CILEGON – Pemkot Cilegon bakal merevitalisasi Situ Rawa Arum, Kecamatan Grogol. Biaya untuk melakukan perbaikan situ tersebut mencapai Rp10 miliar.
Hal tersebut terungkap dalam ekspos draf laporan akhir perencanaan teknis atau detail engineering design (DED) revitalisasi Rawa Arum, Kecamatan Grogol, di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon, Jalan KH Wasyid, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kamis (17/10).
Diketahui, Pemkot Cilegon saat ini sedang dalam proses penyusunan DED revitalisasi situ yang disebut-sebut sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Cilegon. Upaya revitalisasi itu dilakukan untuk mengembalikan fungsi dan peran situ sebagai daerah serapan serta sumber air baku, juga mengoptimalkan potensi pariwisata di situ tersebut.
Ditemui usai ekspos, Kasi Perencanaan Teknis Bidang Sumber Daya Alam (SDA) pada Dinas PUTR Muhamad Ikhsan menjelaskan, besaran biaya revitalisasi situ seluas 83.038 meter persegi tersebut merupakan hasil kajian tim konsultan. Pertimbangan mengacu pada analisis harga dasar upah, bahan, dan alat. “Rp10 miliar untuk pemagaran, penggalian (lumpur), dan pembuatan tanggul,” ujar Ikhsan di kantor Dinas PUTR, Kamis (17/10).
Menurut Ikhsan, draf DED yang telah memasuki tahap akhir itu hanya membahas tentang revitalisasi pada tahapan mengembalikan fungsi semula Situ Rawa Arum sebagai area tampungan air tanah. Sedangkan sebagai penjaga kebutuhan air baku kawasan industri serta optimalisasi pariwisata akan dilakukan dalam tahapan lain. Karena itu, lanjut Ikhsan, untuk proses tahap selanjutnya akan dibahas dalam kesempatan lain, usai tahapan revitalisasi ini selesai.
“Termasuk soal jalan akses, nanti akan dibahas lagi, seperti apa, termasuk siapa yang mengerjakan, PU atau Dinas Pariwisata,” ujarnya.
Pembuatan DED revitalisasi Situ Rawa Arum merupakan dorongan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon. Menurut Ikhsan, program revitalisasi itu menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
“Kita diminta sebelum akses itu ada, kita didorong untuk melakukan perencanaan. Sesuai perencanaan, tahun ini kegiatan fisiknya pengamanan aset dan mengangkat gulma,” tuturnya.
Mengacu pada materi presentasi draf DED, secara umum, uraian pekerjaan terbagi menjadi tiga, yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan situ, dan pekerjaan lain-lain. Biaya Rp10 miliar paling besar digunakan untuk membiayai pekerjaan situ seperti penggalian situ, pembangunan pagar, dan pembuatan tanggul sebesar Rp9,9 miliar.
Sementara itu, Ketua LSM Gapura Banten Husen Saidan yang menghadiri ekspos tersebut menjelaskan, selain revitalisasi, pengadaan jalan akses menuju situ tersebut menjadi hal penting lainnya yang harus disikapi oleh Pemkot Cilegon. “Harapannya tidak hanya penataan, tapi pembebasan akses jalan, lahan parkir, dan lain-lain agar bisa menunjang dan potensi pariwisatanya bisa optimal,” ujarnya.
Sebagai komponen masyarakat yang selama ini mengelola situ tersebut, upaya revitalisasi merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menjadikan Situ Rawa Arum sebagai ikon pariwisata di Kota Cilegon. (bam/ibm/ira)











