SERANG – Sejumlah warga Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang menghadang alat berat yang akan masuk ke proyek geothermal, Kamis (31/10). Aksi itu dilakukan atas dasar penolakan pada proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB) itu.
Aksi tersebut dilakukan sekitar pukul 03.30 WIB. Warga menghadang enam kendaraan besar yang membawa peralatan berat untuk proyek geothermal. Enam kendaraan tersebut kemudian dipaksa untuk kembali bertolak dari proyek geothermal. Aksi tersebut juga mendapatkan pengamanan dari personel TNI-POLRI.
Warga Kecamatan Padarincang Abdurrohman mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk penolakan warga pada proyek geothermal. Alat berat yang dibawa untuk melakukan eksplorasi, dipaksa warga untuk balik kanan.
“Langkah-langkah mediasi bersama perusahaan juga sudah dilakukan, karena ada alat berat dan masyarakat sudah sepakat menolak, ya kita tahan, dan kita pulangkan alat berat itu,” katanya.
Ia mengatakan, sebelumnya warga juga sudah melakukan aksi serupa pada pekan lalu. Warga juga sudah mendatangi Pemkab Serang dan Pemprov Banten terkait penolakan itu. Bahkan, juga pernah melakukan aksi sweeping dari Kota Serang ke Kementerian ESDM Jakarta. (Rozak)










