SERANG – Pendidikan menjadi salah satu fokus Pemkot Serang lantaran masih banyak warga Kota Serang yang belum mengenyam pendidikan hingga SMA/sederajat.
Rata-rata lama sekolah di Ibukota Banten ini, baru mencapai 11 tahun atau setara dengan kelas dua SMP/sederajat. Padahal, kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu tolok ukur capaian indeks pembangunan.
Dalam rancangan Perencanaan Pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2023, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satunya dengan meningkatkan akses dan kualitas pendidikannya.
Berdasarkan pencapaian indikator kinerja utama (IKU) yang disusun, Pemkot menargetkan pada 2019 dan 2020 harapan lama sekolah (HLS) sebesar 12 tahun (SMA/sederajat). Lalu pada 2021 HLS sebesar 13 tahun, dan 14 tahun pada 2023.
Walikota Serang Syafrudin mengatakan, penyusunan RPJMD harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada di Kota Serang. Salah satunya, fokus pada pelayanan dasar di bidang pendidikan. “Saya lihat sejak dalam pembentukan Kota Serang, pelayanan dasar masih belum maksimal karena itu pelayanan dasar ini juga kunci pembangunan Kota Serang,” katanya di sela-sela Musyawarah RPJMD (Musrenbang) di Hotel Horison Ratu Ultima, Kota Serang, Kamis (21/2).
Terkait pendidikan, Syafrudin menyatakan HLS masih belum sesuai harapan. Bahkan masih ada warga yang hanya mengenyam pendidikan sebatas lulusan sekolah dasar (SD). “Pendidikan di Kota Serang masih rendah, masih ada yang buta huruf, dan lulus SD tidak melanjutkan,” katanya.
Orang nomor satu di Ibukota Banten itu mengaku telah menyiapkan beberapa program peningkatan mutu kualitas pendidikan. Juga pembenahan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan belajar mengajar. “Ke depan masyarakat Kota Serang minimalnya lulusan SLTA (SMA/sederajat). Jadi tidak ada lagi yang lulus di bawah SLTA,” ujar Syafrudin. (Supriyono)









