TANGERANG – Kepala Desa Margamulya, Kecamatan Mauk, Abu Bakar bercita-cita menciptakan pemuda kreatif dan mandiri. Melalui program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat, tahun ini, ia berencana merintis usaha digital printing. Nantinya, usaha ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cipta Karya Mulya.
Program pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas Abu Bakar di masa jabatannya yang keempat, tahun ini. September 2019, ia akan melaksanakan program pelatihan digital printing terhadap sekira 50 pemuda di desanya.
Pelatihan ini, menurut Abu Bakar, diprioritaskan untuk pemuda yang belum memiliki pekerjaan. Peserta pelatihan akan diberdayakan dalam unit usaha yang akan dirintisnya bersama BUMDes Cipta Karya Mulya.
”Ada tiga anggota BUMDes yang sudah punya skill di bidang digital printing. Salah satunya, Faisal. Dari dia, nanti, kami (Pemerintah Desa Margamulya-red) akan melatih para pemuda supaya mereka punya keahlian. Peserta pelatihannya bisa kita rekrut untuk membantu usaha BUMDes. Ya, minimal kalau ada pesanan sablon atau pembuatan banner kan bisa dikerjakan sama mereka,” tutur Abu Bakar kepada Tim Saba Desa Radar Banten di halaman Kantor Desa Margamulya, Jalan Raya Tanjungkait, Senin (13/5).
Bidang lain yang juga akan dikelola oleh BUMDes Cipta Karya Mulya adalah pariwisata. Di desa seluas 700,4 hektare ini, jelas Abu Bakar, ada sebuah pantai yang bisa dijadikan destinasi wisata bahari di Margamulya. Diakuinya, pantai tersebut belum dikelola dengan baik.
”Kalau sekarang kan belum ada Perdes (tentang pengelolaan pantai-red)-nya. Jadi, kita juga enggak berani ngelola pantai itu. Padahal, pantai itu bisa jadi destinasi wisata milik Desa Margamulya. Ya, nanti rencananya, kalau Perdes-nya sudah terbentuk, pantai itu akan dikelola sama BUMDes. Pengennya sih, kami usahakan tahun ini sudah dikelola oleh BUMDes,” urai Abu Bakar.
Kasi Pemerintahan Desa Margamulya Joko menambahkan, Margamulya masih memiliki cukup banyak pengangguran. Baik pengangguran dengan kualifikasi produktif maupun pasif. Karenanya, program pemberdayaan masyarakat berupa pelatihan digital printing itu, diharapkan dapat menekan angka pengangguran di Margamulya.
”Berkaitan usaha digital printing yang akan dibuka oleh BUMDes, pemuda hasil pelatihan ini akan kita rekrut untuk bekerja bersama BUMDes. Kalaupun tidak bersama BUMDes, minimal mereka bisa buka usaha sendiri. Dalam pelatihan ini, kami memberikan fasilitas berupa alat print digital dan bahan baku lain yang dibutuhkan,” jelas Joko.
Program prioritas lain yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Margamulya adalah renovasi kantor desa. Pemerintah desa, jelas Joko, telah mengalokasikan anggarannya sekira Rp350 juta.
”Setelah Dana Desa turun, kami akan langsung melaksanakan renovasi kantor. Nanti, pelayanan akan dipindah ke ruangan karang taruna. Sekretariat akan menggunakan ruangan LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat-red).
Sementara, untuk rapat dan perkumpulan, kami akan menggunakan ruangan bersama dengan BPD (Badan Permusyawaratan Desa-red),” tutur Joko di depan ruangan ketiga lembaga tersebut, di samping Kantor Desa Margamulya. (pem/rb/sub)








