LEBAK – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lebak bersama anggota TNI dan Polri melakukan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) menjelang bulan suci Ramadan. Operasi Pekat menyasar terminal, hotel, dan kontrakan yang diduga menjadi tempat prostitusi terselubung.
Dari hasil operasi pekat tersebut, Satpol PP bersama aparat gabungan berhasil mengamankan delapan orang wanita di kontrakan warna-warni, Terminal Kalijaga, dan Hotel Karisma. Bahkan, ada juga pasangan wanita tersebut yang membawa minuman keras, sehingga yang bersangkutan langsung dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan.
Kepala Bidang Tibum dan Tranmas Dinas Satpol PP Lebak Abdurazak membenarkan, Operasi Pekat Polri menjelang Ramadan untukmenciptakan suasana kondusif di masyarakat. Dia tidak ingin ada praktik prostitusi dan peredaran miras yang dapat mengganggu kekhusukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.
“Malam ini kita terjunkan 40 orang personel gabungan dari Satpol PP, TNI, dan Polri untuk melaksanakan operasi pekat di wilayah perkotaan. Hasilnya, ada delapan orang yang kita amankan. Mereka terindikasi terlibat dalam kegiatan prostitusi yang meresahkan masyarakat,” kata Abdurazak kepada wartawan, Jumat (3/5) dini hari.
Delapan orang tersebut kemudian dibawa ke kantor Dinas Satpol PP Lebak untuk didata dan diberikan pembinaan. Jika dikemudian hari delapan orang tersebut ditemukan mangkal lagi dan tertangkap maka Satpol PP akan memberikan sanksi yang lebih berat. Mereka telah melanggar Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Penyelenggaraan Kebersihan Ketertiban dan Keindahan (K3).
“Usai didata dan diberikan pembinaan, mereka kita pulangkan ke rumahnya masing-masing. Operasi Pekat ini rencananya akan terus kami lakukan sampai awal Ramadan,” ungkapnya.(Mastur)











