SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat, hingga Agustus, tahun ini sudah terjadi 46 peristiwa kebakaran di wilayah Kabupaten Serang. Kasus didominasi kebakaran permukiman warga, sisanya kebakaran alang-alang dan industri.
Dalam kurun waktu tiga hari terakhir, sudah terjadi tujuh peristiwa kebakaran di tujuh wilayah. Kemarin, (9/8), tidak tanggung-tanggung kebakaran terjadi di empat lokasi, yakni kebakaran rumah di Kecamatan Petir dan Pabuaran, kebakaran kandang ayam di Kecamatan Pontang, dan kebakaran alang-alang di Kecamatan Cinangka.
“Tim damkar kami sampai kelelahan menangani empat kebakaran dalam sehari,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Kabupaten Serang Maftuhi kepada Radar Banten yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, semalam.
Pihaknya terus bekerja keras mengantisipasi dan menangani kebakaran. Tahun ini, diakui Maftuhi, pihaknya sudah menangani banyak kejadian kebakaran di Kabupaten Serang. “Sampai hari ini (per 9 Agustus-red) sudah 46 kejadian kebakaran,” ungkapnya.
Dikatakan Maftuhi, peristiwa kebakaran paling banyak menimpa permukiman warga sebanyak 28 kejadian, disusul kebakaran alang-alang pada lahan kosong sembilan kejadian, kebakaran industri lima kejadian.
Menurut Maftuhi, banyak faktor yang memicu kebakaran. Di antaranya korsleting listrik, human error, selain musim kemarau. “Kebanyakan yang kita temui seperti kebakaran rumah ditinggal pemiliknya. Ada juga alang-alang yang terbakar karena puntung rokok yang dibuang sembarangan dalam keadaan menyala,” terangnya.
Diakui Maftuhi, pihaknya mengalami beberapa kendala dalam menangani kebakaran. Di antaranya jarak yang jauh ke lokasi kejadian hingga hambatan lalu lintas atau macet.
“Masyarakat kita ini belum memahami kalau ada kendaraan yang harus diprioritaskan,” keluhnya.
Staf Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Serang Rachmat menambahkan, pihaknya baru mempunyai sebelas unit kendaraan damkar untuk menangani kebakaran. Selebihnya menyediakan dua pos damkar di Kecamatan Anyar dan Petir.
“Tahun ini pos damkar di Jawilan juga akan beroperasi,” katanya.
Rachmat mengimbau warga agar waspada terhadap kebakaran selama musim kemarau. Terutama, alang-alang yang rentan terbakar dan mudah merambat ke permukiman dan industri.
“Alang-alang kalau kemarau kan kering. Makanya, harus segera dibersihkan oleh pemilik lahan dan warga sekitar,” imbaunya. (mg06/zai/ira)









