SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berencana akan mempertahankan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Serang Berkah Mandi (SBM).
Meskipun saat ini PT SBM tengah tengah tersangkut kasus korupsi, namun Pemkab Serang menilai jika PT SBM memiliki potensi yang sangat besar apabila dikelola dengan baik. Bahkan diprediksi PT SBM Bisa menjadi BUMD paling besar di Kabupaten Serang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Serang, Zaldi Dhuhana, mengatakan langkah pertama yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan potensi dari PT SBM ialah dengan melakukan perombakan secara total.
Selain itu salah satu upaya yang dilakukan juga ialah dengan mengisi jajaran direksi dengan orang-orang dari kalangan profesional.
“Jadi artinya direksi yang akan kita pilih adalah direksi yang justru bisa menarik modal atau bisa bekerja sama dengan pihak lain,” katanya, Jumat 8 Mei 2026.
Ia mengatakan, komisaris independen dan komisaris perwakilan pemerintah akan segera membentuk pansel untuk melaksanakan open biding untuk memilih direksi PT SBM.
“Nanti akan kita umumkan siapa yang mau menjadi komisaris PT SBM. Terbentuk komisaris terpilih, satu perwakilan pemerintah ini ga perlu open biding karena ditunjuk oleh pemegang saham. Lalu kalau sudah ada komisaris independen dan perwakilan pemerintah, maka RUPA untuk pansel direksi,” ujarnya.
Hal tersebut dilakukan karena Zaldi menilai PT SBM memiliki potensi yang sangat besar, bahkan diantara seluruh BUMD yang ada di Kabupaten Serang, PT SBM memiliki peluang untuk menjadi BUMD terbesar.
“Mungkin di antara semua BUMD mungkin nanti yang paling besar itu justru SBM dibandingkan BPR atau PDAM. Potensinya memang sangat besar,” ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini PT SBM masih memiliki dana sebesar Rp400 juta. Namun anggaran tersebut masih di hold oleh kejaksaan karena PT SBM tengah dalam proses hukum. “Ini di hold sampai menunggu proses terbentuknya atau ditunjuknya direksi baru,” ujarnya.
Zaldi mengatakan, jika kewajiban saham dari Pemkab Serang ke PT SBM seluruhnya sudah terpenuhi. Bahkan pada saat awal pendirian, Pemkab Serang sudah mengeluarkan penyertaan modal sebesar Rp22 miliar.
Nantinya, PT SBM akan diproyeksikan untuk menggarap sektor usaha dibidang pelabuhan. Karena, saat ini untuk wilayah Bojonegara dan Puloampel kapal tundanya berasal dari BUMD Kota Cilegon.
“Makanya kita akan menggarap itu, karena potensinya Rp10 miliar per tahun, tapi itu nanti jadi anak perusahaan,” ujarnya.
Ia memastikan agar seluruh direksi yang akan menjabat berasal dari kalangan profesional sehingga bisnis bisa berjalan dengan baik. Selain itu, akan ada pengawasan ketat yang akan dilakukan sehingga tidak ada pihak yang berani menyalahgunakan wewenang.
“Kasus SBM yang kemarin karena tidak ada pengawasan dari pemerintah. Dari komisaris tidak ada komisarisnya, dan pengawasan laporan bulanan juga tidak dilakukan. Sehingga banyak penyimpangan-penyimpangan,” katanya.
Meskipun demikian, pihaknya mengaku tidak akan melakukan penambahan penyertaan modal untuk PT SBM. “Makanya, direksi yang akan kita pilih ialah direksi yang bisa menarik modal, atau bisa bekerja sama dengan pihak lain. Artinya modalnya hanya Rp400 juta. Tapi dari potensi sudah banyak yang siap kerjasama,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani










