slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

BTP

Aas Arbi by Aas Arbi
02-02-2019 10:59:57
in Catatan Dahlan Iskan
BTP
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Oleh: Dahlan Iskan

Hati saya terombang ambing. Kadang pro Ahok. Kadang pro Vero. Kadang bela Ahok. Kadang bela ulama. Kadang senang Ahok. Kadang jengkel Ahok. Kadang percaya garis tangan. Kadang apalah itu garis tangan.

Baca Juga :

Groundbreaking, Harian Disway Siapkan Gedung Kantor Baru

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Saat lagi pro Ahok saya kesal pada Vero. Saat pro Vero saya sangat terharu pada sikapnya: yang tidak bicara apa pun tentang omongan, fitnah, hinaan padanya. Demi nama baik mantan suaminya.

Tapi tiba-tiba Ahok hilang. Atau menghilang.
Ada yang bilang Ahok menenangkan diri. Setelah badai menimpanya dari segala arah.

Ada yang bilang Ahok lagi asyik dengan mainan barunya.
Saya sudah terlanjur tidak percaya dua versi itu.

Tapi saya suka satu hal. Dari begitu banyak lalu-lintas medsos. Yang seperti banjir. Datang tanpa saya undang.
Sebetulnya saya suka dua hal. Tapi biarlah yang saya tulis yang satu ini dulu.

Soal BTP.

Sebagai pengganti panggilan Ahok.

Ide mengganti panggilan itu sebenarnya cerdas sekali. Secara ilmu komunikasi. Kalau Ahok memang masih menginginkan dunia politik.

Sebagai bukti bahwa Ahok bukanlah orang yang kaku. Yang hanya maunya sendiri.
Ia orang yang bisa berubah. Bahkan mau nama panggilannya pun diganti.

Tidak ada penjelasan konsultan politik mana yang mengusulkan itu. Atau bahkan ia sendiri yang menghendakinya.

“Saya tidak mau lagi dipanggil Ahok,” katanya. “Panggil saya BTP,” tambahnya.

Ahok telah berubah. Menjadi begitu luwesnya. Orang yang mau mengganti nama adalah orang yang paling fleksibel.

Secara ilmu komunikasi Ahok tentu berharap dua hasil. Setidaknya, konsultannya berharap begitu. Ia ingin menunjukkan bahwa dirinya sudah berubah. Bukan Ahok yang dulu. Yang keras. Yang kaku. Yang ucapannya selalu tajam.

Ia orang yang bisa berubah. Dan mau berubah.

Hasil lain yang diharapnya: Ahok ingin bahwa ia adalah ‘Indonesia’. Bukan ‘Hokkian ren’. Atau ‘Kwangtung ren’. Atau ‘Nanfang ren’.

BTP adalah Basuki Tjahaya Purnama. Bukan Zhong Wan Xue (钟万学).

Ahok ingin mengubah garis tangannya.

Bukankah itu bagian dari garis tangan bahwa ia dipanggil Ahok? Sejak kecil?

Tidak semua anak Tionghoa  mendapat nama panggilan seperti itu. Yang dimulai dengan huruf A di depannya. Seperti Ahok. Acai. Ahong. Ahui. Alai. Dan seterusnya.

Panggilan seperti itu khas orang Hokkian. Atau orang Nanfang. Orang dari bagian selatan Tiongkok. (Nan=Selatan).

Orang utara tidak mengenal itu. Orang Beijing, Tianjin, Dongbei tidak pernah mengenal nama panggilan yang dimulai dengan huruf A.

Cucu saya yang bernama Icha pernah mendapat nama panggilan Xiao Huai Dan (小坏蛋). Gara-gara sulit diatur. Saat umur lima tahun. Saat ikut menunggu saya di RS Tianjin. Icha tidak mendapat nama panggilan A-cha. Itu karena Tianjin di wilayah utara.

Ada cerita humor. Di buku pelajaran bahasa Mandarin saya dulu. Begini:
Suami isteri bertengkar. Kebetulan suami dari Nanfang. Isteri dari Beifang. Saat punya anak laki-laki sang suami memanggilnya A-Chai.

Isterinya tidak suka. Minta agar jangan pakai huruf A di depannya.

Suami-istri itu bertengkar. Tidak teguran selama dua hari. Tidur pun pisah. Pada hari ketiga sang suami ingin wawuhan. Tapi sulit cari cara memulainya.

Sang suami punya ide. Sebelum tidur ia menulis memo di kertas. Ditaruh di meja. Isinya: agar dibangunkan jam 6 pagi. Karena ada rapat penting.

Suami itu bangun kesiangan. Menegur isterinya: mengapa tidak dibangunkan?

Sang istri menjawab dengan kalem. “Sudah saya bangunkan,” ujar isterinya.

“Lihat itu memo  di atas meja. Sudah sejak jam 6 saya taruh di situ,” tambahnya.

Sang suami melihat ke meja. Di situ ada memo yang ditulis isterinya. Yang diletakkan di sebelah memo sang suami. Bunyinya: bangun, bangun, katanya mau ada rapat penting!

Waktu kecil awal BTP dipanggil Ahok pasti bapak-ibunya tidak bertengkar.

Maka sebenarnya sudah menjadi garis tangan BTP. Mendapat nama panggilan Ahok. Itu bagian dari garis tangannya sebagai orang keturunan Nanfang.

Seperti garis tangan saya juga. Tidak punya nama panggilan. Padahal teman-teman kecil saya memilikinya. Di desa saya di Magetan sana. Ada  yang dipanggil ‘Kuncung’, ‘Gudel’, ‘Ginuk’ dan sebagainya.

Kelak saya memang punya nama panggilan ‘Dis’. Berawal dari garis tangan saya: menjadi wartawan. Yang memang ada keharusan dari redaktur. Setiap menulis berita harus menyertakan kode di bagian akhir tulisan. Yang menandakan itu tulisan saya. Saya taruhlah kode ‘(dis)’ di belakang berita yang saya tulis.

Nama panggilan itu tetap ‘dis’ saat menjadi Dirut PLN. Hanya ditambahi kata Pak di depannya: Pak Dis.

Baru ketika jadi menteri berubah menjadi DI. Bukan saya yang mengubah. Tapi orang-orang sekitar saya. Jadilah saya Pak DI.

Terbawa sampai sekarang. Sampai menjadi nama media sekarang ini: DisWay. Bukan singkatan Dis dan Way. Tapi dari kata DI’s Way. Atau dua-duanya.

Itu garis tangan saya berikutnya. Yang juga ditentukan orang lain.

Apakah nama panggilan BTP akan benar-benar bisa menghapus Ahok? Saya tidak tahu. Garis tangannya sendirilah kelak yang menentukan.

Tapi saya yakin keluarga dekatnya tetap akan memanggilnya Ahok.

Tentu tidak ada yang mustahil. Apalagi di zaman medsos ini. Kalau saja setiap detik nama BTP disebut di medsos. Tidak henti-hentinya. Akan jadilah Ahok dipanggil BTP beneran. Seperti nama ARB sempat berhasil menggantikan sebutan Ical. Sebagai nama panggilan Abu Rizal Bakri.

Waktu itu Abu Rizal ketua umum Golkar. Ingin menjadi presiden. Nama panggilan Ical dianggap kurang baik. Secara komunikasi politik. Dalam bahasa Jawa-halus ‘ical’ berarti ‘hilang’. Atau ‘lenyap’.

Konsultan Ical tentu ingin ini: agar orang Jawa memilih jagonya itu. Bukan justru mengejek Abu Rizal sebagai ‘orang yang bakal hilang’.

Lalu komunikasi politik apa yang diharap dari Ahok menjadi BTP?

Saya tidak tahu. Belum pernah ada penjelasannya. Belum pernah dengar rumornya. Saya kurang bergaul belakangan ini.
Kalau memang harapannya jelas, saya akan melupakan menulis ‘Ahok’.

Saya akan selalu menulisnya ‘BTP’. Karena BTP-lah yang lebih disukai Ahok 2019.
Siapa tahu harapannya terkabul. (Dahlan Iskan)

*) Basuki Tjahaya Purnama (BTP) adalah mantan anggota DPR, bupati, Gubernur Jakarta Raya yang fenomenal. Baik karena Tionghoanya maupun kiprahnya. Dituduh menghina  Islam, kalah dalam pemilihan gubernur berikutnya, masuk penjara Brimob dua tahun, menceraikan Vero dengan tiga anak, akan mengawini Puput, wanita Jawa 21 tahun yang Polwan yang dulu ajudan Vero).

Tags: Catatan Dahlan IskanDisway
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Manchester City Vs Arsenal: Cari Kemenangan Pertama

Next Post

Kepala Sekolah Rangkap Jabatan

Related Posts

Groundbreaking, Harian Disway Siapkan Gedung Kantor Baru
Berita Utama

Groundbreaking, Harian Disway Siapkan Gedung Kantor Baru

by Bayu Mulyana
Kamis, 4 Juni 2026 20:12

SURABAYA – Harian Disway segera memiliki gedung kantor baru. Lokasinya sangat strategis, berada di Jalan Ketabang Kali, tepat di belakang...

Read moreDetails

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Bos Radar Banten Group Mashudi Ditunjuk Jadi Direktur Pemberitaan dan Jaringan Disway Group

Menkop Budi Arie: Koperasi Merah Putih Bisa Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sayap Ekonom

Copot Kursi

Penasihat Komisaris

Next Post
Kepala Sekolah Rangkap Jabatan

Kepala Sekolah Rangkap Jabatan

Pakai GPS Ponsel Saat Berkendara Dipenjara Tiga Bulan

Pakai GPS Ponsel Saat Berkendara Dipenjara Tiga Bulan

Warga dan Relawan Prabowo–Sandi Jalan Sehat di Rangkasbitung

Warga dan Relawan Prabowo–Sandi Jalan Sehat di Rangkasbitung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Bupati dan Wakil Bupati Tangerang Hadiri Silaturahmi Relawan RBR, Perkuat Sinergi Pembangunan

Bupati dan Wakil Bupati Tangerang Hadiri Silaturahmi Relawan RBR, Perkuat Sinergi Pembangunan

Minggu, 28 Juni 2026 07:21
PEPARPEDA IX Banten 2026, Kontingen Pandeglang Bawa Pulang Dua Medali Emas

PEPARPEDA IX Banten 2026, Kontingen Pandeglang Bawa Pulang Dua Medali Emas

Minggu, 28 Juni 2026 07:14
DPUPR Kabupaten Serang Rehabilitasi Dua Saluran Irigasi Rusak Berat di Tunjung Teja dan Baros

DPUPR Kabupaten Serang Rehabilitasi Dua Saluran Irigasi Rusak Berat di Tunjung Teja dan Baros

Minggu, 28 Juni 2026 07:13
Festival Ciomas Ngabring 2026 Siap Digelar, Libatkan Ribuan Warga dan Angkat Potensi Wisata

Festival Ciomas Ngabring 2026 Siap Digelar, Libatkan Ribuan Warga dan Angkat Potensi Wisata

Minggu, 28 Juni 2026 07:06
Diduga Gelapkan Uang Agen BRILink Rp24,8 Juta, Pria di Serang Diadili

Diduga Gelapkan Uang Agen BRILink Rp24,8 Juta, Pria di Serang Diadili

Minggu, 28 Juni 2026 07:00
Dua Pengedar Sabu di Serang Ditangkap, Polisi Ungkap Modus Tempel Pakai Titik Lokasi WhatsApp

Dua Pengedar Sabu di Serang Ditangkap, Polisi Ungkap Modus Tempel Pakai Titik Lokasi WhatsApp

Minggu, 28 Juni 2026 06:47
Bupati dan Wakil Bupati Tangerang Hadiri Silaturahmi Relawan RBR, Perkuat Sinergi Pembangunan

Bupati dan Wakil Bupati Tangerang Hadiri Silaturahmi Relawan RBR, Perkuat Sinergi Pembangunan

Minggu, 28 Juni 2026 07:21
PEPARPEDA IX Banten 2026, Kontingen Pandeglang Bawa Pulang Dua Medali Emas

PEPARPEDA IX Banten 2026, Kontingen Pandeglang Bawa Pulang Dua Medali Emas

Minggu, 28 Juni 2026 07:14
DPUPR Kabupaten Serang Rehabilitasi Dua Saluran Irigasi Rusak Berat di Tunjung Teja dan Baros

DPUPR Kabupaten Serang Rehabilitasi Dua Saluran Irigasi Rusak Berat di Tunjung Teja dan Baros

Minggu, 28 Juni 2026 07:13
Festival Ciomas Ngabring 2026 Siap Digelar, Libatkan Ribuan Warga dan Angkat Potensi Wisata

Festival Ciomas Ngabring 2026 Siap Digelar, Libatkan Ribuan Warga dan Angkat Potensi Wisata

Minggu, 28 Juni 2026 07:06
Diduga Gelapkan Uang Agen BRILink Rp24,8 Juta, Pria di Serang Diadili

Diduga Gelapkan Uang Agen BRILink Rp24,8 Juta, Pria di Serang Diadili

Minggu, 28 Juni 2026 07:00
Dua Pengedar Sabu di Serang Ditangkap, Polisi Ungkap Modus Tempel Pakai Titik Lokasi WhatsApp

Dua Pengedar Sabu di Serang Ditangkap, Polisi Ungkap Modus Tempel Pakai Titik Lokasi WhatsApp

Minggu, 28 Juni 2026 06:47

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Bupati dan Wakil Bupati Tangerang Hadiri Silaturahmi Relawan RBR, Perkuat Sinergi Pembangunan

Bupati dan Wakil Bupati Tangerang Hadiri Silaturahmi Relawan RBR, Perkuat Sinergi Pembangunan

by Mulyadi
Minggu, 28 Juni 2026 07:21

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Tangerang Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menghadiri kegiatan silaturahmi dan temu...

PEPARPEDA IX Banten 2026, Kontingen Pandeglang Bawa Pulang Dua Medali Emas

PEPARPEDA IX Banten 2026, Kontingen Pandeglang Bawa Pulang Dua Medali Emas

by Purnama Irawan
Minggu, 28 Juni 2026 07:14

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kontingen Kabupaten Pandeglang berhasil membawa pulang dua medali emas dan satu medali perak pada ajang Pekan Paralympic...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak