakat masih menggunakan jalan tersebut, maka masyarakat setempat harus menyurati dengan menyampaikan ke pemerintah daerah atau melalui dinas terkait untuk menyampaikannya kepada PT. KAI yang nantinya akan dirapatkan agar perlintasan tersebut menjadi perlintasan resmi. Sehingga perlintasan tersebut bisa dibangun agar ada palang pintunya.
“Perlintasan tersebut itu kan tidak resmi, kalau perlintasan tersebut ingin digunakan untuk aktivitas warga, artinya masyarakat setempat harus membuat surat terkait pengadaan palang pintu, sehingga nantinya status perlintasan tersebut menjadi resmi dan hal itu juga dapat meminimalisir kecelakaan di wilayah tersebut,” katanya.
Mengingat kecelakaan yang terjadi tadi pagi jam 09.15 di perlintasan kereta api yang berada di Desa Nyomplong, Desa Cibadak, Kecamatan Cibadak di Km 82+100 antara petak jalur Rangkasbitung ke Jambu Baru, Edy mengimbau agar masyarakat mematuhi rambu-rambu perlintasan kereta api, tengok kanan-kiri saat mau melintas, jangan menerobos palang pintu perlintasan yang sudah ditutup dan gunakan lajur jalan sesuai arahnya.
“Demi keselamatan itu semua harus dilakukan, kalau menggunakan roda empat, agar lebih fokus dan konsentrasi sebaiknya matikan audio atau video, buka kacar agar terdengar suara suling lokomotif dan hindari penggunaan ponsel atau headset saat berkendara, apalagi saat melintas di perlintasan kereta api,” tutupnya. (Omat/twokhe@gmail.com).










