SERANG – Ketua Umum PHRI Provinsi Banten Achmad Sari Alam meminta tolong kepada Pemprov Banten dan pemda di kabupaten kota di Banten untuk ikut peduli dengan kondisi yang saat ini terjadi. Salah satunya dengan menggelar berbagai acara di kawasan pantai Selat Sunda untuk membantu meningkatkan perekonomian di kawasan tersebut.
Menurutnya, saat ini kondisi hotel di kawasan Selat Sunda mulai dari Anyar, Cinangka, Carita, hingga Tanjung Lesung masih memprihatinkan pascatsunami 22 Desember 2018. Jika ini terus dibiarkan terjadi, hotel bisa gulung tikar. Saat ini saja ada hotel yang tidak mampu bayar operasional dan ada yang tutup.
Ia menilai, imbauan pemerintah untuk membangkitkan kawasan Selat Sunda belum terlihat dengan baik karena belum banyak instansi pemerintah yang mengikuti arahan tersebut. Harapannya, pemda di Banten bisa ikut berperan membangkitkan pariwisata agar kembali bergairah seperti dulu. “Pemda mungkin lebih memprioritaskan menggelar acara di kawasan Selat Sunda dibandingkan ke luar kota atau di luar Banten. Ajakan kami ini untuk menghidupkan perekonomian di Banten,” katanya.
Sebelum terjadi bencana, lanjut dia, pajak yang dihasilkan dari industri pariwisata jumlahnya cukup besar. Kini saatnya dibantu agar bisa kembali memberikan pajak ke daerah. “Jangan dibiarkan seperti ini,” ungkapnya.
Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Provinsi Banten Doddy Faturahman mengungkapkan, apa yang diinginkan PHRI merupakan hal yang bagus sebagai cara untuk membangkitkan kawasan pariwisata di Selat Sunda. Meskipun ada yang menggelar kegiatan hanya di hotel tertentu. “Pembagiannya belum merata karena baru hotel itu-itu saja,” katanya.
Ia mengungkapkan, pemda terkait mungkin sudah harus mulai memikirkan tujuan wisata lain seperti tempat pergelaran budaya, objek pariwisata alam seperti air terjun dan gunung agar aksesnya diperbaiki supaya wisatawan merasa nyaman. “Supaya wisatawan tidak hanya menikmati pantai atau hanya berada di hotel,” imbuhnya.
Kepala Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Sugeng Siswanto mengatakan, saat ini industri pariwisata Banten belum kembali pulih setelah bencana tsunami, terlebih beberapa waktu lalu ada gempa yang mengguncang Banten. Berdasarkan survei yang dilakukan BI Banten kepada beberapa hotel, pemasukan hotel bersumber antara lain dari okupansi kamar hotel dan penyelenggaraan rapat oleh perusahaan dan pemerintahan. “Bank Indonesia mendukung upaya yang dilakukan pemerintah dalam menggerakkan roda ekonomi,” katanya.
Menurutnya, upaya yang dilakukan bisa dari dua pihak yakni penyedia jasa atau hotel harus memberikan layanan yang baik dan promosi. Sementara pemerintahan juga bisa menggunakan jasa hotel. “Mumpung masih Agustus, yuk mari kita gunakan waktu yang tersisa empat bulan ini untuk melakukan hal tersebut,” tuturnya. (skn/aas/ags)








