LEBAK – Rumah milik Ganda, perajin gula aren di Kampung Sawah, Desa Cikatomas, Kecamatan Cilograng, Minggu (13/10) pukul 8.00 WIB, ludes terbakar.
Tidak ada korban dalam musibah tersebut, tetapi kerugian akibat kebakaran itu ditaksir mencapai Rp30 juta.
Informasi yang dihimpun Radar Banten, pada saat kebakaran rumah semi permanen itu sedang kosong. Pemilik rumah, Ganda sedang gotong royong memperbaiki irigasi bersama warga Kampung Sawah.
Sementara, istrinya bernama Runasih bersama dua anaknya sedang berada di penggilingan. Sehingga, diduga kuat penyebab kebakaran, akibat tungku tempat memasak gula aren yang dibiarkan menyala.
“Saya sedang gotong royong bersama warga untuk memperbaiki irigasi, sedangkan istri dan anak-anak sedang di penggilingan. Jadi enggak ada yang di rumah,” kata Ganda ketika dihubungi Radar Banten, Minggu (13/10).
Pada saat gotong royong, Ganda mendengar suara teriakan kebakaran dari arah perkampungan. Dia dan warga yang sedang memperbaiki irigasi langsung berlari menuju sumber suara. Tiba di lokasi, Ganda melihat rumahnya sudah rata dengan tanah.
Di area rumahnya, sudah ada warga yang sedang melakukan upaya pemadaman dengan menggunakan peralatan seadanya. “Tidak ada peralatan rumah tangga dan barang-barang yang bisa diselamatkan. Semuanya habis terbakar,” ungkap lelaki yang berprofesi sebagai buruh tani itu.
Ditanya angka kerugian akibat kebakaran, kata Ganda, kerugian akibat musibah kebakaran ditaksir mencapai Rp30 juta. Karena selain menghanguskan bangunan rumah, peralatan rumah tangga, pakaian, dan gabah ikut terbakar.
“Saya pasrah dengan kejadian ini. Semoga ada yang berempati, karena sekarang saya sudah enggak punya apa-apa dan untuk sementara akan mengungsi ke rumah kerabat,” jelasnya.
Riyan, warga Kampung Sawah mengatakan, korban kebakaran merupakan warga tidak mampu. Sehari-hari dia berprofesi sebagai buruh tani dan perajin gula aren. Kehidupan korban hanya mengandalkan penjualan gula aren untuk menghidupi istri dan anak-anaknya.
“Awalnya warga menyangka hanya kebakaran kandang ayam. Tapi ternyata dapur rumah yang terbakar dan merembet ke bagian yang lain. Api cepat membesar, karena material bangunan terbuat dari bahan yang mudah terbakar,” tegasnya.
Riyan berharap, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) Lebak memberikan bantuan tanggap darurat dan bantuan bahan bangunan rumah (BBR) kepada korban kebakaran.
“Kebakaran juga hampir menghanguskan rumah tetangga Ganda, bernama Juki. Bagian depan rumah Juki nyaris terbakar. Tapi berhasil diselamatkan masyarakat yang cepat melokalisir api agar tidak menjalar ke rumah yang lain,” terangnya. (tur/zis)








