CILEGON – Event Cilegon Ethnic Carnival (CEC) berhasil menyedot perhatian pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia. Pemkot Cilegon berharap agenda tahunan ini masuk kalender pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Pemprov Banten.
Tingginya antusias pengunjung baik dari Cilegon maupun luar daerah itu dapat dilihat dari meriahnya area CEC di Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (24/8) malam. Para pengunjung memadati area CEC hingga acara selesai pukul 23.30 WIB.
Pantauan Radar Banten di lokasi, CEC dimeriahkan dengan kostum unik yang merepresentasikan kekhasan daerah di Indonesia. Selain kebudayaan serta kekhasan Kota Cilegon, dalam CEC juga ditunjukkan kekhasan serta kebudayaan dari daerah lain seperti adat Baduy dari Lebak, Kota Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangsel, dan Kota Tangerang.
Kemudian kostum serta tarian adat dari Minahasa, Minang, Bali, Tapanuli, Betawi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Agar bisa menyaksikan pergelaran tahunan itu, masyarakat tidak hanya memenuhi trotoar di sepanjang area Pemkot Cilegon, DPRD Kota Cilegon, serta Mapolres Cilegon, tapi juga di trotoar sepanjang rute karnaval yaitu dari Pemkot Cilegon hingga Rumah Dinas Walikota Cilegon yang berada tepat di depan Masjid Agung Kota Cilegon.
Walikota Cilegon Edi Ariadi tidak dapat menyembunyikan kegembiraan melihat padatnya pengunjung dan berlangsung tertib. “Di Cilegon itu meski mulitkultural tapi guyub, kita bisa lihat di sini,” ujarnya.
Kota Cilegon yang dihuni masyarakat dari berbagai daerah dan sejumlah negara ini memiliki keunikan. Hal itu karena beragamnya kebudayaan yang berasal dari masing-masing daerah asal masyrakat yang menetap di Kota Cilegon.
Keunikan itu, menurut Edi, menjadi daya tarik sektor pariwisata di Kota Cilegon. Untuk menjadikan potensi itu sebagai destinasi wisata unggulan di Cilegon, CEC menjadi salah satu alternatif. Dalam CEC ini, kebudayaan masing-masing daerah ditampilkan melalui pergelaran kostum serta tarian-tarian adat. Perpaduan bisa menjadi daya pikat bagi wisatawan lokal dan mancanegara.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Cilegon Heri Mardiana menambahkan, CEC merupakan salah satu destinasi wisata buatan yang baik dan memiliki daya pikat wisatawan. “Kebetulan Agustus itu bulan kunjungan wisata,” ujar Heri.
Ia melanjutkan, CEC tahun ini mengusung tema ‘Kamonesan Budaye Nusantara’. Pemkot sengaja menggunakan bahasa Jawa Cilegon sebagai tema untuk menyosialisiskan bahasa tersebut kepada masyarakat. “Tahun ini ada yang beda, kostum etnik khas Cilegon yang ditampilkan ada empat. Kami berharap agenda ini bisa menjadi agenda tahunan pariwisata,” ujarnya. (bam/alt/ags)








