TANGERANG – Persita satu-satunya harapan warga Banten untuk memiliki tim sepak bola yang berlaga Liga 1 di musim 2020. Dua klub lain, Perserang dan Cilegon United (CU) telah gugur di babak penyisihan delapan besar Liga 2 musim ini.
Dari grup barat Liga 2, selain Persita, ada Persiraja, Sriwijaya, dan PSMS Medan yang lolos ke delapan besar. Persita bertengger di urutan kedua klasemen dengan mengoleksi 42 poin. Sementara di grup timur, Persik Kediri, Persewar Waropen, Martapura FC, dan Mitra Kukar juga telah memastikan lolos ke babak delapan besar.
Dijadwalkan, perebutan gelar juara Liga 2 musim ini, sekaligus tiga tiket promosi Liga 1 musim depan, akan digulirkan mulai Senin (28/10). Delapan tim tersebut dibagi menjadi dua grup, A dan B.
Untuk Persita, telah diketahui masuk ke dalam grup B. Di dalamnya juga diisi oleh tim Persik Kediri, Martapura FC, dan PSMS Medan. Format pertandingan mengunakan sistem kandang dan tandang.
Mengenai persiapan Persita di babak delapan besar, Pelatih Persita Widodo Cahyono Putro mengatakan, targetnya mengantarkan tim berjuluk Pendekar Cisadane itu menuju kasta Liga 1 Indonesia.
“Persita sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Targetnya tidak main-main dari manajemen terhadap saya, yaitu bisa membawa naik ke Liga 1,” kata Widodo.
Melihat persaingan di grup B, Widodo mengatakan, persaingan cukup ketat. Sejak awal, Widodo menilai tim yang bermain di Liga 2 musim ini punya kekuatan merata. Sehingga, seluruhnya patut diwaspadai.
“Semua tim bisa saling mengalahkan dan dikalahkan. Ini sudah sering saya katakan ke pemain agar mereka semangat dan bisa bermain ngotot. Yang terpenting harus selalu menganggap semua pertandingan itu adalah laga final,” jelas Widodo.
Mantan pelatih klub Liga 1, Bali United itu juga terus mengevaluasi
anak asuhnya agar bisa mempersembahkan hasil positif setiap laga. “Kita terus
evaluasi. Koordinasi antar pemain, terus transisi dari attack to defend,
terus transisi defend to attack yang memang itu perlu kita benahi,”
ungkap Widodo. (rbs/nda/ira)









