Pernikahan tak selalu menguras kantong untuk sekadar membeli mas kawin. Hal itu dibuktikan dua sejoli Marda dan Ida Fitriani yang hari ini menikah di Kecamatan Ciruas. Bukan emas permata atau mobil mewah, maharnya cukup segelas air putih.
HAIDAR – Ciruas
Cuaca di Kecamatan Ciruas siang itu, Jumat (13/9) cukup cerah. Secercah harapan terlihat pada wajah dua sejoli yang tinggal sehari lagi menikmati masa kesendirian. Adalah pasangan Marda dan Ida Fitriani yang segera melangsungkan pernikahan hari ini, Sabtu (14/9) di kediaman mempelai wanita, Bumi Ciruas Permai, Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Jumat (13/9) pukul 11.00 WIB.
Siang itu, Ida terlihat begitu anggun mengenakan kerudung putih yang dipadukan gamis kuning. Dengan sikap malu-malu, Ida menyerahkan berkas persyaratan menikah kepada ketua RT 01 Imron Rosadi untuk diserahkan kembali ke Kantor Desa Ranjeng. Tak lama kemudian, calon mempelai pria menyusul. Marda mempunyai badan cukup tegap, tinggi, dan kekar. Kendati sosoknya garang, tetapi Marda tak bisa menyembunyikan rasa gugupnya duduk dekat Ida di ruang tengah rumah berukuran sekira 4 x 4 meter persegi.
Ada yang menarik di balik cerita pasangan yang berstatus duda dan janda yang segera menikah itu. Kedua pasangan paruh baya ini tidak neko-neko dalam mempersiapkan pesta pernikahannya, tampak begitu santai, seolah tidak ada lagi yang perlu dipersiapkan. “Insya Allah kami akan menikah besok (hari ini-red) dengan mahar segelas air putih,” aku Marda kepada Radar Banten.
Beruntungnya Marda bisa meminang kekasih hati yang mau diberikan mahar cukup dengan segelas air putih. Namun, itulah sosok Ida yang menilai uang bukan segalanya dan menjadi ukuran bisa membahagiakannya. Alasan Ida yang meminta mahar segelas air putih karena air yang sudah ditengguk tidak akan bisa dijual. “Jadi Kang Marda itu bagaikan segelas air yang memberi kesejukan jiwa dan kebahagiaan buat hidup saya,” ucap Ida memberikan penjelasan.
Lain dengan mahar emas yang bisa saja suatu saat dijual atau mahar perangkat alat salat yang dikhawatirkan Ida belum tentu bisa digunakan setiap hari. Maka dari itu, Ida dengan hati ikhlas cukup meminta mahar segelas air putih. “Mahar air putih langsung saya minum dan rasanya kesejukan hadir dalam kehidupan saya,” pungkasnya. (*).









