SERANG – Radar Banten kembali menorehkan prestasi. Pada ajang Awarding Night SPS dan Satu Dekade IPMA di Gedung Siola, Tunjungan, Surabaya, Kamis (7/2), Radar Banten meraih Silver Winner Surat Kabar Terbaik Regional Jawa IPMA 2019.
Penghargaan itu diberikan kepada Radar Banten untuk penerbitan edisi 24 Desember 2018. Pada edisi itu, Radar Banten menurunkan edisi liputan khusus bencana tsunami Selat Sunda.
Direktur Radar Banten Mashudi menerima langsung penghargaan tersebut yang diserahkan Walikota Surabaya Tri Rismaharini di Gedung Siola, Tunjungan, Surabaya, Kamis (7/2) malam.

Mashudi mengatakan, penghargaan tersebut adalah karya terbaik dari Radar Banten yang dipersembahkan spesial untuk para pembaca. Menurutnya, penghargaan itu akan menjadi motivasi bagi Radar Banten.
“Ini juga tentu menjadi kebanggaan bagi Radar Banten (penghargaan-red) karena karyanya juga diakui secara nasional, khususnya regiatan regional Jawa,” ungkapnya.
Pemimpin Redaksi Radar Banten Delfion Saputra mengaku bangga akan kinerja seluruh awak redaksi atas prestasi bergengsi Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat ini.
“Alhamdulillah kita sangat bersyukur. Ini tentunya menjadi motivasi awak redaksi untuk terus menciptakan karya-karya terbaik bagi warga Banten,” jelasnya.
KONGRES SPS
Sementara itu, Kongres Serikat Perusahaan Pers (SPS) XXV yang digelar siang harinya memilih HM Alwi Hamu sebagai ketua. Komisaris Utama Radar Banten itu akan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua SPS untuk periode 2019-2023.
“Terima kasih atas dukungan semua rekan-rekan peserta kongres. Ini semangat kita bersama untuk tetap menghidupkan SPS ini. Dengan begitu, amanah ini tentu tidak bisa saya tolak. Mari bersama-sama kita besarkan SPS,” ungkapnya usai prosesi pemilihan.
Dengan terpilihnya ketua umum, pimpinan sidang kongres H Syafriadi mengetuk palu sekaligus menutup Kongres XXV SPS. Selanjutnya, tim formatur, yakni ketua umum terpilih, mantan ketua harian Ahmad Djauhar dan Ketua SPS Jawa Barat akan menyusun kepengurusan.
Kongres hari terakhir juga dihadiri Ketua Umum SPS demisioner H Dahlan Iskan dan para pengurus SPS demisioner. Dahlan Iskan tampak senang karena ramai penerbit yang hadir pada kongres kali ini.
Dalam sambutannya pada acara Awarding Night SPS, Ketua SPS Alwi Hamu mengatakan, saat ini perusahaan media harus menghadapi tantangan yang cukup berat di era perkembangan teknologi yang semakin maju.
“Semua perusahaan berbagai bidang menghadapi disrupsi, baik di sektor keuangan, juga khususnya perusahaan pers yang dihadapi adalah perubahan teknologi,” katanya.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, menurutnya, perusahaan pers harus membuat inovasi tiada henti, seperti tema Awarding Night SPS ‘Kreativitas Tanpa Batas’. “Jadi kalau kita menghadapi tantangan seperti sekarang ini, jalan keluarnya yakni kerja keras dan kerja cerdas. Inovasi tiada henti, artinya kalau inovasi berhenti, berarti perusahaan pers mati,” ungkapnya.
Dia mencontohkan, dulu dalam mengirim pesan perlu menggunakan pos lalu dibawa dengan menggunakan kereta kuda, lalu ada mesin kendaraan dan mobil.
“Perubahan ini begitu cepat, tapi apakah mematikan perusahaan pers? Saya punya keyakinan tidak. Saya yakin surat kabar akan tetap hidup karena komunikasi diperlukan sejak dunia ada,” imbuhnya. (Aditya Ramadhan)










