PANDEGLANG – Mayat dalam karung kembali ditemukan. Kali ini, warga menemukan sosok tanpa identitas dalam karung mengambang di Sungai Ciseukeut Timur, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Rabu (10/4) pukul 11.45 WIB. Sebelumnya pada Minggu (7/4), warga menemukan mayat dalam karung di pantai kawasan hotel Karibea, Desa Tegalpapak, Kecamatan Pagelaran.
Mayat mengambang dalam karung di Sungai Ciseukeut kemarin kali pertama ditemukan oleh Epul (30), seorang nelayan warga setempat. “Tempo hari (Selasa, 9/4) saya sudah melihat ada karung mengambang dan menyangkut di bambu-bambu penyangga oled (jaring tangkap ikan-red). Pertama melihat saya kira karung itu berisi sampah,” katanya kepada Radar Banten, kemarin.
Hari kedua, Rabu (10/4) siang, Epul seusai menjual kepiting kepada rekannya, Asnawi, masih melihat karung tersebut mengambang dengan pindah posisi menyangkut di perahu milik nelayan. Lantaran penasaran ingin mengetahui isi karung, Epul pun kembali menemui Asnawi untuk memberitahukan ada karung mengambang. Lalu, Asnawi dan Tri Saputra yang juga berprofesi sebagai nelayan mengecek karung tersebut. Keduanya kaget setelah melihat karung dari dekat terlihat ada kaki manusia menyembul keluar. Saat itu juga, Asnawi melaporkan temuan mayat dalam karung ke Polsek Panimbang.
Setelah mendapat laporan, anggota Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Panimbang mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi (police line) agar warga tidak mendekati lokasi. Mayat langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Panimbang dalam posisi masih di dalam karung.
Kanit Reskrim Polsek Panimbang Ipda Dasep Dudi Rahmat mengatakan, sosok tanpa identitas itu diduga korban pembunuhan, sama seperti temuan mayat sebelumnya di Pantai Karibea, Kecamatan Pagelaran. “Ya, dugaan sama, karung sama, dikemas dengan karung juga sama, cuma yang ini identitas belum diketahui lantaran masih menunggu hasil tim identifikasi,” kata Dasep kepada Radar Banten, kemarin.
Pada pukul 15.23 WIB, tim penyidik dari Polres Pandeglang membawa karung berisi mayat dari Puskesmas Panimbang ke RSUD dr Dradjat Prawiranegara, Serang. Kapolsek Panimbang AKP Sukarman membenarkan bahwa mayat dalam karung sudah dibawa ke Serang. “Menggunakan ambulans dan tim identifikasi juga meluncur ke Serang,” katanya melalui telepon seluler.
Sementara itu, Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, belum dapat menyimpulkan motif pembunuhan karena mayat belum diidentifikasi. Namun, Indra mengatakan, ada dugaan bahwa mayat dalam karung yang ditemukan kemarin sama dengan penemuan mayat sebelumnya yang menjadi korban pembunuhan.
“Sama mayatnya dalam karung. Cuma identitasnya belum diketahui karena belum diidentifikasi,” katanya.
MAYAT DI CIUJUNG
Kemarin, Nia Ramdani, pengamen asal Boyolali, Jateng, juga ditemukan tewas mengambang di Sungai Ciujung, Kampung Lebaksambel, Kelurahan Cijorolebak, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pukul 06.30 WIB. Polisi menduga Nia tewas tenggelam karena tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh.
Informasi yang dihimpun Radar Banten, pada Rabu (10/4) pagi, saksi Susilawati melihat korban mengambang di Sungai Ciujung. Namun, dia tidak berani mendekat dan langsung memberitahukan kepada masyarakat. Warga berdatangan ke pinggir sungai untuk melihat jasad pengamen yang mengambang dekat rakit tempat warga mencuci, mandi, dan buang air besar.
Ahmad Yani, warga Kampung Lebaksambel menyatakan, penemuan mayat perempuan yang mengambang di Sungai Ciujung menggegerkan warga Lebaksambel dan sekitarnya. Warga yang penasaran dengan informasi tersebut langsung mendekat ke sungai. Di sana, Ahmad Yani sudah melihat warga berkumpul. Di dekat rakit, dia melihat jasad Nia mengambang dan belum disentuh siapa pun.
“Saya mendengar kabar penemuan mayat dari tetangga. Karena penasaran, saya langsung ke sungai untuk melihat. Di pinggir sungai, warga sudah banyak yang berdatangan,” kata Ahmad Yani kepada Radar Banten, kemarin.
Warga melalui pengurus RT melaporkan penemuan mayat kepada aparat kepolisian. Polisi kemudian tiba di lokasi dan memasang garis polisi. Selanjutnya, mereka mengangkat jasad mayat perempuan tersebut ke atas rakit dan membawanya ke rumah sakit.
Kapolsek Rangkasbitung AKP Ugum Taryana mengatakan, mayat tersebut telah teridentifikasi, yakni bernama Nia Ramdani, warga Boyolali. Sehari-hari, Nia berprofesi sebagai pengamen di wilayah Rangkasbitung.
“Dia berasal dari Boyolali. Tiap hari, berprofesi sebagai pengamen,” terangnya.
Mantan kepala Polsek Cibadak itu menginformasikan, dari hasil visum luar tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Dugaan sementara, Nia tenggelam ketika mandi dan mencuci di tempat tersebut. Apalagi, beberapa rekan korban menginformasikan bahwa Nia hilang ketika mencuci pakaian di Sungai Ciujung pada Minggu (7/4) lalu.
“Hasil penyelidikan sementara, Nia Ramdani meninggal dunia akibat tenggelam. Namun demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memintai keterangan sejumlah saksi dari masyarakat dan teman korban,” tukasnya. (her-tur/alt/ira)









