slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Sosial Budaya

Gara-gara Piza, Suami Terluka  

Aas Arbi by Aas Arbi
21-07-2018 17:40:59
in Sosial Budaya
Gara-gara Piza, Suami Terluka   
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Berkata jujur tentang keadaan sesungguhnya tanpa ada yang ditutup-tutupi, seharusnya sudah menjadi kewajiban setiap pasangan sebelum melangsungkan pernikahan. Hal itulah yang menjadi pelajaran berharga pasutri Jaji (45) dan Meli (43), keduanya nama samaran.

Sewaktu muda, Jaji terbiasa hidup keras banting tulang demi menambah penghasilan orangtua. Terlahir dari keluarga sederhana, ayah petani dan ibu berkebun, Jaji yang besar di salah satu kampung di Kecamatan Petir, tumbuh menjadi pemuda pekerja keras dan pantang mengeluh.

Baca Juga :

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

Meski begitu, mungkin karena faktor keturunan, Jaji memiliki tubuh kecil tapi lincah. Kalau dilihat dari cara berbicara lengkap dengan senyum hangatnya, anak kedua dari lima bersaudara itu tampak ramah dan bersahaja. Ditemui wartawan di salah satu pasar di Kota Serang, Jaji bercerita tentang kisah rumah tangga yang sempat didera masalah.

Lain Jaji lain pula dengan Meli. Wanita yang tinggal di kampung sebelah dari rumah Jaji itu memiliki paras cantik. Jaji mengaku, sang istri sebenarnya terlahir dari keluarga berada. Ayah punya banyak sawah dan tanah, ibu juga mempunyai bisnis warung sederhana. Anehnya, seolah memang tak tertarik dengan gemerlap kehidupan dunia, Meli berpenampilan sederhana. Anak terakhir dari tiga bersaudara itu menjadi anak kesayangan orangtua.

Singkat cerita, mungkin sudah jodoh dari Yang Mahakuasa. Hubungan pertemanan kedua orangtua menjadi jalan menuju pelaminan. Berawal dari obrolan santai, ide menikahkan kedua anak mereka pun menjadi rencana serius yang wajib diwujudkan.

Tak menunggu waktu lama, segala persiapan diatur orangtua, Jaji dan Meli pun melangsungkan resepsi lamaran. Hebatnya, mereka langsung merasa nyaman dan mencintai satu sama lain. Dua bulan kemudian, pernikahan pun dilaksanakan. Mengikat janji sehidup semati, Jaji dan Meli resmi menjadi sepasang suami istri.

Di awal pernikahan, dengan situasi yang baru saling mengenal, Jaji dan Meli lebih banyak diam seolah ingin menjaga perasaan satu sama lain. Meski begitu, dengan sikap lembut dan kalemnya, Jaji mampu mengontrol sang istri menjadi wanita yang manut pada suami.

Beruntung, Meli juga termasuk perempuan yang tidak neko-neko. Asal bisa menerima dan menyayangi, ia akan baik dan melayani suami setulus hati. Ibarat sepasang raja dan permaisyuri, rumah tangga mereka rukun bersahaja. Dengan segala fasilitas orangtua, keduanya hidup bahagia.

Tak terasa, berjalan dua tahun usia pernikahan, lahirlah anak pertama membuat hubungan mereka semakin mesra. Kedua keluarga pun tampak bergembira menyambut kehadiran sang bayi laki-laki lucu anak Meli. Hebatnya, seolah meresapi betul pepatah banyak anak banyak rezeki. Dengan kehadiran sang bayi, Jaji mendapat pekerjaan sebagai karyawan di salah satu showroom motor tak jauh dari rumah.

“Ya alhamdulillah, Kang. Walau upahnya enggak seberapa, ya minimal saya enggak nganggur,” ungkap Jaji.

Meski di awal-awal sempat merasa tak nyaman, Jaki tak patah semangat. Ia tetap bersyukur dan menjalani tugasnya dengan baik. Dan berkat keuletan serta sikap pantang menyerah, Jaji disenangi bosnya, perlahan upahnya pun meningkat. Ia bisa membeli sesuatu untuk istri dan mertua. Widih, ngebeliin apa, Kang?

“Ya biasalah, kalau gajian saya bawa makanan. Kadang beli pakaian tapi ya yang biasa. Soalnya buat nabung pengin beli rumah, Kang,” curhat Jaji.

Namun, yang namanya menumpang di rumah mertua, ditambah menikmati hidup berkecukupan, nyatanya mereka tak bisa lepas dari masalah. Dengan segala fasilitas yang ada, di tahun keempat pernikahan, Jaji dan Meli mendapat cobaan yang sebenarnya tidak besar, tapi bisa berakibat fatal. Wih, kenapa tuh, Kang?

Di suatu malam sepulang bekerja, Jaji tersenyum semringah sambil menghitung uang gajian di tangannya. Ia berjanji pada sang istri akan membawakan makanan kesukaan, yaitu piza dan burger. Dalam benaknya terbayang wajah istri dan kedua mertua tersenyum bahagia.

Tak sabar ingin segera menemui istrinya, setelah membeli makanan, Jaji lekas tancap gas menuju rumah. Ia disambut senyum hangat Meli di depan pintu. Sambil menggendong sang buah hati, Meli mencium lengan Jaji dan mengambil makanan yang dijanjikan. Duh, mesranya!

Tak disangka, di ruang tengah tempat biasa kumpul keluarga, malam itu kakak Meli bersama istrinya berkunjung ke rumah. Meski lelah dan letih menerpa, demi menghargai kakak iparnya, Jaji ikut nimbrung mengobrol bersama. Tak lama kemudian, dari pintu dapur Meli datang membawa makanan.

“Ini oleh-oleh uang gajian dari Kang Jaji, ayo kita makan!” kata Jaji meniru ucapan Meli malam itu.

Semua saling berebut, Meli membagi rata makanan sampai tak tersisa. Tak disangka, sang kakak ipar menanyakan pekerjaan Jaji. Ia pun menjawab kalau bekerja di showroom motor milik tetangga kampung sebelah. Parahnya, entah bercanda atau memang niat menghina, omongan sang kakak ipar menyakiti hati Jaji. Waduh, memang ngomong apa, Kang?

“Saya suka sedih kalau ingat omongan dia. Masa dia bilang, alah, cuma kerja showroom, paling juga cuma jadi tukang sapu dan ngepel doang, segala beli burger dan piza. Kalau sudah kaya, baru pantas makan begituan,” ungkap Jaji seperti yang dikatakan kakak iparnya.

Saat itu juga, tanpa berkata apa-apa dengan napas yang mulai tak beraturan, Jaji melangkah pergi. Sang istri yang memahami apa yang terjadi. Ia berulang kali memanggil suaminya, tetapi Jaji telanjur sakit hati. Ia pulang ke rumah orangtua.

Keesokannya, Meli datang membawa anaknya. Saat itu Jaji meminta tinggal di rumahnya bersama orangtua. Meli menolak, ia tak mau lantaran rumah Jaji jauh dari pasar dan jalan utama. Tak hanya itu, kalau dibandingkan, tentu kondisinya jauh lebih layak rumah Meli. Apa mau dikata, keributan pun terjadi.

Setelah dirundingkan bersama keluarga, lantaran tak ada yang mau mengalah, Jaji dan Meli sempat pisah rumah. Jaji tinggal di rumah orangtuanya, sesekali datang menjenguk istri dan buah hati. Sampai suatu ketika, mungkin merasa bersalah, sang kakak ipar meminta maaf atas ucapannya. Jaji pun kembali tinggal bersama Meli.

Ya ampun, sabar ya Kang Jaji. Semoga dapat kerjaan yang lebih baik supaya enggak dihina lagi. Semangat ya, Kang! (daru-zetizen/zee/dwi/RBG)

Tags: Love Story
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

PT Nikomas Batalkan PHK 3.000 Karyawan

Next Post

Eden Hazard: Main di Real Madrid Impian Semua Pemain

Related Posts

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus
Love Story

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

by Redaksi
Rabu, 26 Januari 2022 16:41

Amarah Santi (35) nama samaran, tak bisa padam saat tahu kalau suaminya, sebut saja Joko (38) mendownload aplikasi yang bisa...

Read moreDetails

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

Ketahuan Bawa Penumpang, Mobil Dilelang

Suami Butuh Kehangatan, Malah Diacuhkan

Demi Janda, Rela Jual Sawah

Awalnya Diragukan, Sudah Kaya Jadi Tumpuan

Mantanku Teman Baik Suamiku

Terlalu Dikekang, Rumah Rasa Medan Perang

Next Post
Eden Hazard: Main di Real Madrid Impian Semua Pemain

Eden Hazard: Main di Real Madrid Impian Semua Pemain

15 Bakal Calon DPD Belum Penuhi Persyaratan 

15 Bakal Calon DPD Belum Penuhi Persyaratan 

Birokrat di Banten Banting Setir Jadi Politisi 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Sekjen PGIN (Perkumpulan Guru Inpassing Nasional) Provinsi Banten Fahru Rijal (kanan) tengah berbincang dengan Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang Solekhudin (kiri) di dalam ruang kerja Fraksi PPP DPRD Kabupaten Pandeglang, Senin, 18 Mei 2026.

Gaji Hanya Rp300 Ribu, Guru Madrasah Menuntut Diangkat ASN PPPK

Selasa, 19 Mei 2026 12:45
Ketua KONI Kota Cilegon Irfan Ali Hakim bersama jajaran pengurus saat memberikan arahan dan motivasi kepada atlet yang menjalani latihan persiapan menghadapi Porprov Banten 2026 di Stadion Seruni, Senin 18 Mei 2026.

KONI Cilegon Pantau Latihan Atlet Jelang Porprov 2026, Target Tambah Medali Emas

Selasa, 19 Mei 2026 09:44
Petugas Kodim 0623 Cilegon saat proses pengerjaan sumur bor di Pulomerak pada program TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon.

10 Titik Sumur Bor TMMD 128 Tuntas, Warga Pulomerak Tak Lagi Krisis Air Bersih

Selasa, 19 Mei 2026 09:38
Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila usai sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Gedung Training Center Dindikbud Kota Cilegon, Senin 18 Mei 2026.

Catat! Ini Jadwal Lengkap SPMB Cilegon Tahun 2026

Selasa, 19 Mei 2026 09:34
Salah satu pelaku diperiksa di Polsek Anyer

Suami Lama Tak Pulang, Ibu dan Anak di Anyer Buang Bayi Perempuan

Selasa, 19 Mei 2026 09:15
Abah Jempol di Pengadilan Negeri Serang

Tipu Dokter Rp1 Miliar dengan Modus Taruna Akpol, Abah Jempol Dituntut 3,5 tahun Penjara

Selasa, 19 Mei 2026 09:05
Sekjen PGIN (Perkumpulan Guru Inpassing Nasional) Provinsi Banten Fahru Rijal (kanan) tengah berbincang dengan Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang Solekhudin (kiri) di dalam ruang kerja Fraksi PPP DPRD Kabupaten Pandeglang, Senin, 18 Mei 2026.

Gaji Hanya Rp300 Ribu, Guru Madrasah Menuntut Diangkat ASN PPPK

Selasa, 19 Mei 2026 12:45
Ketua KONI Kota Cilegon Irfan Ali Hakim bersama jajaran pengurus saat memberikan arahan dan motivasi kepada atlet yang menjalani latihan persiapan menghadapi Porprov Banten 2026 di Stadion Seruni, Senin 18 Mei 2026.

KONI Cilegon Pantau Latihan Atlet Jelang Porprov 2026, Target Tambah Medali Emas

Selasa, 19 Mei 2026 09:44
Petugas Kodim 0623 Cilegon saat proses pengerjaan sumur bor di Pulomerak pada program TMMD ke-128 Kodim 0623/Cilegon.

10 Titik Sumur Bor TMMD 128 Tuntas, Warga Pulomerak Tak Lagi Krisis Air Bersih

Selasa, 19 Mei 2026 09:38
Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila usai sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Gedung Training Center Dindikbud Kota Cilegon, Senin 18 Mei 2026.

Catat! Ini Jadwal Lengkap SPMB Cilegon Tahun 2026

Selasa, 19 Mei 2026 09:34
Salah satu pelaku diperiksa di Polsek Anyer

Suami Lama Tak Pulang, Ibu dan Anak di Anyer Buang Bayi Perempuan

Selasa, 19 Mei 2026 09:15
Abah Jempol di Pengadilan Negeri Serang

Tipu Dokter Rp1 Miliar dengan Modus Taruna Akpol, Abah Jempol Dituntut 3,5 tahun Penjara

Selasa, 19 Mei 2026 09:05

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Sekjen PGIN (Perkumpulan Guru Inpassing Nasional) Provinsi Banten Fahru Rijal (kanan) tengah berbincang dengan Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang Solekhudin (kiri) di dalam ruang kerja Fraksi PPP DPRD Kabupaten Pandeglang, Senin, 18 Mei 2026.

Gaji Hanya Rp300 Ribu, Guru Madrasah Menuntut Diangkat ASN PPPK

by Purnama Irawan
Selasa, 19 Mei 2026 12:45

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID- Guru madrasah swasta di Kabupaten Pandeglang menuntut kepada pemerintah pusat agar dapat diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian...

Ketua KONI Kota Cilegon Irfan Ali Hakim bersama jajaran pengurus saat memberikan arahan dan motivasi kepada atlet yang menjalani latihan persiapan menghadapi Porprov Banten 2026 di Stadion Seruni, Senin 18 Mei 2026.

KONI Cilegon Pantau Latihan Atlet Jelang Porprov 2026, Target Tambah Medali Emas

by Adam Fadillah
Selasa, 19 Mei 2026 09:44

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pengurus KONI Kota Cilegon mulai memanaskan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026. Melalui Bidang Pembinaan...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak