TANGERANG – Pemerintah Desa Tegal Kunir Lor di Kecamatan Mauk tengah berupaya mewujudkan impiannya. Saat ini, Tegal Kunir Lor tengah menuju desa santri.
Kultur masyarakat Tegal Kunir Lor memang sarat dengan nilai agama Islam. Untuk mewujudkan desa santri, menurut Sekretaris Desa Tegal Kunir Lor Masku (50), Kepala Desa Tegal Kunir Lor MH Kipang bersama aparaturnya mengawali impiannya dengan mengupayakan Tegal Kunir Lor menjadi desa yang bersih dan cemerlang.

Menjadikan Tegal Kunir Lor sebagai desa santri, terang Masku, agar perkembangan budaya Islam di desa ini tidak terkikis oleh perkembangan zaman. Juga, supaya menjadi benteng warga desa menangkal budaya kekinian yang negatif.
”Di desa ini juga banyak keramat karomah, seperti makam murid nomor satu Syekh Nawawi dan Ki Buyut Gara. Namun, hal itu tidak diagungkan oleh warga Tegal Kunir Lor. Karena masyarakat menilai, hal itu adalah perbuatan musyrik. Akan tetapi, ada juga keluarga yang dari makam tersebut terkadang suka bertakziah. Hanya sebatas keluarganya saja,” terang masku, Senin (13/5).
Upaya Pemerintah Desa Kunir Lor menjadikan desa santri, jelas Masku, karena masih banyak tokoh ulama di Tegal Kunir Lor. Mereka masih aktif syiar agama. Antara lain, KH Subhti, KH Suud, Ustaz Subhan, Ustaz Dimyati, Ustaz Asep, Ustaz Ahmad Fauzi, dan Ustaz Sihabudin.
”Desa ini juga tiap malam melakukan pengajian di beberapa majelis taklim dan di kediaman tokoh ulama. Juga pengajian mingguan ibu-ibu di kantor desa yang dikomandani oleh Ketua TP-PKK Desa Tegal Kunir Lor,” tutur Masku.
Staf Desa Tegal Kunir Lor Fakhruroji Koswara alias Odon (35) menambahkan, bahwa desanya yang berpenduduk sekira 7.000 jiwa dan memiliki luas 330 hektare, 300 hektare di antaranya lahan pertanian dan 30 hektare lahan darat. Sehingga, jelas bahwa memang potensi di desanya adalah pertanian.
”Makanya, ke depannya, desa kami akan membuat semacam ritel pertanian yang dikelola oleh badan usaha milik desa (BUMdes), yang menjual aneka kebutuhan pertanian seperti pupuk, bibit, pestisida, dan lain sebagainya. Apalagi, jalan menuju areal pertanian sudah dilebarkan dan paving block. Transportasi angkutam pertanian bisa lancar hingga ke sawah langsung,” pungkas Odon. (pem/rb/sub)









