CILEGON – Perbaikan tahap kedua Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang ambrol akibat banjir pada April 2018 lalu ditargetkan bakal rampung akhir bulan depan, November 2018. Perbaikan JLS merupakan salah satu komitmen kalangan industri yang ada di Kota Cilegon.
Koordinator perbaikan JLS tahap kedua dari pihak industri Malim Hander Joni mengungkapkan, selain membangun badan jalan dengan cara dibeton, industri pun akan membangun turap atau tembok penahan tanah di samping kiri dan kanan JLS yang sempat ambrol akibat banjir tersebut.
Joni menjelaskan, turap itu dibangun untuk menahan debit air yang menggalir di Sungai Temiang dan tidak menggerus dinding jalan JLS. “Karena kalau air masuk dan gorong-gorong tidak terkover turap akan tergerus, kita khawatir akan ambrol lagi, kan sayang uang pemerintah sudah banyak dikeluarkan kalau ambrol lagi,” ujar Joni kepada Radar Banten, Senin (15/10).
Ia melanjutkan, turap yang akan dibangun masing-masing selebar lima meter dengan tinggi enam setengah meter. Ia berharap, sebelum musim hujan, pembangunan turap itu selesai sehingga siap menerima kedatangan debit air yang sangat besar.
Hujan dengan intensitas rendah dengan durasi kurang dua jam menurut Joni tidak akan memengaruhi proses pembangunan turap dan perbaikan jalan. Justru hujan dengan intensitas seperti itu membantu pembangunan turap. “Kalau terlalu panas bisa pecah, kita harapkan bisa linier, hujan satu jam dua jam itu oke,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Joni, kontraktor sedang membangun turap dan menggali badan jalan bagian kiri dari arah Pondok Cilegon Indah (PCI). Pengerjaan perbaikan jalan itu akan dilakukan separuh jalan terlebih dahulu agar separuh lainnya bisa dilalui kendaraan.
Dana yang sudah terkumpul untuk proyek tersebut Rp770 juta. Menurutnya, tidak semua industri berkontribusi dengan menyumbang uang, sebagian ada menyumbang material yang diperlukan untuk perbaikan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon Nana Sulaksana mengaku, saat ini perbaikan JLS yang ambrol sedang dikerjakan oleh para industri yang berkomitmen membantu memperbaiki jalan tersebut. “Target pekerjaan hingga 30 November mendatang oleh industri. Sesuai dengan rencana, pekerjaan yang dilakukan mulai dari TPT (tembok penahan tanah) hingga betonisasi,” kata Nana ditemui di sela acara pembukaan TMMD ke-103 Kodim 0623/Cilegon di lapangan Kampung Baru, Lebakgede, Kecamatan Pulomerak, Senin (15/10) siang.
Nana menambahkan, untuk pemenang lelang perbaikan JLS masih dikerjakan oleh PT Pusaka Bunda. Namun, untuk anggaran tetap komitmen dari para industri. “Masih tetap pemenang tendernya PT Pusaka Bunda. Tapi, anggarannya dari bantuan industri itu. Untuk sistem pekerjaannya sendiri tidak 24 jam,” imbuhnya. (Bayu M-Andre AP/RBG)











