SERANG – Perkembangan teknologi informasi di era digital mempermudah masyarakat mendapatkan akses informasi. Namun, anak usia dini yang berlebih menggunakan gadget atau gawai berteknologi canggih cenderung menimbulkan dampak negatif pada perkembangan sang anak.
Lantaran itu, orangtua harus mengetahui batasan dalam penggunaan anak. “Jangan sampai gara-gara asyik main handphone atau gadget anak jadi lupa waktu,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Kota Serang Ade Jumaiyah Syafrudin di sela acara pertemuan rutin PKK dan santunan anak yatim di Gedung PKK Kota Serang, Senin (16/9).
Menurutnya gadget seperti telepon genggam, laptop, komputer tablet, dan sejenisnya hanyalah sebuah alat. Orangtua harus bisa mengendalikan pemakaian perangkat elektronik itu hanya untuk kepentingan otak anak. “Jangan sampai nyuruh anaknya gak main HP, tapi dianya sendiri sibuk main HP saja,” kata Ade.
Istri Walikota Serang Syafrudin ini mengatakan, orangtua harus memberi contoh kepada anak-anaknya. Harus bisa menjadi pendidik anak-anak sejak di dini dari lingkungan dalam keluarga. “Artinya pola asuh orangtua kepada anak itu yang sangat mempengaruhi perkembangan anak-anaknya,” ujar Ade.
Ia mengimbau agar orangtua menekankan pentingnya pendidikan ahlak dalam keluarga. Menjadi tempat anak menyurahkan isi hati anak sehingga anak tidak mencari pelampiasan di luar rumah. “Pengawasan juga perlu terhadap pergaulan anak. Tapi jangan sampai anak merasa dikekang,” cetusnya.
Menurutnya anak adalah usia emas yang perlu mendapat pendidikan terbaik. Sebab, masa depan anak sangat bergantung dari cara orangtua memberikan pendidikan.
Senada dikatakan Wakil Tim Penggerak PKK Kota Serang Ana Mardiana Subadri. Menurutnya, pola asuh orangtua bakal menjadi kunci keberhasilan anak. “Karena itu orangtua harus memperhatikan setiap tahap perkembangan anak,” ujarnya.
Dalam acara tersebut selain pertemuan rutin bulanan tim penggerak PKK Kota Serang juga mengadakan santunan kepada sebanyak 85 anak yatim dari enam Kecamatan se-Kota Serang. Acara juga diselingi materi parenting dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang. (Ken Supriyono)









