SERANG – Dua pelajar SMP Satu Atap Cipinang, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, dibacok oleh sekelompok pelajar tak dikenal, Senin (29/4). Kedua korban dibacok saat melintas di Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal.
Peristiwa itu bermula saat korban bernama Suhendi (16) dan Ahyani (16) bersama puluhan pelajar lainnya konvoi untuk merayakan kelulusan sekolah. Rombongan yang terdiri dari 20 unit motor itu melaju dari arah Kecamatan Pamarayan menuju Kecamatan Tunjungteja. Di pertengahan jalan, tepatnya di sekitar Bendung Pamarayan, Kecamatan Cikeusal, rombongan diadang oleh enam pelajar tak dikenal menunggangi tiga unit motor.
Korban bersama rekannya berniat balik arah. Entah bagaimana, kedua rombongan itu terlibat cekcok dan berujung pada bentrok fisik. Bentrok itu menyebabkan Suhendi dan Ahyani terkena sabetan benda tajam.
Akibat sabetan benda tajam itu, Suhendi menerima 20 jahitan di bagian bokong. Sementara, bagian lengan kiri Ahyani juga harus menerima 30 jahitan. “Korbang langsung dilarikan ke Puskesmas Pamarayan, informasinya sudah pulang ke rumahnya masing-masing,” kata Kapolsek Cikeusal Ajun Komisaris Polisi (AKP) Mulyanto kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler (ponsel), tadi malam (29/4).
Dikatakan Mulyanto, kedua korban mengaku tidak mengenali pelaku lantaran mengenakan penutup wajah. “Tersangkanya mengenakan cadar, barang bukti juga tidak ditemukan,” katanya.
Sejauh ini, sambung Mulyanto, polisi telah memeriksa sejumlah saksi. Namun, kedua korban yang berasal dari Desa Pasirlimus, Kecamatan Pamarayan itu belum membuat laporan resmi.
“Orangtua korbannya sedang bekerja jadi TKI, bapaknya kerja di Jakarta, kalau ada laporan langsung kita tindaklanjuti,” kilahnya.
Sementara itu, Camat Cikeusal Iman Saiman saat dihubungi Radar Banten mengaku belum mengetahui kejadian tersebut. “Di mana? Saya baru tahu, nanti saya cari informasinya dulu ya,” katanya. (jek/nda/ira)









