SERANG – Penebar teror pembakaran lima rumah dan dua unit mobil milik warga Perumahan Ciracas Permai, Kelurahan/Kecamatan Serang, Kota Serang, masih misterius. Polisi belum menemukan petunjuk guna mengungkap identitas pelaku yang telah membuat warga resah.
“Belum (pelaku-red), kita masih melakukan penyelidikan. Kita juga bekerja sama dengan Reskrim (Polres Serang Kota-red) mencari pelaku pembakaran itu,” kata Kapolsek Serang Komisaris Polisi (Kompol) Irwanda dihubungi melalui telepon seluler (ponsel), Selasa (3/4).
Dikatakan Irwanda, polisi telah meminta keterangan terhadap sepuluh orang saksi. Di antaranya, pemilik rumah dan mobil yang dibakar. “Sudah sepuluh orang saksi yang diperiksa. Belum ada petunjuk tambahan, jadi belum diketahui siapa pelakunya,” kata Irwanda.
Irwanda mengatakan, hasil penyelidikan sementara, diketahui terdapat lima rumah dan dua unit mobil dibakar dalam waktu berbeda. “Kemungkinan pelakunya masih sama,” kata Irwanda.
Meski begitu, Irwanda mengaku, pihaknya tidak dapat memastikan sosok penebar teror tersebut. Dia meminta waktu agar dapat mengungkap kasus tersebut. “Kalau ada perkembangan, nanti dikabari. Tidak bisa menduga-duga (pelaku-red). Apakah pelakunya orang stres atau bukan, kita belum tahu. Pastinya, saat ini kita terus selidiki,” ungkap Irwanda.
Sebelumnya, Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Komarudin mengaku belum dapat menyimpulkan kasus tersebut adalah pembakaran. “Kami belum bisa mengatakan kasus itu adalah pembakaran. Yang jelas, ada sebuah laporan barang dan beberapa titik yang terbakar,” ujar Komarudin.
Pihaknya menegaskan, saat ini sedang melakukan upaya pengumpulan bukti-bukti di lapangan dan memanggil enam saksi korban supaya perkara menjadi jelas. “Barang bukti yang diamankan sementara ini hanya baru satu buah mobil dan sisa dari pembakaran seperti fiber dan sebagainya. Hasil kami turun bukan satu mobil dan dua rumah, tapi lima rumah dan satu mobil,” ujarnya.
Mamah Desi (48), warga Perumnas Ciracas Permai, mengatakan bahwa ia dan keluarganya harus lebih waspada agar aksi tersebut tidak menimpa kediamannya. Apalagi, aksi pembakaran pada saat itu dilakukan bukan hanya terhadap kediaman satu orang saja, tetapi di beberapa rumah yang dilakukan secara bersamaan. “Namanya juga di lingkungan sendiri, kita pastinya rada waswas, Mas. Makanya, sekarang mah harus lebih waspada. Takut nantinya kejadian ke saya,” katanya kepada Radar Banten saat ditemui di kediamannya, Rabu (28/3).
Ia pun berharap oknum pelaku yang melakukan pembakaran itu segera diamankan oleh pihak kepolisian supaya warga Perumnas Ciracas bisa melakukan aktivitas dengan tenang. “Pokoknya mah tingbating-lah, Mas. Jangan sampai menimpa ke sini,” ujar perempuan yang sehari-hari membuka warung dagangan di depan rumahnya tersebut. (Merwanda/RBG)









