• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Catatan Dahlan Iskan

Tafsir Baru Usep

Aas Arbi by Aas Arbi
Sabtu, 14 April 2018 19:12
in Catatan Dahlan Iskan
Banyak Dalih, Susah Maju

Inilah satu jenis tafsir Alquran yang baru terbit. Dikhususkan untuk kalangan sarjana. Atau intelektual muslim.

Rasanya baru kali ini ada terjemahan Alquran yang seperti ini: bentuk, tebal dan ukurannya seperti buku biasa. Atau  seperti novel. Tidak terlihat seperti kitab suci: Quran ataupun Bibel.

RelatedPosts

Sayap Ekonom

Sayap Ekonom

Rabu, 30 Juli 2025 08:11
Copot Kursi

Copot Kursi

Selasa, 29 Juli 2025 10:34
Gajah Lebar

Gajah Lebar

Jumat, 25 Juli 2025 06:30
Penasihat Komisaris

Penasihat Komisaris

Rabu, 23 Juli 2025 09:50

Kalau saya tidak membaca judulnya saya tidak tahu: bahwa ini Alquran dan terjemahannya.

Bahkan lihatlah sampulnya. Kertas biasa. Bukan kertas tebal seperti biasanya. Dan … tidak ada satu pun huruf Arab di sampulnya.

Mengapa dibuat seperti itu? Saya pun penasaran. Saya cari nomor telepon penyusunnya.

Maka saya pun langsung bertanya ke penyusun tafsir tersebut: Usep Fathuddin. Yang dikenal dekat dengan tokoh pembaharu seperti Nurcholish Madjid. Dan memang segenerasi.

Kang Usep terlihat sangat prihatin. “Umumnya para cendekiawan, ICMI atau bukan ICMI, tidak suka membaca Quran, termasuk terjemahannya,” katanya.

“Terjemahan yang ada selama ini hampir selalu menggunakan huruf yang kecil dengan lebar terjemahan 1/3 halaman atau kurang,” tambahnya.

Karena itu Kang Usep membuat edisi yang berbeda. Terjemahannya tidak ditulis di  bawah atau di samping ayat asli.

Terjemahannya dikelompokkan jadi satu. Jadi, kalau membuka buku ini dari kiri, tidak ada huruf Arabnya.

Sejak halaman satu sampai seterusnya isinya penuh dalam bahasa Indonesia. Baru kalau kita buka buku ini dari kanan isinya Al Quran dalam bahasa aslinya.

Dengan demikian pembaca bisa membaca tafsir dari awal sampai selesai. Tanpa perlu melihat huruf aslinya. Bahkan Kang Usep memberi judul. Untuk setiap tiga atau empat ayat. Yang isinya berada dalam satu tema.

“Setahu saya cara ini belum ditemukan pada terjemahan lain,” kata Kang Usep.

Agar ketebalan kitab ini bisa mirip buku biasa Kang Usep membaginya dalam dua jilid. Masing-masing 15 juz. Dengan demikian bentuk, ukuran maupun tebalnya mirip buku biasa. Kalau ada orang membawa buku ini tidak akan terlihat sedang membawa kitab suci.

Saya sudah membacanya beberapa juz. Termasuk terjemahan surah Almaidah ayat 51.

Saya tidak melihat adanya penerjemahan beda. Standar terjemahan yang sudah kita kenal. Lalu mana yang dimaksudkan khusus untuk cendekiawan itu?

Terjemahan Alquran versi Kang Usep ini sangat standar. Tidak ada pemikiran baru. Tidak ada tafsir yang berbeda. Termasuk untuk Almaidah 51.

Ini berbeda kalau saya melihat tafsir lain. Misalnya tafsir Quran berbahasa Jawa: Al Ibriz. Terbitan 1938. Oleh KH Bisri Mustofa. Kakek KH Mustofa Bisri dari Rembang itu.

Lihat kata ‘persasat’ di tafsir Almaidah ayat 51 di Al Ibriz itu. Kata ‘persasat’ memang sulit diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Bahasa Arab sangat kaya akan makna. Seperti juga bahasa Mandarin.  Tafsir bahasa Jawa pasti bisa lebih pas dalam mengimbangi kekayaan bahasa Arab.

Lihat juga kata dalam bahasa Jawa ‘asih asihan’ di tafsir ayat itu. Sama sekali tidak berbau pilih-memilih pemimpin. Mungkin di tahun 1938 ketika tafsir Al Ibriz diterbitkan memang belum ada istilah ini: pilkada.

Saya juga pernah membaca tafsir Al Quran versi Iran. Yang saya beli saat saya ke Iran dulu. Artinya: versi Syi’ah.

Saya bisa menangkap nuansa yang berbeda dalam pemaknaan istilah. Sayang tafsir itu dipinjam orang. Dan saya lupa:  siapa yang meminjam. Sudah begitu lama.

Namun tafsir Kang Usep yang khusus diperuntukkan cendekiawan ini benar-benar sangat standar. Lantas di mana letak kecendekiawanan tafsir ini?

Kang Usep ternyata punya maksud khusus dengan buku tafsirnya ini. Yaitu agar lebih banyak cendekiawan muslim yang memahami Quran.

Sebab, tulisnya di kata pengantar, Alquran adalah salah satu kitab suci yang paling tidak dipahami oleh umatnya. Meski begitu banyak yang membacanya. Bahkan menghafalnya.

Tujuan Kang Usep adalah: memudahkan orang membawanya. Dan membaca terjemahannya.

Ya sudah. Alhamdulillah.(***)

 

 

Tags: Catatan Dahlan Iskan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Atur Penghasilan, Hesti Purwadinata Gunakan Jasa Perencana Keuangan

Next Post

Sepuluh Langkah Mewujudkan Payudara Lebih Besar dan Berisi

Next Post
Sepuluh Langkah Mewujudkan Payudara Lebih Besar dan Berisi

Sepuluh Langkah Mewujudkan Payudara Lebih Besar dan Berisi

Mantan Wakajati Banten Yuliana Sagala Tutup Usia

Mantan Wakajati Banten Yuliana Sagala Tutup Usia

Selasa, 27 Oktober 2026 10:07
Polresta Tangerang

Polda Banten Tegaskan Kapolresta Tangerang Tidak Ditahan Mabes Polri

Senin, 26 Oktober 2026 15:42
Rifa Imaroh dari Tirtayasa Masuk 10 Besar Finalis SATU Indonesia Awards 2026

Rifa Imaroh dari Tirtayasa Masuk 10 Besar Finalis SATU Indonesia Awards 2026

Senin, 26 Oktober 2026 11:38
Operasi patuh maung 2026

Hari Pertama Operasi Patuh Maung 2026, Polresta Tangerang Sasar Jalan Dekat Puspemkab Tangerang

Senin, 26 Oktober 2026 17:47
Tutup Usia, Mantan Wakajati Banten Yuliana Sagala Ternyata Mengidap Sakit Ini

Tutup Usia, Mantan Wakajati Banten Yuliana Sagala Ternyata Mengidap Sakit Ini

Rabu, 28 Oktober 2026 11:47
Polresta Serang Kota Gelar Operasi Patuh Maung di Dua Lokasi Hari Ini, Disini Tempatnya

Polresta Serang Kota Gelar Operasi Patuh Maung di Dua Lokasi Hari Ini, Disini Tempatnya

Selasa, 27 Oktober 2026 09:45
Hari Ketiga Operasi Patuh Maung 2026, Polda Banten Gelar Operasi di Empat Lokasi Ini

Hari Ketiga Operasi Patuh Maung 2026, Polda Banten Gelar Operasi di Empat Lokasi Ini

Rabu, 28 Oktober 2026 11:54

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Imigrasi Serang

Imigrasi Serang Ikuti Peresmian Beranda Imigrasi di MPP Lebak dan Pandeglang

by Fahmi
Rabu, 28 Oktober 2026 19:15
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Serang mengikuti peresmian Beranda Imigrasi yang dilaksanakan secara terpusat melalui Zoom Meeting...

Revitalisasi Pelabuhan Karangantu

Seminar Nasional ISLI 2026, Untirta Dorong Revitalisasi Pelabuhan Karangantu

by Ihksannudin
Rabu, 28 Oktober 2026 18:05
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) mendorong revitalisasi Pelabuhan Karangantu sebagai salah satu upaya memperkuat konektivitas maritim dan...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.