LEBAK – Bupati Iti Octavia Jayabaya meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak untuk terus menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) saat proses melahirkan.
Dia mengintruksikan kepada seluruh jajaran Dinkes untuk bersama-sama melakukan pengawasan dan penyelamatan ibu hamil yang ada di masing-masing wilayah.
“Angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan di Lebak masih tinggi. Walaupun dalam beberapa tahun terakhir, sempat turun. Karenanya, saya berharap kasus AKI dan AKB di Lebak harus terus ditekan semaksimal mungkin,” kata Iti, Selasa (17/9).
Orang nomor satu di Lebak ini mengaku, salah satu strategi yang dilakukan Pemkab dalam menurunkan AKI dan AKB adalah dengan mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 26 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kesehatan Ibu dan Bayi.
“Di sini diatur tentang tugas dan fungsi dari pihak terkait dalam pelayanan kesehatan ibu dan bayi. Mulai dari tugas suami, keluarga, kades, dukun, tenaga kesehatan dalam hal ini bidan, camat sampai dengan Dinkes,” kata Iti.
Dia mengatakan, Perbup itu juga mengatur bahwa rumah ibu hamil harus dipasang bendera yang menandakan bahwa di rumah tersebut ada ibu yang sedang hamil. “Dengan pemasangan bendera tersebut, masyarakat di sekitar ibu hamil peduli terhadap keselamatan ibu dan bayi tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Lebak Maman Sukirman mengatakan, pihaknya akan terus berupaya menekan AKI dan AKB di Lebak. Kata dia, tahun 2018 AKI di Lebak mencapai sebanyak 46 orang.
“Saya telah mengintruksikan kepada seluruh jajaran Dinkes untuk melakukan pengawasan dan penyelamatan ibu hamil yang ada di masing-masing wilayah. Hal tersebut, untuk menekan AKI dan AKB yang terjadi pada saat melahirkan. Karena itu semua SDM yang ada kita kerahkan,” katanya.
Maman mengaku, kasus kematian ibu melahirkan masih menjadi perhatian serius. Apalagi tahun 2018 AKI sedikit mengalami kenaikan dibanding dengan tahun 2017 lalu yang mencapai 40 kasus
“Ya, untuk menurunkan jumlah kematian ibu melahirkan, Dinkes berupaya mengoptimalkan pelayanan kesehatan di masyarakat. Salah satunya menjalin kemitraan dengan paraji desa yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan persalinan di tingkat desa,” ujarnya.
Maman berjanji akan mengoptimalkan pelayanan kesehatan berdasarkan standar pelayanan. Tujuannya, agar program penanganan angka kematian ibu berjalan baik. “Dalam menuju Lebak sehat, menurunkan jumlah kematian ibu melahirkan menjadi salah satu prioritas Dinkes pada tahun ini,” katanya. (nce/zis)








