BATUCEPER – Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah melakukan pemantauan langsung saluran pipa air bersih yang mengalami kebocoran di lokasi Jalan Halim Perdana Kusuma, Kecamatan Batuceper, Minggu (16/9).
Pasalnya, akibat kebocoran pipa tersebut pelayanan air bersih lumpuh. Dan sekitar 20 ribu pelanggan diprediksi akan mengalami kesulitan air bersih. Dalam pemantauan tersebut, orang nomor satu Kota Tangerang ini sempat menggerutu saat melihat proyek pekerjaan perbaikan pembenahaan pipa bocor masih belum rampung.
Bahkan, dia sempat menanyakan kenapa berhentinya proses pengerjaan perbaikan terhadap pipa tersebut. ”Sengaja kami pantau, ingin tahu sudah sejauh mana pekerjaan pebaikan pipa yang bocor ini. Ini harus cepet dibenerin,” ujar Arief.
Arief meminta kepada Dirut PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang yakni Sumarya untuk menerapkan sistem shift kepada para pekerja yang melakukan perbaikan. Hal ini dilakukan agar proses perbaikan segera selesai. ”Kita kan sebenernya diburu waktu, apalagi galiannya masih kurang pas lokasinya. Jadi jangan sampai pekerjaan berhenti, sistem kerjanya mesti diubah dong,” imbuhnya.
Sementara, jika dalam pengerjaan mengalami kendala terkait alat berat, pihaknya meminta agar jajaran PDAM segera menghubungi Dinas PUPR untuk melakukan koordinasi.
Terpisah, Direktur PDAM TB Kota Tangerang Sumarya menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan 20 ribu pelanggan yang terdampak akibat kebocoran pihaknya berkeliling selama 24 jam full. Sejumlah mobil tangki air pun sudah diterjunkan ke rumah penduduk. ”Terutama di daerah Cipondoh, karena sebagian besar yang terdampak di sana. Sedangkan untuk Bandara Soetta pasokan aman,” ucap Sumarya.
Terkait arahan dari walikota, kata Sumarya, pihaknya akan segera melaksanakan secepatnya. ”Tentu itu menjadi atensi utama kami, semoga kerusakan ini bisa segera kami selesaikan,” harapnya.
Warga Baruceper Ander mengatakan, pihaknya mengeluhkan mengenai persoalan ini. Keluarganya kesulitan air bersih lantaran kejadian pipa bocor di lokasi itu. ”Jadi susah kalau begini, air mati. Kalau mau ngambil air bantuan di mobil tangki juga lama harus ngantre,” pungkasnya. (Gugun/RBG)










