CILEGON – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon yang terdiri dari Walikota Cilegon Edi Ariadi, Dandim Cilegon Letkol Arm. Rico Ricardo Sirait, Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso, dan Danlanal Banten Letkol Laut (P) Golkariansyah adu jago menembak di lapangan tembak Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Kamis (29/8).
Adu jago kemampuan menembak itu dilakukan dalam rangka peresmian Lapangan Tembak Cikerai dan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kodim Cilegon dan Garuda Shooting Club Cilegon (GSCC).
Walikota Cilegon Edi Ariadi mengaku baru pertama kali memegang serta menggunakan senjata api. Edi mengaku baru mengetahui jika bobot senjata jenis Pistol caliber 9x19mm CZ shadow 2 tersebut cukup berat.
“Memang kalau yang baru pasti dia gak bakal kuat nembakin peluru, berat juga itu,” ujar Edi kepada wartawan usai menembak.
Edi mengaku merasa malu karena dari kesempatan menembak 10 peluru hanya satu yang mengenai sasaran besi, ia merasa kesulitan dalam membidik sasaran. “Itu kena juga cuma miring gak sampai jatuh,” ujarnya.
Meski merasakan sensasi tersendiri saat menembak, Edi mengaku belum memikirkan untuk menjadikan menembak sebagai salah satu hobinya. Ia pun belum berfikir untuk bergabung dengan Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Kota Cilegon.
Keberadaan lapangan tembak Cikerai itu diharapkan Edi bisa menjadi media untuk mendorong pengembangan bakat masyarakat Cilegon dalam bidang menembak. Ia pun berharap hal itu bisa berkembang menjadi destinasi wisata. “Kan sudah ada Vila Ternak Cikerai, kalau ada ini juga jadi tambah bagus,” tuturnya.
Dandim Cilegon Letkol Arm Rico Ricardo Sirait menuturkan, nota kesepahaman antara Kodim dan GSCC terkait pembinaan bakat penembak masyarakat di Kota Cilegon. “Dengan adanya pembinaan ini diharapkan bakat-bakat menembak itu bisa memberikan prestasi bagi Kota Cilegon,” paparnya.
Menurut Rico, pembinaan terhadap minat dan bakat masyarakat penting dilakukan untuk mendorong nama baik Kota Cilegon. Selain itu, aktivitas itu pun bisa menangkal pengaruh-pengaruh negatif, baik dari narkoba, maupun faham radikal.
Ketua GSCC Azis Setia Ade Putra menuturkan, setelah diresmikan, berharap ke depan atlet-atlet yang ada termotivasi kembali untuk terus berprestasi mengharumkan nama Kota Cilegon di berbagai ajang.
Dengan adanya lapangan tembak itu pun membuat GSCC lebih mudah dalam mensosialisasikan olahraga tembak. “Di tembak kan ada tiga bidang, ada tembak sasaran, berburu, dan reaksi,” papar Azis di lokasi kegiatan.
Ia melanjutkan, GSCC sendiri akan fokus pada tembak reaksi, seperti yang telah dilakukan oleh Forkopimda tadi. Bidang tembak reaksi sendiri menurut Azis memiliki tingkat kesukaran yang tinggi. (Bayu Mulyana)










