LEBAK – Sekda Pemkab Lebak Dede Jaelani menyatakan, program kampung Keluarga Berencana (KB) merupakan program multi sektoral yang dapat membantu meningkatkan kesejahteran masyarakat.
Namun demikian, kata dia, keberhasilan itu tidak lepas dari tingginya partisipasi masyarakat untuk mendukung pemberdayaan berbagai bidang pembangunan, seperti ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, dan budaya. “Kampung KB di Lebak mampu menyejahterakan masyarakat,” kata Dede, Minggu (11/8).
Menurutnya, kampung KB merupakan kampung keluarga berkualitas, yang kesejahteraan masyarakatnya terus mengalami perkembangan. “Pokja kampung KB, para PLKB, pos KB akan fokus bersinergi dalam pelaksanaan program percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Lebak,” katanya.
Menurut Dede, untuk mencapai target kinerja program KB dan tepat sasaran, dibutukan tiga unsur yang harus optimal mendukung, yaitu Pemkab, pihak swasta dan masyarakat, “Saya yakin jika unsur itu terpenuhi, maka harus dilakukan terpadu,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak Tajudin Yamin menambahkan, keterpaduan melalui kampung KB tidak saja memberikan pelayanan kebutuhan dasar hidup keluarga secara cepat dan tepat di bidang kesehatan dan pendidikan, kemudian ekonomi, air bersih, dan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Sebenarnya yang paling mendasar adalah membudayakan kehidupan bergotong royong, sehingga seluruh masyarakat desa mampu mandiri,” kata Tajudin.
Dia mengklaim, selama ini Kampung KB yang tersebar di 28 kecamatan akan mampu menyejahterakan masyarakat. “Saat ini pelaku ekonomi masyarakat di Kampung KB berkembang dan tumbuh. Hampir mayoritas, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) memproduksi aneka makanan, kerajinan bambu, anyaman pandan hingga produksi industri logam,” kata Tajudin. (nce/zis)









