slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Bulog Desa Bikin Bangga

Aas Arbi by Aas Arbi
29-03-2018 23:38:33
in Catatan Dahlan Iskan
Bulog Desa Bikin Bangga

Dahlan Iskan berbincang dengan kerabatnya di Takeran, Senin, kemarin. (Dokumen pribadi)

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Senin kemarin saya tengok kampung: di Magetan. Tepatnya ke Desa Tegalarum. Masih 16 kilometer dari kota Magetan.

Tiba-tiba saya ingin ke makam ibu. Di desa tetangga yang sudah masuk wilayah kabupaten Madiun.

Baca Juga :

Sayap Ekonom

Copot Kursi

Penasihat Komisaris

Hakka

Rumput liar menguasai makam itu. Sampai bisa untuk alas duduk saat tahlil di dekat pusara.

Meski rumah di tempat kelahiran sudah tidak ada, tapi masih banyak keluarga di desa itu. Kami pun ngobrol tentang masa lalu. Terutama tentang ibu saya. Yang meninggal saat saya berumur 11 atau 12 tahun.

Tiba-tiba pula saya ingin ini: apakah mungkin masih ada orang yang menyimpan batik karya ibu saya. Maka orang-orang tua di desa kami sibuk mengingat-ingat: siapa yang dulu pernah meminta ibu untuk membikinkan batiknya.

Kesimpulannya: mereka minta waktu. Akan bertanya ke tetangga yang lebih jauh.

Kami sendiri tidak menyimpan batik bikinan ibu. Tidak mungkin.

Ibu hanyalah orang yang baru membatik kalau ada orang yang order. Itu pun yang memesan itu harus membawa kain putih sendiri. Umumnya kain mori.

Ibu juga tidak mampu beli malam, bahan yang kalau dipanaskan mencair, bahan utama batik. Ibu selalu minta sebagian upah dibayar di depan. Untuk beli malam. Dan soga; pewarna utama batik.

Ibu tidak pernah kekurangan order. Sepanjang hari duduk di pembantikan. Saya, yang masih kecil, sering bermain di antara kain yang sedang dibatik.

Kadang, dari balik kain, jari saya mengikuti garis yang baru dilewati canting berisi malam cair. Ibu pernah bilang, sering juga menyusui saya sambil terus membatik.

Semua yang pernah memesan batik pada ibu sudah meninggal. Kami harus menelusuri lewat keturunan mereka.

Terakhir ibu membatik kira-kira tahun 1962. Sebelum sakit. Perutnya membesar. Berisi air. Tetangga bilang ibu saya kena santet. Dibawa ke dukun. Opname di rumah dukun. Akhirnya meninggal.

Saya belum mengerti apa-apa.

Ternyata, seandainya pengetahuan saya saat itu seperti sekarang sakitnya ibu itu sepele sekali. Apalagi biayanya. Dokter Puskesmas pun bisa mengatasi.

Mengapa ibu tidak punya warisan batik karyanya sendiri? Biar pun selembar? Ibu tiap hari memang mengenakan batik. Tanpa celana dalam.

Begitulah di kampung saat itu. Tidak ada wanita beli celana dalam.

Tapi batik yang dipakai ibu selalu batik rombeng. Yang dibeli dari pasar loak.

Jangan dianggap ongkos membatik itu cukup untuk hidup. Selalu saja ketika batiknya belum selesai ongkosnya sudah habis.

Dahlan Iskan bersama Irwansyah (berbaju putih) di sela-sela ngobrol dengan warga di Takeran, Magetan, Senin kemarin. (Dokumen pribadi)

Saya, sebagai anak kecil, juga selalu pakai sarung batik. Untuk ke masjid. Tapi juga selalu batik rombeng. Pernah saya sangat gembira mendapat sarung batik baru. Katanya, batik Lasem.

Tapi begitu dicuci bolong-bolong. Rupanya itu batik rombeng yang dibatik ulang. Tentu setelah bolong-bolongnya dilem. Maka gagallah pakai sarung baru pada Lebaran hari itu.

Pulang kampung kali ini saya juga ketemu banyak petani. Tentu mereka berkeluh kesah. Tapi saya hanya mendengarkan. Tidak bisa menjanjikan perbaikan apa-apa.

Yang hebat adalah ini: ada di antara penduduk desa di Kecamatan Untoronadi yang bisa ikut mengatasi salah satu kesulitan petani itu. Saya dengarkan ceritanya dengan detil.

Saya anggap dia itu telah mau memerankan diri menjadi Bulog di desanya. Sekaligus menjadi bank tani yang diimpikan itu. Bahkan sekaligus menjadi dewa.

Namanya Irwansyah. Umurnya 53 tahun.

Cara yang dia tempuh: saat panen tiba, dia bersedia membeli gabah petani yang harganya lagi anjlok. Tapi tidak beli putus. Masih ada hak petani di gabah yang dibelinya itu.

Saat harga gabah sudah naik lagi, Irwansyah baru menjualnya.

Hasil jualan itu diperhitungkan begini: dipotong dulu uang sudah pernah diterima, dipotong pula biaya pengeringan. Kelebihannya dikembalikan ke petani.

Luar biasa.

Bulognya negara saja tidak bisa melakukan itu. Praktik yang dilakukan Irwansyah itulah yang oleh dunia modern disebut konsep resi gudang.

Konsepnya hebat. Tapi tidak ada yang menjalankannya. Irwansyah, orang Desa Untoronadi itu, telah mengalahkan Bulog.

“Tapi saya hanya mampu membeli terbatas. Uang saya tidak banyak,” ujar Irwansyah.

“Saya hanya mampu menolong 40 petani di desa saya saja,” tambahnya. Dalam bahasa Jawa yang medok.

Di mana Irwansyah bisa dapat bisnis? Ternyata otaknya jalan: dia adalah penjual pupuk. Dan keperluan tani lainnya di desanya.

Dia tahu persis petani itu selalu ingin agar panennya segera menjadi uang. Tidak bisa menunggu harga baik. Tapi kalau dijual saat harga anjlok hasilnya tidak memadai.

Itulah problem hampir semua petani. Problem lama yang tidak pernah ada jalan keluar.

Apakah motif di balik kebulogan Irwansyah itu? Dia hanya ingin konsumennya loyal.

Dia ingin petani yang ditolongnya itu akan selalu beli pupuk dari kiosnya. Itu saja.

Semacam membuat ikatan batin dengan konsumen.

Ternyata Irwansyah ini orang Aceh. Ibunya Padang.

Bapak-ibunya sudah meninggal saat dia masih kecil. Lalu ikut neneknya. Buruh menguliti kelapa.

Irwansyah ikut membantu pekerjaan neneknya itu. Sambil jualan gorengan keliling kampung.

Lulus SD, Irwansyah pamit ke neneknya untuk ke Jakarta. Naik kapal.

Info yang dia dengar: di Jakarta itu mudah cari uang. Terutama di Tanah Abang. Upahnya menguliti kelapa cukup untuk beli tiket kapal Pelni.

Di Tanah Abang Irwansyah ditolong seorang Tionghoa. Boleh tidur di rumahnya di hari pertama di Jakarta itu. Asal mau bantu pekerjaan rumah.

Tiap hari dia ikut ke Tanah Abang. Lalu punya kenalan-kenalan.

Bisa ikut jualan buku. Mulai punya uang. Bisa bayar kontrakan.

Irwansyah jualan apa saja yang lagi laku. Sambil tetap sekolah di SMP. Lalu STM.

Di dekat kontrakannya itu ada gadis yang juga mengontrak ruangan. Buruh di pabrik tekstil di Cimanggis.

Sering ada lelaki yang mengetuk pintu kontrakan gadis itu. Tapi gak pernah dibukakan pintu. Dia tahu lelaki itu tidak disukai sang gadis.

Suatu kali Irwansyah mencegat lelaki itu. Mengaku sebagai pacar sang gadis, meski sebenarnya belum kenal.

Singkat cerita, Irwansyah berkenalan. Lalu minta sang gadis pulang ke kampungnya. Untuk minta izin bolehkan jadi istrinya.

Boleh. Irwan pun mengawininya. Di kampung sang gadis: Untoronadi, Magetan. “Begitu susah saya mencari Untoronadi itu di mana. Saya belum pernah keluar dari Jakarta,” katanya.

Begitulah. Irwansyah jadi penduduk Untoronadi.

Melihat peluang jualan pupuk. Tapi dagang pupuk perlu modal besar. Dia putuskan cari modal: pergi ke Australia. Mau kerja apa saja. Dalam dua tahun harus bisa kumpulkan uang. Cukup untuk dagang pupuk di Untoronadi.

Itulah kisah sukses Irwansyah. Dari zero to hero. Beneran.

Latihan berjualan sejak kecil ternyata membuatnya bisa hidup sebatang kara di Jakarta. Bahkan kelak, di tahun 2018, bisa menjadi Bulog di desanya.(*) (jr/ras/das/JPR)

Tags: Catatan Dahlan Iskan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Delia Husein Doyan Petai dan Jengkol

Next Post

Road Show Literasi Alquran, Upaya Mengentaskan Buta Aksara Alquran

Related Posts

Sayap Ekonom
Catatan Dahlan Iskan

Sayap Ekonom

by Agung S Pambudi
Rabu, 30 Juli 2025 08:11

Oleh:Dahlan Iskan DALAM hidup saya ada dua Tionghoa terkenal yang sengaja tidak mau mengubah nama: Kwik Kian Gie dan Goh...

Read moreDetails

Copot Kursi

Penasihat Komisaris

Hakka

Untung Ada Komentar

Dosa Ultah

Ultah

Penyelamatan

Guo Nian

Andrian

Next Post
Road Show Literasi Alquran, Upaya Mengentaskan Buta Aksara Alquran

Road Show Literasi Alquran, Upaya Mengentaskan Buta Aksara Alquran

Xi Jinping Pemimpin China Tiada Tanding (1): Sejarah Baru Tiongkok

Bulog Desa Penebus Dosa

Pengemudi Fortuner Acungkan Senjata Saat Ingin Keluar Pintu Tol

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Calo PT Nikomas Gemilang

Datangi PT Nikomas Gemilang, Pemkab Serang Minta Perusahaan Berantas Calo Tenaga Kerja

Sabtu, 20 Juni 2026 17:35
Pad Banten

DPRD Banten Minta Pemprov Cari Sumber PAD Baru, Jangan Bergantung pada Pajak Kendaraan

Sabtu, 20 Juni 2026 17:28
Temuan bayi cilegon

Warga Metro Cilegon Temukan Bayi Baru Lahir di Dekat Aliran Sungai, Mulut Tertutup Perban

Sabtu, 20 Juni 2026 17:14
Update KK Online Tangerang

Begini Cara Update Kartu Keluarga Secara Online di Kota Tangerang

Sabtu, 20 Juni 2026 17:08
Perizinan Kabupaten Serang

DPMPTSP Kabupaten Serang Bakal Permudah Perizinan

Sabtu, 20 Juni 2026 13:22
Info CPNS 2026: Jadwal, Formasi, dan Syarat Pendaftaran Terbaru untuk Calon Pelamar

Info CPNS 2026: Jadwal, Formasi, dan Syarat Pendaftaran Terbaru untuk Calon Pelamar

Sabtu, 20 Juni 2026 11:19
Calo PT Nikomas Gemilang

Datangi PT Nikomas Gemilang, Pemkab Serang Minta Perusahaan Berantas Calo Tenaga Kerja

Sabtu, 20 Juni 2026 17:35
Pad Banten

DPRD Banten Minta Pemprov Cari Sumber PAD Baru, Jangan Bergantung pada Pajak Kendaraan

Sabtu, 20 Juni 2026 17:28
Temuan bayi cilegon

Warga Metro Cilegon Temukan Bayi Baru Lahir di Dekat Aliran Sungai, Mulut Tertutup Perban

Sabtu, 20 Juni 2026 17:14
Update KK Online Tangerang

Begini Cara Update Kartu Keluarga Secara Online di Kota Tangerang

Sabtu, 20 Juni 2026 17:08
Perizinan Kabupaten Serang

DPMPTSP Kabupaten Serang Bakal Permudah Perizinan

Sabtu, 20 Juni 2026 13:22
Info CPNS 2026: Jadwal, Formasi, dan Syarat Pendaftaran Terbaru untuk Calon Pelamar

Info CPNS 2026: Jadwal, Formasi, dan Syarat Pendaftaran Terbaru untuk Calon Pelamar

Sabtu, 20 Juni 2026 11:19

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Calo PT Nikomas Gemilang

Datangi PT Nikomas Gemilang, Pemkab Serang Minta Perusahaan Berantas Calo Tenaga Kerja

by Ahmad Rizal Ramdhani
Sabtu, 20 Juni 2026 17:35

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Tim Penanganan Pungutan Liar (Pungli) Bidang Ketenagakerjaan Kabupaten Serang mendatangi PT. Nikomas Gemilang. Mereka...

Pad Banten

DPRD Banten Minta Pemprov Cari Sumber PAD Baru, Jangan Bergantung pada Pajak Kendaraan

by Yusuf Permana
Sabtu, 20 Juni 2026 17:28

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID  – Wakil Ketua Komisi I DPRD Banten Fraksi Golkar M. Faisal meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai mengurangi...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak