• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Pilih Amerika atau Tiongkok

Redaksi by Redaksi
Jumat, 6 April 2018 15:02
in Berita Utama, Catatan Dahlan Iskan
Pilih Amerika atau Tiongkok

Suasana jalanan Beijing tahun 1986, tukang cukur di dekat Baita Temple (disway.id)

SATU dari ratusan inspirasi yang saya peroleh dari Amerika adalah: jangan lagi gunakan mesin ketik. Gunakan komputer.

Rombak. Minggu itu juga. Sepulang dari Amerika. Jadilah Jawa Pos koran pertama di Indonesia yang wartawannya tidak lagi menggunakan mesin tik.

RelatedPosts

Program PTSL di Kabupaten Serang

9.013 Sertifikat PTSL Segera Rampung, BPN Kabupaten Serang Kirim Langsung ke Warga

Senin, 12 Oktober 2026 17:19
pelantikan pejabat

Bupati Serang Lantik Pejabat, Imbau ASN Jaga Integritas

Senin, 12 Oktober 2026 17:04
PAD Cilegon 2027

Fraksi Gerindra Soroti PAD APBD Cilegon 2027, Anggaran Belanja Dipangkas

Senin, 12 Oktober 2026 16:59
Penipuan Investasi arisan

Kasus Dugaan Investasi Arisan Fiktif Rp 2,8 Miliar Naik Penyidikan, Polda Banten Bakal Tetapkan Tersangka

Senin, 12 Oktober 2026 16:55

Pada zaman yang Jawa Pos masih susah. Yang belum cukup punya uang. Yang gaji wartawannya masih di bawah UMR.

Saya paksakan. Cari komputer murahan. Saya masih ingat istilahnya: komputer jangkrik. Tidak pakai hard disk. Yang untuk save naskah harus pencet ‘control KD’. Tiga puluh enam tahun yang lalu. Hasil rakitan anak muda bernama Minto. Dari Scomtec Surabaya. Orangnya masih hidup saat ini.

Maka sejarah komputerisasi di ruang redaksi itu dimulai oleh koran daerah nan kecil di Surabaya. Oleh inspirasi Amerika. Bukan oleh koran-koran besar nan kaya dari Jakarta.

Berkat inspirasi dari Amerika itu pula puluhan inovasi saya lakukan. Sering membuat ‘yang pertama’ dalam sejarah pers Indonesia. Yang pertama terbit berwarna. Yang pertama terbit tujuh kali seminggu.

Kerja seperti orang gila. Tidak memikirkan kesejahteraan. Tidak memikirkan kesehatan. Membuat Jawa Pos menjadi raksasa. Kaya Raya. Sampai saat saya meninggalkannya. Secara total. Sekarang ini.

Waktu itu Tiongkok masih sangat miskin. Lebih miskin dari Indonesia. Cerita-cerita dari Tiongkok adalah cerita tentang kemiskinan, keruwetan, sepeda butut, kediktatoran, kekejaman komunisme dan kekumuhan kota-kotanya dan orang-orangnya dan kebiasaan meludahnya dan kejorokan wc-wcnya. Semua bersumber dari kantor berita barat.

Beberapa teman Tionghoa saya sudah sering ke sana. Membenarkan semua kisah kemiskinan itu. Dia sering terpaksa membagikan baju bekas di sana. Di kampung halaman leluhurnya. Dianggap orang Indonesia yang kaya.

Dua tahun kemudian, 1986, barulah saya ke Beijing. Untuk pertama kalinya. Memimpin tim nasional basket yunior ke kejuaraan Asia.

Baru kali itulah saya melihat Tiongkok. Dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri bahwa keadaan ‘Tiongkok benar-benar lebih miskin dari Indonesia’.

Tim basket itu tinggal di sebuah hotel bernama Mudan. Nama bunga. Di halaman hotel itu berceceran onggokan batu bara. Dan onggokan boiler tua. Untuk masak air panas. Untuk keperluan hotel.

Jalan-jalan raya Beijing terasa lebar dan lengang. Hanya sesekali ada mobil lewat. Itu pun mobil pejabat. Belum ada orang yang punya mobil di sana.

Di kanan kiri jalan yang lapang itu banyak orang bersepeda . Seperti air bah. Berjubel. Dengan suara-suara ting-tong. Bel sepeda yang ribut.

Ke mana-mana orang naik sepeda. Saya putuskan untuk juga beli sepeda. Yang murah. Yang penting ada belnya. Bisa untuk ke mana-mana di Beijing. Selama 10 hari.

Misalnya: ke pasar. Beli buah.

Di pasar itu pula saya kaget: tidak bisa beli buah. Uang yuan yang saya miliki tidak laku. Saat lembaran yang masih baru itu saya sodorkan penjual buahnya seperti takut-takut. Takut menyentuhnya. Seperti takut ketahuan oleh intel negara.

Ternyata rakyat tidak boleh memiliki uang yuan. Tidak boleh bertransaksi dengan uang yuan. Kalau ketahuan ditangkap. Ada uang tersendiri untuk rakyat Tiongkok. Bernama renminbi. Saya melihatnya dipegang banyak orang. Di pasar itu. Tidak terlalu jelas. Tidak ada yang warnanya masih baik.

Renminbi itu berpindah-pindah tangan dalam keadaan sangat lusuh. Dan kumal. Ternyata yuan yang seperti saya punya hanya untuk orang asing. Yang hanya bisa dipakai berbelanja di tempat-tempat tertentu.

Saat itulah saya tahu: ada dua mata uang yang berlaku di suatu negara.

Sehari sebelum pulang saya berpikir: saya apakankah sepeda ini. Saya putuskan: saya berikan ke anak muda yang kelihatan miskin sekali. Yang bekerja di bagian kotor di hotel itu.

Saya belum bisa bahasa mandarin sama sekali. Tidak pula tertarik untuk mempelajarinya. Bahasa aneh. Tulisan aneh. Ruwet.

Saya pilih pakai bahasa isyarat. Sambil menyodorkan sepeda kepadanya. Dia menghindar. Takut. Menolak. Takut kena urusan polisi.

Menerima sepeda dari orang asing. Atau memiliki sepeda tanpa surat-surat. Saat itu memiliki sepeda butut pun harus ada suratnya.

Akhirnya sepeda itu saya taruh di dekatnya begitu saja. Saya copot belnya. Saya bawa pulang ke Surabaya. Untuk kenangan. Dan seperti umumnya barang kenangan yang saya miliki umurnya pun tidak panjang. Hilang. Lupa. Ditaruh di mana. Atau diminta siapa.

Dengan gambaran Tiongkok seperti itu idola saya tetap: Amerika. Negeri inspirasi. Negeri mimpi. Negeri menakjubkan.

Sejak itu tiap enam bulan saya harus ke Amerika. Untuk shopping. Shopping ideas. Belanja ide. Belanja inspirasi. Dalam hati: semoga kelak anak-anak saya bisa sekolah di Amerika.

Lho, mana jawaban atas pertanyaan di Unpad itu? Tentang mengapa sering menulis tentang Tiongkok itu? Maafkanlah. Mungkin besok. Mungkin lusa. Atau di lain hari. Kapan-kapan.(dis)

(rb/mus/mus/JPR)

Tags: Catatan Dahlan Iskan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Aktivitas Truk Pasir Basah Dibiarkan, Mahasiswa Protes

Next Post

Banyak Pekerja Informal Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

Next Post
Banyak Pekerja Informal Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

Banyak Pekerja Informal Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

15 Kepala OPD Kota Serang Dirotasi, Ini Nama-namanya

15 Kepala OPD Kota Serang Dirotasi, Ini Nama-namanya

Senin, 12 Oktober 2026 10:09
Mutasi Kapolri

Tak Hanya Wakapolda Banten, Kapolri Suyudi Juga Ganti Kapolres Serang dan Cilegon

Minggu, 11 Oktober 2026 17:08
Mutasi pejabat Pemkot Serang

Disetujui BKN, 43 Pejabat ASN Pemkot Serang Dilantik

Senin, 12 Oktober 2026 13:02
Pendapatan Turun, Belanja Modal Pemprov Banten Terancam Terutang

Pendapatan Turun, Belanja Modal Pemprov Banten Terancam Terutang

Minggu, 11 Oktober 2026 06:33
untirta

Wisuda Untirta Jadi Awal Langkah Generasi Berdampak

Minggu, 11 Oktober 2026 16:14
Amankan Aset Negara, Kantah Tangsel Serahkan 10 Sertipikat Tanah

Amankan Aset Negara, Kantah Tangsel Serahkan 10 Sertipikat Tanah

Senin, 12 Oktober 2026 08:51
Wakapolda Banten

Wakapolda Banten Diganti, Kapolri Tunjuk Brigjen Zain Dwi Nugroho

Minggu, 11 Oktober 2026 16:20

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Program PTSL di Kabupaten Serang

9.013 Sertifikat PTSL Segera Rampung, BPN Kabupaten Serang Kirim Langsung ke Warga

by Ahmad Rizal Ramdhani
Senin, 12 Oktober 2026 17:19
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Serang, melakukan upaya percepatan dalam pembuatan 9013 sertifikat melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)....

pelantikan pejabat

Bupati Serang Lantik Pejabat, Imbau ASN Jaga Integritas

by Ahmad Rizal Ramdhani
Senin, 12 Oktober 2026 17:04
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, melantik sejumlah pejabat eselon III di lingkungan pemerintah Kabupaten Serang. Pelantikan dilaksanakan di Pendopo Bupati...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.