MANCHESTER – Manchester United masih sempurna di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer. Manajer asal Norwegia itu bisa mencatatkan rekor rentetan kemenangan di Premier League. MU akan menjamu Burnley pada lanjutan Liga Inggris tengah pekan ini. Pertandingan di Old Trafford itu akan berlangsung Rabu (30/1) dini hari.
MU sudah melaju delapan pertandingan selalu menang di bawah asuhan Solskjaer. Sementara di Liga Inggris, enam kemenangan berhasil digapai. Catatan itu sama dengan laju kemenangan Josep Guardiola dan Carlo Ancelotti. Selain catatan tersebut, Opta juga melansir data-fakta lain menjelang Man United vs Burnley.
Man United menelan kekalahan pertama dari Burnley pada Agustus 2009. Sejak saat itu, Setan Merah tak pernah kalah lagi dalam delapan pertemuan terakhir melawan Burnley dengan rincian lima menang dan tiga imbang.
Sementara itu, Burnley puasa kemenangan dalam 19 laga tandang melawan Man United di semua kompetisi. Catatannya tujuh kali imbang dan 12 kali kalah. Kemenangan terakhir di kasta tertinggi sepakbola Inggris terjadi pada September 1962, Burnley membawa pulang kemenangan 5-2.
Kemudian, saat berlaga besok, MU menjadi tim Premier League dengan persentase kemenangan tertinggi, 62,5 persen. MU memetik 30 kemenangan dalam 48 pertandingan. Manajer Burnley, Sean Dyche, juga mempunyai rekor oke saat berlaga dini hari nanti. Rinciannya tiga kali menang dan dua kali imbang dalam lima pertandingan.
Namun, Burnley kurang oke saat melawan tim enam besar. Dalam empat pertandingan tandang terakhir, mereka selalu kalah dengan skor 1-14. Terakhir kali menang melawan big six pada laga pembuka 2017/2018. Sebanyak 45 persen dari 22 angka yang diraih oleh Burnley di Premier League musim ini didapat pada empat laga terakhir. Sementara 41 persen poin MU sejauh ini diraih di bawah asuhan Solskjaer.
Di sisi lain, Striker MU, Romelu Lukaku, terlibat pada enam gol dalam enam laga Premier League melawan Burnley. Rinciannya mencatatkan empat gol dan dua assist. Sedangkan Marcus Rashford selalu mencetak gol dalam empat laga di Premier League. Kalau mencetak gol lagi saat MU melawan Burnley, Rashford akan menjadi pemain termuda ketiga yang mencetak gol beruntun di Premier League, masih kalah dari Nicolas Anelka pada 1998 dan Jose Antonio Reyes pada 2004.
Menanggapi sederet hasil positif, kiper MU De Gea meminta rekan-rekannya tidak berpuas diri. “Kami masih di luar zona Liga Champions dan sangat jauh dari gelar juara Premier League. Kami senang dengan kemenangan-kemenangan, tapi belum puas terkait situasi secara menyeluruh,” jelas kepada Sky Sports.
Kiper Spanyol itu sadar, mustahil untuk bisa menjadi juara liga. Selisih dengan Liverpool kini sudah sangat lebar, mencapai 16 angka. “Mustahil memenangi Premier League. Itu yang kami inginkan sebelum musim bergulir, karena ini klub yang harus memenangi trofi. Kami ingin kembali ke posisi Liga Champions, yang akan menjadi usaha sulit. Tapi, kami berhasil memangkas selisih angka sejauh ini. Kami akan bertarung sampai akhir dan jika mempertahankan performa, kami akan memenangi banyak laga lagi,” kata eks kiper Atletico Madrid itu. (RBG)









