slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Beda Manajemen Beda Hasil

Aas Arbi by Aas Arbi
05-06-2018 13:25:28
in Catatan Dahlan Iskan
Banyak Dalih, Susah Maju
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp
Senin lalu libur. Hari pahlawan di Amerika. Pahlawan yang meninggal dalam perang yang mana saja. Itu berarti libur tiga hari. Karena itu Jumat sore sebelumnya lalu-lintas lebih padat. Penerbangan ke banyak kota penuh. Harga tiketnya naik hampir dua kali. Padahal hari-hari itu saya harus ke Dallas. Di negara bagian Texas.

Tidak ada tiket. Yang mahal sekali pun. Saya tidak tahu kalau Senin itu hari pahlawan. Tahu saya hari pahlawan itu 10 November. Saya cari jurusan yang dekat dengan Dallas. Lalu bisa naik mobil. Houston: penuh. Austin: penuh. San Antonio: penuh.

Yang ada jurusan Laredo. Masih di Texas tapi di selatan sekali. Kota perbatasan dengan Mexico. Itu pun tiketnya tinggal dua. Harganya Rp 9 juta.

Baca Juga :

Sayap Ekonom

Copot Kursi

Penasihat Komisaris

Hakka

Tinggal penerbangan sore sekali. Tiba di Laredo pukul 20.00. Berarti harus bermalam. Ya sudah. Rapopo.

Masih sempat cari masjid. Siapa tahu ada. Bisa berbuka di situ. Sekalian bisa lihat perbatasan. Yang mau dibangun pagar itu. Siapa tahu bisa juga masuk ke Mexico. Sekalian lihat perekonomian perbatasan itu. Lihat juga lalu-lintas utama ekonomi Amerika-Mexico.

Di sinilah adanya: pelabuhan darat terbesar di dunia. Kelak akan ada juga pelabuhan darat sekelas itu. Antara Tiongkok-Eropa. Tapi makan waktu lama.

Tiongkok tidak langsung berbatasan dengan Eropa. Banyak negara memisahkannya. Dan ekonomi negara-negara itu tidak kuat.

Maka mendadak ke Laredo ini saya syukuri juga. Toh mau naik mobil dari St Louis ke Dallas tidak mungkin. Terlalu jauh. Waktunya tidak nutut.

Hahaha… gagal mampir New York malah mampir Mexico. Berarti selama 10 hari ini saya telah dari perbatasan dengan Kanada di utara (Buffalo-Niagara) ke perbatasan dengan Mexico di Selatan.

Laredo ini berpenduduk hampir satu juta kepala. Besar juga. Tapi 95 persen penduduknya keturunan Spanyol. Berbahasa Spanyol. Berada di Laredo seperti tidak di Amerika saja.

Laredo bangga dengan predikatnya: Kota Delapan Bendera. Di Texas pernah berkibar bendera Spanyol, Prancis, Amerika Union, Amerika Konfederasi, Mexico, Republik Texas, dan sekarang Amerika Serikat: tujuh bendera.

Itulah julukan Texas. Tapi Laredo pernah punya bendera sendiri: ketika menjadi ibukota Republik Rio Grande. Abad 15.

Paginya saya naik mobil dari hotel. Keliling kota. Lalu ke luar kota: lihat pelabuhan darat terbesar itu. Sorenya saya parkir mobil di pinggir sungai Rio Grande. Yang legendaris itu. Yang dalam buku-buku cerita Winnetou sungai ini jadi momok besar: hanya kuda-kuda kelas tunggangan Winnetou dan Old Shatterhand yang bisa menyeberanginya.

Saya melongok ke sungai itu. Agak dalam. Tapi biasa saja. Alam berubah banyak. Selama enam abad. Sungai itu tidak lagi ganas. Rasanya kelas saya pun bisa berenang menyeberanginya: ke daratan Mexico itu.

Di sebelah situ itu. Sungai itu milik bersama: Amerika dan Mexico. Batasnya di tengah sungai. Kalau Presiden Trump mau membangun tembok di sepanjang perbatasan di mana? Ya…mestinya dibangun di tengah sungai itu.

Saat ini ada empat jembatan ke Mexico. Di kota Laredo ini saja. Di atas sungai Rio Grande itu. Saya pindah parkir. Menuju pusat kota Laredo. Parkir di depan pusat perbelanjaan terkenal: Laredo Outlet Shop. Lapangan parkirnya di pinggir sungai Rio Grande juga. Dari pertokoan ini bisa lihat kota Laredo yang di wilayah Mexico.

Lebar sungainya hanya selemparan batu. Asal yang melempar: Hulk. Tentu saya ingin nyeberang sebentar. Ke Mexico itu. Lewat jembatan dekat lapangan parkir itu. Bisa pakai mobil. Bisa jalan kaki.

Panjang jembatannya hanya 300-an meter. Saya pilih jalan kaki. Lebih cepat. Kalau pakai mobil antrenya panjang sekali. Dari tempat parkir saya berjalan menuju jembatan nomor 1 itu. Yang sisi kanan-kirinya untuk pejalan kaki.

Jembatan-jembatan lain khusus untuk mobil dan truk. Dan kereta api. Ekspor-impor barang luar biasa besar.

Banyak pabrik sengaja dibangun di Mexico. Agar lebih murah. Padahal pasarnya Amerika. Tidak ada prosedur apa pun masuk ke jembatan perbatasan itu. Tidak ada penjagaan. Tidak ada yang awasi. Tidak ada pemeriksaan. Hanya perlu punya koin satu dolar. Untuk dimasukkan lubang portal. Agar terbuka. Masuklah ke jembatan itu. Melenggang ke kota Laredo.

Di sisi Mexico. Sama dengan pengalaman saya dua tahun lalu: masuk Mexico seperti itu. Di perbatasan Nogales. Di negara bagian Arizona. Yang lebih ke barat. Hanya di Nogales tidak lewat jembatan. Batasnya daratan.

Tapi di Laredo ini lebih ramai. Dari atas jembatan bisa lihat sungai Rio Grande.

Sampai di sisi Mexico saya tolah-toleh. Mau ngapain ya. Tidak ada mobil. Mau naik taksi tidak bisa bahasa Spanyol. Kecuali satu kata: Maria Marcedez. Atau dua kata: Sakhira.

Dan lagi juga mau lihat apa. Ya sudah. Rapopo.

Akhirnya saya putuskan: potong rambut. Untuk kenangan. Saya bayar dengan dolar Amerika. USD 15 dolar.

Soal komunikasi dengan salon saya tiru gaya remaja Jepang. Yang duduk bergerombol di sebelah saya. Saat saya mampir ke Starbucks terbesar di dunia. Di Shanghai itu.

Para remaja putri itu tidak bisa berbahasa Inggris. Saya tidak bisa berbahasa Jepang. Tapi pede sekali: mereka ngajak saya ngobrol.

Caranya: mereka penulis sesuatu di HP mereka. Lalu keluar suara dalam bahasa Inggris. Bertanya apakah saya sudah sering ke Starbucks ini. Saya diminta jawab: gunakan HP saya.

Saya menulis jawaban dalam bahasa Inggris. Lalu suaranya jadi bahasa Jepang. Begitulah kami ngobrol.

Saya kalah: mereka ngetiknya cepet sekali. Seandainya saya bisa secepet mereka kami bisa seperti ngobrol langsung. Cara remaja Jepang itu yang saya tiru. Untuk bisa potong rambut di Mexico. Agar tidak dipotong seperti Ricky Martin.

Kini, tidak bisa bahasa apa pun tidak akan kesasar di negeri asing.

Hanya begitu di Mexico. Lalu balik ke jembatan lagi. Nyeberang ke Amerika lagi. Ke tempat parkir lagi.

Baru baliknya inilah diperiksa: paspor, atau akta kelahiran. Bagi yang lahir di Laredo Mexico boleh ke Laredo Amerika. Zaman Republik Rio Grande dulu kota ini kan satu. Terbelah gara-gara ada negara.

Inilah pelajarannya. Inilah misterinya: hanya dipisahkan sungai kok keadaannya bumi-langit.

Begitu masuk Mexico langsung terasa Via Vallen-nya. Lagu-lagu rumba terdengar bersautan. Kaki lima menjarah trotoar. Tukang ngamen berjoget. Para penganggur duduk-duduk santai. Menikmati kepenganggurannya. Lebih kumuh. Berdesakan. Riuh. Tapi juga terasa happynya.

Beda negara beda manajemennya. Beda pula hasilnya.(dis)

Tags: Catatan Dahlan Iskan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pemkab Serang Bakal Lengkapi Honorer K-2 dengan SK Dinas

Next Post

Pemkab Lebak Izinkan Mobil Dinas Dibawa Mudik

Related Posts

Sayap Ekonom
Catatan Dahlan Iskan

Sayap Ekonom

by Agung S Pambudi
Rabu, 30 Juli 2025 08:11

Oleh:Dahlan Iskan DALAM hidup saya ada dua Tionghoa terkenal yang sengaja tidak mau mengubah nama: Kwik Kian Gie dan Goh...

Read moreDetails

Copot Kursi

Penasihat Komisaris

Hakka

Untung Ada Komentar

Dosa Ultah

Ultah

Penyelamatan

Guo Nian

Andrian

Next Post
Musim Mudik Tahun Ini, 900 Ribu Kendaraan Bakal Lalui Pantura

Pemkab Lebak Izinkan Mobil Dinas Dibawa Mudik

Sinar Mas Land dan Kawan Lama Group Bangun Mal Rp1,2 Triliun

Sinar Mas Land dan Kawan Lama Group Bangun Mal Rp1,2 Triliun

Ketua Panwaslu Kota Serang: Perang di Medsos Picu Pertikaian di Dunia Nyata

Ini Sanksi untuk ASN Pengujar Kebencian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Jumat, 17 April 2026 20:43
Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Jumat, 17 April 2026 19:54
Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Jumat, 17 April 2026 19:46
Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Jumat, 17 April 2026 19:25
Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Jumat, 17 April 2026 19:16
Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Jumat, 17 April 2026 18:32
Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Jumat, 17 April 2026 20:43
Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Jumat, 17 April 2026 19:54
Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Jumat, 17 April 2026 19:46
Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Jumat, 17 April 2026 19:25
Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Jumat, 17 April 2026 19:16
Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Jumat, 17 April 2026 18:32

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

by Redaksi
Jumat, 17 April 2026 20:43

RADARBANTEN.CO.ID - Esaunggul.ac.id, Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas akademik dan riset...

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

by Mulyadi
Jumat, 17 April 2026 19:54

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menunjukkan celurit yang digunakan 14 anak terduga pembunuh seorang pelajar, Jumat...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak