slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Gulai Cham

Redaksi by Redaksi
20-05-2019 08:19:03
in Berita Utama, Catatan Dahlan Iskan
Gulai Cham
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

“Masjid near me,” tulis saya di Google Search.

Muncullah nama dan lokasi beberapa masjid. Tapi jarak yang terdekat 60 km. Padahal waktu buka puasa tinggal satu jam lagi.

Baca Juga :

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Saya memang lagi di kota Biên Hòa saat itu. Sebuah kota kecil. Pusat industri yang sangat besar di Vietnam. Sekitar 60 km dari Ho Chi Minh City.

Tidak mungkin buka puasa bersama.

Dua hari kemudian saya buka Google Search lagi.

“Masjid near me.”

Jawabannya lebih tidak terjangkau. Yang terdekat hampir 200 km.

Saat itu saya sudah pindah ke kota Nha Trang. Di tengah Vietnam. Kota kecil yang lagi bangkit. Dengan potensi wisata pantainya.

Saya naik kereta dari Biên Hòa ke Nha Trang: 7 jam. Mirip kereta kita 15 tahun yang lalu. Dari delapan gerbong itu separo masih pakai kursi kayu. Keras. Separo lagi pakai kursi empuk. Yang mirip eksekutif. Kursinya bisa disetel derajat tegaknya.

Melihat kanan-kiri rel perasaan saya seperti ketika melintas di Flores tengah. Tanahnya kering. Sepanjang jalan yang terlihat hanya pohon jambu mente. Tanahnya berbatu.

Beda sekali dengan wilayah selatan Vietnam. Yang sangat subur. Sepanjang mata memandang hanya sawah dan sawah. Vietnam surplus beras selama ini.

Di Nha Trang saya juga tidak bisa buka bersama.

Saya masih ingin ke utara lagi. Ke sebuah kota yang di zaman kuno bernama Indrapura. Kota Indrapura di Vietnam!

Untuk ke Indrapura harus melewati kota kecil yang dulu bernama Vijaya. Yakni di zaman Majapahit.

Tapi saya pernah ke kota itu. Yakni saat saya ke Hội An. Yang pernah menjadi kota terbesar di Asia Tenggara. Mengalahkan Batavia, Siam, Temasek, Srivijaya dan seterusnya. Kini Hội An hanya kota kecamatan yang amat kecil.

Kota Indrapura itu sendiri sekarang bernama Da Nang. Posisi di Vietnam-nya tepat di tengah. Antara ujung selatan Vietnam dan ujung utara. Yang pernah jadi pangkalan terbesar tentara Amerika. Saat terjadi perang Vietnam tahun 1968-1975. Jatuhnya Da Nang ke tangan Vietkong menjadi awal kekalahan Amerika di perang Vietnam. Pesawat-pesawat pembom Amerika yang parkir di Bandara Da Nang diterbangkan ke arah Biên Hòa dan Saigon. Dengan pilot yang sudah membelot. Mengebom pesawat-pesawat Amerika sendiri di Biên Hòa.

Ketika kota Da Nang masih bernama Indrapura belum ada Google. Seandainya sudah ada jawaban “Masjid near me” pasti “500 meter”. Atau “1 km”. Paling jauh.

Zaman itu, abad ke 7, Indrapura masih menjadi bagian dari kerajaan Cham. Yang dalam buku sejarah kita kenal dengan Champa.

Yang salah satu putri tercantiknya diperistri raja ke tujuh Majapahit.

Nama kota Vijaya sendiri senasib dengan Indrapura. Hanya dikenal dalam sejarah. Kota Vijaya sekarang hanya dikenal sebagai Quy Nhơn.

Sudah sulit cari masjid di wilayah tengah Vietnam.

“Masjid near me,” tulis saya di Google Search. Tiga hari kemudian.

“1,2 Km,” jawab Google.

Saya kaget. Begitu dekatnya. Bisa jalan kaki. Waktunya masih cukup. Buka puasa baru satu jam lagi.

Saat itu saya memang sudah pindah kota: Ho Chi Minh City. Yang dulu bernama Saigon.

Masjid terdekat itu ternyata di pusat kota. Seandainya saya jadi menginap di Sheraton Saigon Hotel & Towers, azannya pun bisa kedengaran dari hotel. Masjid itu menempel di dinding utara Sheraton.

Hari itu saya sulit cari hotel. Sheraton pun penuh. Saat ke Sheraton saya tidak memperhatikan: ada masjid di sebelah temboknya.

Halaman masjid itu cukup luas.

Masjid di Ho Chi Minh City yang bersebelahan dengan Sheraton Saigon Hotel & Towers 

Saya ikut duduk-duduk di halaman itu. Di kursi kosong yang sebenarnya tempat satpam. Tiga kursi lagi sudah diduduki –dugaan saya- orang yang juga ingin berbuka puasa gratis di masjid itu.

“Assalamualaikum,” sapa saya.

Tiga orang itu serentak menjawab salam saya. Salah satunya bertopi putih. Berbaju panjang. Berjenggot. Masih sangat muda.

DI’s Way bersama jamaah masjid di Ho Chi Minh City. Beberapa di antaranya merupakan warga negara Indonesia yang sedang ada tugas di Vietnam

Saya sulit ngobrol dengan mereka. Tidak ada yang bisa berbahasa Inggris. Saya jelaskan bahwa saya dari Indonesia. Yang bertopi putih itu langsung serius. Seperti sedang berpikir keras.

“Apa kabar,” katanya tiba-tiba.

Rupanya ia tadi berpikir keras untuk mengingat sejumlah kata dalam Bahasa Indonesia.

“Kabar baik,” jawab saya. “Bisa berbahasa Indonesia?,“ tanya saya.

“Bi.. bi.. sa.. melayu. Sikik,” jawabnya dengan susah payah.

Kian senja kian banyak yang masuk halaman masjid. Salah satunya menyapa saya. Yang bertopi putih itu memperkenalkan saya dari Indonesia.

Yang baru datang itu langsung nerocos. Cakap Melayu. Lancar sekali. Namanya: Asy’ari bin Ismail.

“Kami ini orang Cham,” katanya. “Ia bukan orang sini,” tambahnya sambil menunjuk yang bertopi putih. “Ia ini orang Tabligh.”

Ternyata ada juga Jamaah Tabligh di Vietnam yang komunis. Yang kalau di Jakarta pusatnya di masjid Kebon Jeruk di Jalan Hayam Wuruk.

“Kami ada 13 orang Tabligh di masjid ini. Besok sudah akan pindah ke daerah lain,” ujar si topi putih lewat penerjemah Melayu.

Suku Cham sekarang sudah sangat minoritas di Vietnam. Tinggal sekitar 5 persen. Atau sekitar 4 juta orang. Umumnya tinggal di wilayah paling Selatan Vietnam. Yang berbatasan dengan wilayah paling Selatan Kamboja. Yang juga banyak suku Cham-nya.

Suku Cham inilah yang umumnya beragama Islam. Ahlus sunnah wal jamaah. Sebelum berbuka tahlil bersama dulu.

Dulunya kerajaan Cham sangat luas. Mencakup Vietnam selatan, Kamboja, sebagian timur Thailand dan semenanjung Malaysia.

Kerajaan Cham berbahasa Melayu lama. Kini tinggal sembilan kecamatan yang masih terbiasa dengan Bahasa Melayu.

Sambil tahlil kita sudah duduk berbaris berhadapan. Di teras masjid. Menghadap makanan di piring: kurma, ote-ote polos, dan pisang Ambon. Saya makan pisang dan ote-ote. Kurmanya biar di makan orang di depan saya. Hanya dua butir.

Waktu saya masuk masjid terlihat tiga anak muda memperhatikan saya. Lalu saling berisik. Saya salami mereka.

“Pak Dahlan Iskan ya?,“ tanyanya. “Tadi kami tidak yakin. Sekarang yakin. Ada tahi lalat di bawah mata,” katanya. Ternyata mereka tadi googling. Saat saya masih ngobrol di halaman. Cari foto saya. Untuk mencari tahi lalat itu.

Mereka ternyata Syafin Kurniawan (ITS kimia), Muhibudin (Unlam Banjarmasin) dan Dani Hamdani (Unisba Bandung). Lagi rapat di Ho Chi Minh. Mewakili perusahaan mereka Garuda Food.

Belakangan datang lagi dua anak muda Indonesia: Irvan Effendi dan Bambang Irwanto. “Kami lagi visit customer,” ujar Irvan, dari pabrik kertas rokok di Karawang. Banyak perusahaan rokok di Vietnam yang ternyata pakai kertas dari pabrik grup Djarum itu.

Sehabis salat maghrib saya bergegas balik ke hotel. Ada acara yang harus saya penuhi. Orang Cham tadi mengejar saya: harus ikut makan bersama.

Saya tetap pamitan. Ia tampak kecewa. Lalu lari ke arah dapur. Mengambil makanan. Agar saya membawanya. Saya cium aromanya: nasi dan gulai kambing.(Dahlan Iskan)

Tags: Disway
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Kendaraan Dinas Pemkab Serang Boleh Dipakai Mudik

Next Post

Diduga Gunakan Sabu, Tiga Honorer Disdukcapil Pandeglang Diciduk

Related Posts

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang
Berita Utama

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

by Agung S Pambudi
Sabtu, 8 November 2025 22:14

JAKARTA,RADARBANTEN.CO.ID - Disway Group menerima kunjungan Shonan Industrial Promotion Foundation (SIPF) dari Jepang. Direktur Keuangan Disway Group Verry Madur dan...

Read moreDetails

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Bos Radar Banten Group Mashudi Ditunjuk Jadi Direktur Pemberitaan dan Jaringan Disway Group

Menkop Budi Arie: Koperasi Merah Putih Bisa Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Disway Award 2024: Andra Soni Raih Penghargaan Sosok Inspiratif Generasi Muda

Dahlan Iskan Ajak Perusuh DISWAY ke Kampung Agrinex

Ibu Anak

Batu Ganjar

Next Post
Pengedar Asal Kabupaten Tangerang Ini Sembunyikan Narkoba Dalam Makan Ringan

Diduga Gunakan Sabu, Tiga Honorer Disdukcapil Pandeglang Diciduk

Juarai Piala FA, Manchester City Ukir Sejarah

Juarai Piala FA, Manchester City Ukir Sejarah

Bukan Geng Motor, Pengeroyok Remaja di JLS Teridentifikasi

Bukan Geng Motor, Pengeroyok Remaja di JLS Teridentifikasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie memperlihatkan penghargaan

Tangsel Raih Penghargaan Kemendagri, Status Kinerja Tinggi EPPD 2025

Senin, 27 April 2026 12:12
UPG berhasil menyabet Juara 3 di Turnamen Jabar–Banten–Lampung.

Tim Voli Putri UPG Sabet Juara 3 di Turnamen Jabar–Banten–Lampung, Bersaing dengan Tim Liga Profesional

Senin, 27 April 2026 11:59
Penangkapan terhadap pelaku Curanmor.

Tembaki Polisi di RS Hermina Ciruas, Resmob Polres Serang Tangkap Tiga Pelaku Curanmor

Senin, 27 April 2026 10:15
Bupati Serang Resmikan Masjid Ar-Rahmah di Perumahan Mulia Gading Kencana

Bupati Serang Resmikan Masjid Ar-Rahmah di Perumahan Mulia Gading Kencana

Senin, 27 April 2026 10:08
Pelaku saat diamankan di Polresta Serang Kota

Edarkan Sabu, Polresta Serang Kota Tangkap Buruh Harian Lepas di Cipocok Jaya

Senin, 27 April 2026 09:56
tangkapan layar harga emas antam, Senin 27 April 2026 (Yusuf)

Harga Emas Antam Hari Ini 27 April 2026: Turun Rp 16.000, Saatnya Borong ?

Senin, 27 April 2026 09:45
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie memperlihatkan penghargaan

Tangsel Raih Penghargaan Kemendagri, Status Kinerja Tinggi EPPD 2025

Senin, 27 April 2026 12:12
UPG berhasil menyabet Juara 3 di Turnamen Jabar–Banten–Lampung.

Tim Voli Putri UPG Sabet Juara 3 di Turnamen Jabar–Banten–Lampung, Bersaing dengan Tim Liga Profesional

Senin, 27 April 2026 11:59
Penangkapan terhadap pelaku Curanmor.

Tembaki Polisi di RS Hermina Ciruas, Resmob Polres Serang Tangkap Tiga Pelaku Curanmor

Senin, 27 April 2026 10:15
Bupati Serang Resmikan Masjid Ar-Rahmah di Perumahan Mulia Gading Kencana

Bupati Serang Resmikan Masjid Ar-Rahmah di Perumahan Mulia Gading Kencana

Senin, 27 April 2026 10:08
Pelaku saat diamankan di Polresta Serang Kota

Edarkan Sabu, Polresta Serang Kota Tangkap Buruh Harian Lepas di Cipocok Jaya

Senin, 27 April 2026 09:56
tangkapan layar harga emas antam, Senin 27 April 2026 (Yusuf)

Harga Emas Antam Hari Ini 27 April 2026: Turun Rp 16.000, Saatnya Borong ?

Senin, 27 April 2026 09:45

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie memperlihatkan penghargaan

Tangsel Raih Penghargaan Kemendagri, Status Kinerja Tinggi EPPD 2025

by Syaiful Adha
Senin, 27 April 2026 12:12

JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID-Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penghargaan...

UPG berhasil menyabet Juara 3 di Turnamen Jabar–Banten–Lampung.

Tim Voli Putri UPG Sabet Juara 3 di Turnamen Jabar–Banten–Lampung, Bersaing dengan Tim Liga Profesional

by Eko Fajar
Senin, 27 April 2026 11:59

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tim Voli Putri Universitas Primagraha (UPG) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara 3 dalam ajang open...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak