MASA pendaftaran calon aparatur sipil negara (ASN) tinggal sepekan lagi. Namun, hingga kemarin belum ada peningkatan jumlah pelamar yang signifikan. Padahal, Badan Kepegawaian Negara (BKN) semula memprediksi bahwa pelamar tahun ini mencapai 6 juta orang. Nyatanya, sejak dibuka pada 26 September lalu, hingga kemarin sore angka pendaftar baru sekitar 200 ribuan orang.
Berdasarkan data tim publikasi sistem seleksi calon ASN nasional (SSCN) BKN pukul 16.00 WIB kemarin (2/10), jumlah pelamar sebanyak 284.740 orang. Sementara pelamar yang sudah berstatus terverifikasi oleh instansi hanya 58.626 orang.
Kementerian Hukum dan HAM masih menjadi instansi dengan jumlah pelamar terbanyak, yakni 68.860 orang. Disusul Kementerian Agama (34.388 orang), Kejaksaan Agung (7.924 orang), Badan Pertanahan Nasional (6.565 orang), dan Mahkamah Agung (6.005 orang).
Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengakui bahwa pelamar calon ASN belum banyak. Pada pekan pertama pendaftaran, masih banyak keluhan server lemot hingga tidak berjalan sama sekali. Puncaknya, Minggu (30/9) dini hari lalu BKN memutuskan untuk menghentikan sementara layanan pendaftaran melalui sscn.bkn.go.id. Waktu penghentian selama sekitar lima jam itu digunakan untuk meningkatkan kapasitas server.
“Alhamdulillah, hari ini (kemarin-red) jumlah pendaftar mulai meningkat dibandingkan hari sebelumnya,” katanya. Pada Senin (1/10) pukul 16.00 WIB, jumlah pendaftar mencapai 91.917 orang. Lalu pada Selasa (2/10) pukul 16.00 WIB, angkanya menjadi 284.740 orang.
Ridwan lantas menceritakan kenapa dua hari terakhir ada peningkatan jumlah pelamar calon ASN. “Selain hasil evaluasi dan perbaikan yang dilakukan internal BKN, dukungan dari Ditjen Dukcapil (Kemendagri-red) juga luar biasa,” katanya.
Dia menjelaskan, Ditjen Dukcapil Kemendagri sudah meningkatkan akses NIK berlipat-lipat. Ketika awal diluncurkan pada 26 September lalu, akses kuota NIK dibatasi satu juta per hari. Kemudian karena ada permintaan akses NIK yang tinggi, secara bertahap kuota akses ditambah. Mulai dari 1,5 juta per hari menjadi 2 juta per hari.
“Saat ini akses (NIK-red) di laman sscn.bkn.go.id sudah ditingkatkan menjadi 3,5 juta akses per hari,” katanya. Ditjen Dukcapil juga meningkatkan koneksi bandwidth sebesar 20 kali lipat. Dari semula 512 kbps menjadi 10 Mbps. Peningkatan bandwidth tersebut diharapkan mempercepat proses registrasi pendaftaran online calon ASN.
Sementara itu, sampai tadi malam belum semua instansi yang mendapatkan kuota calon ASN masuk ke pusat data sscn.bkn.go.id. Akibatnya, instansi-instansi tersebut belum bisa dilamar oleh masyarakat. “Untuk instansi pusat tinggal Kemenristekdikti,” katanya. Dia menjelaskan, pendaftaran untuk Kemenristekdikti tinggal menunggu hasil verifikasi dan validasi oleh BKN. Banyaknya formasi di Kemenristekdikti membuat proses verifikasi dan validasi butuh waktu.
Untuk tingkat pemda, masih ada 18 pemda yang belum bisa dilamar di website sscn.bkn.go.id. Namun, Ridwan belum bisa memerinci data 18 pemda tersebut.
Jawa Pos berupaya mencari konfirmasi terkait terlambatnya pendaftaran calon ASN di Kemenristekdikti melalui Sekjen Kemenristekdikti Ainun Naim. Namun, sampai berita ini ditulis, guru besar asal UGM Jogjakarta itu belum memberikan tanggapan. Beredar kabar bahwa lowongan calon ASN di Kemenristekdikti yang didominasi dosen baru bisa dilamar mulai hari ini (3/10).
Untuk daerah-daerah yang terkena dampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, ternyata sudah bisa dilamar. Saat dilakukan pengecekan tadi malam, masyarakat sudah bisa melamar calon ASN baru untuk Pemkot Palu. (JPG/RBG)









