slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Sosial Budaya

Suami Dobrak Rumah dan Marahi Istri, Setelah Tiga Bulan Minta Maaf

Aas Arbi by Aas Arbi
12-04-2018 17:31:23
in Sosial Budaya
Suami Dobrak Rumah dan Marahi Istri, Setelah Tiga Bulan Minta Maaf
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Leli (35) nama samaran, bukanlah manusia sempurna. Meski cantik dan kaya, tapi kalau kesehariannya tak pernah lepas dari tekanan, kata bahagia itu baginya hanyalah khayalan. Apalagi kalau sang suami, sebut saja Plaud (38) termasuk lelaki yang memiliki tempramen.

“Saya sih sebenarnya bisa terima kalau dia sering marah-marah, tapi kalau marahnya di depan orang banyak, kan malu,” curhatnya kepada Radar Banten.

Baca Juga :

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

Leli mengaku, ia sudah sering mengingatkan Plaud kalau masalah rumah tangga jangan diumbar-umbar keluar. Kalau ada yang mengganjal di hati, ungkapkan baik-baik dan jangan emosi. Apalagi sampai dibicarakan kepada orang lain. Tapi, ibarat masuk kuping kiri keluar kuping kanan, ucapan sang istri tak pernah dituruti.

Plaud sebenarnya bukanlah lelaki tampan rupawan, kalau dibandingkan dengan Leli, perbedaannya seperti langit dan bumi. Jauh. Entah pernikahan mereka karena perjodohan atau memang takdir Tuhan, Leli menerima Plaud apa adanya.

“Ya awalnya sih memang dijodohin, Kang. Tapi lama-lama mikirnya ya udah saja gitu. Toh kalau pun dapat yang tampan kan belum tentu bahagia,” ungkap Leli. Iya juga sih.

Terlahir dari keluarga berada, ayah pengusaha dan ibu tenaga pengajar di salah satu sekolah swasta di Kota Serang, Plaud hidup berkecukupan. Ibarat anak raja, apa pun yang diminta pasti terlaksana. Maklumlah, ia anak lelaki satu-satunya. Pokoknya, ia mengalami masa muda bahagia.

Setelah lulus kuliah di salah satu universitas ternama di Kota Kembang, Plaud banyak menghabiskan waktu di rumah. Seolah tak ada rasa malu pada orangtua dan keluarga, gelar sarjana dianggapnya akhir dari segala perjuangan masa muda. Kerjaannya tidur, makan, dan liburan. Mentang-mentang orang kaya, enggak gitu juga kali, Kang. Hehe.

Singkat cerita, sang ayah mengatur rencana menikahkan Plaud dengan seorang wanita anak teman sepermainan. Mungkin karena tak nyaman melihat putranya berkelakuan layaknya orang yang tak punya tujuan, ia berharap, dengan dinikahkan Plaud akan memiliki tanggung jawab dan lebih bersemangat.

Berpura-pura mengadakan pertemuan, sang ayah beserta keluarga datang ke rumah Leli. Berpakaian rapi seperti hendak mau kondangan, mereka disambut dengan hangat. Acara dibuka dengan makan-makan. Berbeda dengan Plaud yang tak tahu maksud tujuan sang ayah, Leli yang malam itu mengenakan pakaian terbaiknya, terlihat tak nyaman. Ia menolak dijodohkan.

“Ya waktu itu saya kesal. Masa zaman sekarang masih saja jodoh-jodohan, kan enggak asik,” tukasnya.

Selesai makan bersama, sang ayah mengenalkan Plaud kepada Leli. Apa mau dikata, meski dalam hati bilang tak suka, senyumnya terpaksa hadir menciptakan keindahan bagi Plaud seorang. Dengan lesung pipi dan gigi gingsulnya, Leli sukses menarik hati keluarga Plaud.

Leli wanita yang mudah membuat pria jatuh cinta. Wajar, ia memang memesona. Dengan kulit nan putih dan senyum manisnya, ia banyak diincar lelaki di lingkungan rumahnya. Meski begitu, katanya sih Leli suka takut kalau ada lelaki yang bilang sayang ke dia. Loh, memang kenapa, Teh?

“Ya takut, kang. Takut sayanya enggak suka terus nolak dia, ujung-ujungnya yang tadinya temenan malah jadi musuhan. Kan enggak enak,” curhatnya.

Singkat cerita, meski awalnya menolak, akhirnya Leli bersedia menikah dengan Plaud. Udangan sudah disebar, ia bersiap menerima sang lelaki sebagai suami. Mengikat janji sehidup semati, keduanya resmi menjadi sepasang suami istri. Dengan pesta pernikahan yang digelar meriah, mereka tampak bahagia.

Di awal pernikahan, Plaud bersikap layaknya lelaki bijaksana. Perhatian, suka membelikan sesuatu untuk istri dan mertua, ia berniat mencuri hati keluarga.  Hingga setahun kemudian, lahirlah anak pertama, rumah tangga mereka semakin bahagia.

Hingga sang anak beranjak balita, Plaud dan Leli memutuskan membeli rumah. Mereka ingin belajar hidup mandiri dengan jauh dari keluarga. Sejak saat itulah, sang suami mulai menunjukkan sikap aslinya. Sering marah meski karena masalah biasa. Oalah, Kok bisa?

Leli pun bercerita, di suatu pagi yang cerah, ia bangun siang lantaran malamnya bergadang bersama teman-teman kuliah yang main ke rumah. Tepat pukul 10.00 WIB, ketika ia mengurus sang buah hati, berderinglah ponsel menerima panggilan sang suami. Plaud meminta sang istri mengantarkan titipan ke rumah ibunya. Leli mengiyakan dan berakhirlah perbincangan.

Selepas salat Asar, sang anak terbangun dari tidurnya dan menangis. Leli lekas menghampiri, dipegangnya kening sang buah hati.

“Ya ampun, kamu kenapa? Jangan nangis ya sayang, nanti kita ke klinik!” kata Leli panik.

Lantaran waktu itu pertama kalinya ia mengalami hal ini, Leli waswas dan bergegas membawa sang anak ke klinik terdekat. Saking paniknya, ia sampai lupa mengabari sang suami. Apa mau dikata, pesanan pun Plaud tak dikerjakannya. Di tempat berbeda, sang suami ditelepon ibunya menanyakan pesanan yang tak kunjung datang.

Bukannya menelepon sang istri, Plaud malah langsung terbakar emosi. Ia bergegas menuju rumah untuk memarahi Leli. Ditekannya gagang pintu, namun tak terbuka. Leli mengunci rumah dan tak ada satu tetangga pun yang mengetahui keberadaannya.

Bagai orang kehilangan akal sehat, Plaud mengamuk seorang diri. Ditendang pintu sampai terbuka. Suara keras itu memancing perhatian warga, beberapa tetangga datang menemuinya, saat itulah ia menjelek-jelekkan istrinya. Astaga, tega amat sih tuh Kang Plaud. Istri sendiri dicaci maki.

Saat azan magrib berkumandang, Leli pulang dan melihat rumahnya acak-acakan. Ia mengira kemalingan, namun akhirnya Leli sadar kalau itu kelakuan suaminya. Seolah tak memberi waktu pada Leli, Plaud langsung memarahi. Saat itu juga, tanpa basa-basi, Leli pergi, pulang ke rumah keluarga sambil berlinang air mata. Tiga bulan pisah rumah, akhirnya Plaud meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya lagi. Duh sabar ya Teh Leli! (daru-zetizen/zee/ags/RBG)

Tags: Love Story
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Sekolah Berkuda di Tangerang Jadi Venue Pentathlon Asian Games

Next Post

Banten Terjunkan 15 Atlet pada Paralayang KTM Kapolda Jabar Cup

Related Posts

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus
Love Story

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

by Redaksi
Rabu, 26 Januari 2022 16:41

Amarah Santi (35) nama samaran, tak bisa padam saat tahu kalau suaminya, sebut saja Joko (38) mendownload aplikasi yang bisa...

Read moreDetails

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

Ketahuan Bawa Penumpang, Mobil Dilelang

Suami Butuh Kehangatan, Malah Diacuhkan

Demi Janda, Rela Jual Sawah

Awalnya Diragukan, Sudah Kaya Jadi Tumpuan

Mantanku Teman Baik Suamiku

Terlalu Dikekang, Rumah Rasa Medan Perang

Next Post
Banten Terjunkan 15 Atlet pada Paralayang KTM Kapolda Jabar Cup

Banten Terjunkan 15 Atlet pada Paralayang KTM Kapolda Jabar Cup

Lowongan CPNS Tahun Ini untuk Lulusan SMA 2.676 Formasi

Lowongan CPNS Tahun Ini untuk Lulusan SMA 2.676 Formasi

Aturan Pajak Jual Beli Online Rampung Akhir Bulan Ini

Aturan Pajak Jual Beli Online Rampung Akhir Bulan Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Jumat, 17 April 2026 20:43
Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Jumat, 17 April 2026 19:54
Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Jumat, 17 April 2026 19:46
Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Jumat, 17 April 2026 19:25
Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Jumat, 17 April 2026 19:16
Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Jumat, 17 April 2026 18:32
Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Jumat, 17 April 2026 20:43
Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Jumat, 17 April 2026 19:54
Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Jumat, 17 April 2026 19:46
Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Jumat, 17 April 2026 19:25
Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Jumat, 17 April 2026 19:16
Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Jumat, 17 April 2026 18:32

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

by Redaksi
Jumat, 17 April 2026 20:43

RADARBANTEN.CO.ID - Esaunggul.ac.id, Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas akademik dan riset...

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

by Mulyadi
Jumat, 17 April 2026 19:54

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menunjukkan celurit yang digunakan 14 anak terduga pembunuh seorang pelajar, Jumat...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak