PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kebakaran hebat melanda Pasar Baru Labuan, Kabupaten Pandeglang, pada Minggu 22 Februari 2026. Kerugian material akibat kebakaran ini ditaksir mencapai sekitar Rp300 juta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, titik api berasal dari kios yang mayoritas menjual bahan pokok dan sembako. Api dengan cepat membesar dan merembet ke kios lainnya. Dugaan sementara, api berasal dari hubungan arus pendek listrik dari salah satu kios di pasar tersebut.
Dari pantauan di lokasi, puing-puing kios yang terbakar tampak rata dengan tanah. Kepulan asap masih terlihat usai proses pendinginan. Bahkan, sejumlah plat besi bangunan meleleh dan berubah bentuk akibat panasnya kobaran api.
Petugas keamanan pasar, Rudi, yang bertugas di pasar swasta tersebut mengatakan, api mulai terlihat sekitar pukul 17.00 WIB.
“Sekitar jam 5 sore, saya lihat empat warung sudah setengah terbakar. Api sudah besar dan lampu di kios banyak yang meletup-letup, jadi saya tidak bisa masuk,” ujar Rudi di lokasi kejadian.
Rudi mengaku segera melaporkan kejadian tersebut ke petugas pemadam kebakaran. Setelah mobil Damkar tiba, warga setempat turut membantu memadamkan api agar tidak merembet lebih luas.
“Saya juga merubuhkan sebagian bangunan agar api tidak menjalar ke kios lain,” katanya.
Menurutnya, total terdapat 24 kios yang terbakar. Mayoritas kios menjual bahan pokok seperti tomat, minyak kelapa, kecap, bumbu jadi, dan parutan kelapa. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Tidak ada korban jiwa. Saya satu-satunya yang melihat saat kebakaran awal,” jelasnya.
Rudi menambahkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Saat pertama kali melihat api, empat kios sudah dalam kondisi terbakar. Karena pasar ini merupakan pasar swasta, kebijakan pemulihan sepenuhnya menjadi kewenangan pihak pengelola.
“Yang penting saya melaporkan kronologi kebakaran. Untuk kebijakan pemulihan atau pengelolaan pasar, itu kewenangan ketua PT SLS,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pedagang ayam potong, Husein, menyebut kebakaran ini sebagai musibah yang tidak terduga, terlebih menjelang bulan puasa dan Lebaran.
“Kalau dari pedagang, ini musibah yang tidak diduga, apalagi menjelang bulan puasa dan lebaran,” katanya.
Husein memperkirakan kerugian yang dialaminya sekitar Rp5 juta. “Kalau saya, kerugian sedikit, di bawah 5 juta. Ini baru turun barang satu mobil, langsung habis semua,” ujarnya.
Ia berharap pengelola pasar segera mengambil langkah pemulihan agar para pedagang bisa kembali berjualan dan aktivitas ekonomi di Pasar Baru Labuan kembali normal.
Editor: Mastur Huda











