SERANG – Pengelola pantai terbuka di Kecamatan Cinangka mengeluhkan adanya plang rawan tsunami di sejumlah pantai kawasan wisata Anyar-Cinangka. Pemasangan plang dinilai menurunkan kunjungan wisatawan.
Selama sepekan ke belakang plang bertuliskan ‘Anda Berada di Wilayah Rawan Tsunami’ sempat viral di masyarakat Cinangka yang disebar melalui pesan berantai WhatsApp. Informasinya, plang milik Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang.
Pengelola Pantai Pasir Putih Florida, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka Anwar mengatakan, plang bertuliskan rawan tsunami dipasang oleh sejumlah petugas yang tidak dikenal pekan lalu. Namun, petugas hanya mengambil gambar dan tidak menancapkan plang.
“Ada beberapa orang pakai mobil losbak (mobil bak terbuka-red) datang bawa plang, diberdirikan terus difoto, habis itu dibawa lagi plangnya, habis itu viral di media sosial,” ujarnya kepada Radar Banten di Pantai Pasir Putih Florida, Minggu (15/9).
Kata Anwar, beredarnya foto plang tersebut menjadi bahan perbincangan di kalangan pengelola wisata di kawasan Anyar-Cinangka dan masyarakat setempat. Plang dikhawatirkan menakuti para wisatawan. “Kita ini sedang gencar-gencarnya membangkitkan kawasan wisata, tapi kok malah dipasang plang seperti itu,” keluhnya.
Menanggapi hal itu, Manajer Krisis Center BPBD Kabupaten Serang Jhoni Efendi mengakui bahwa plang berasal dari instansinya. Namun, plang tidak jadi dipasang lantaran mendapatkan respons negatif dari beberapa pengelola wisata. “Iya itu plang dari kami,” akunya.
Jhoni menjelaskan, pemasangan plang merupakan salah satu program pengurangan risiko bencana (PRB). Pihaknya hanya ingin menginformasikan kepada masyarakat agar selalu waspada. “Ini (plang) peringatan dini. Soalnya kalau kita lihat di sepanjang pantai dan hotel tidak ada yang memasang peringatan. Sementara pas kita bincang-bincang di sejumlah forum, yang ditanyakan selalu peringatan dini yang dilakukan BPBD,” terangnya.
Ditegaskan Jhoni, pemasangan plang bukan bermaksud menakut-nakuti wisatawan, karena dalam plang dijelaskan panduan untuk evakuasi. “Bukan semata-mata kita memberitahu kalau di situ (kawasan wisata-red) rawan tsunami, tapi kita beritahu juga bagaimana tindakan ketika terjadi tsunami supaya mengurangi resiko bencana,” jelasnya. (jek/zai/ags)









