Optimistis Bersaing dengan Ilmuwan Muda dari 80 Negara
Dua siswi SMAN 1 Malingping, Kabupaten Lebak, menorehkan prestasi membanggakan. Keduanya akan mewakili Indonesia di ajang sains internasional di Amerika Serikat.
NURABIDIN – Lebak
Kedua siswi itu adalah Putri Uswatun Hasanah dan Widya Wardiatul Aini. Keduanya akan berlaga di ajang International Science and Engineering Fair (ISEF) 2020 di Annaheim, California, Amerika Serikat, pada Mei 2020 mendatang. Putri dan Widya akan bersaing dengan peserta dari 80 negara.
Putri dan Widya mewakili Indonesia di ajang bergengsi itu setelah juara satu di Lomba Karya Ilmiah Remaja (KIR) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Keduanya membuat pakan ikan lele dari limbah sagu (metroxylon sagu) untuk usaha pembesaran ikan lele. Mereka melakukan penelitian pada 2019 dan dipresentasikan pada ajang Indonesia Science Expo di ICE BSD, Serpong, Kota Tangsel.
Putri Uswatun adalah ketua tim penelitian ini. Ia lahir dari keluarga petani penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Meski lahir dari keluarga biasa saja, Putri tidak minder. Ia membuktikan bahwa kondisi ekonomi yang pas-pasan tidak membuatnya malas untuk berprestasi. Hampir tiap hari, Putri tak alpa untuk belajar dan belajar.
“Insya Allah pada Mei saya bersama Widya akan berangkat ke Amerika Serikat untuk ikut kompetisi ISEF tingkat internasional dan akan berkompetisi dengan peserta dari 80 negara,” ujar Putri kepada Radar Banten, Jumat (6/3). Ia berharap dukungan dan doa dari masyarakat Banten agar dapat mengukir prestasi terbaik di ajang sains internasional.
Putri mengaku sangat senang bisa mewakili sekolahnya, daerah, dan Indonesia. Ia ingin membanggakan orangtuanya yang bekerja sebagai buruh serabutan di kampung. “Kalau ada perlombaan seperti ini senang pengin ikutan aja. Terus mau membanggakan sekolah sama orangtua dan senang kalau melihat mereka senang,” ujarnya.
Ia menceritakan awal dari ide menciptakan pelet (umpan ikan) dari limbah sagu untuk pembesaran ikan lele yaitu saat ia dikirim untuk mengikuti Lomba KIR tingkat nasional. Saat itu, siswi yang meraih juara umum di SMAN 1 Malingping ini terpikir untuk memanfaatkan limbah sagu yang berada di desanya untuk pakan ikan lele. Ide tersebut, kata dia, disampaikan kepada guru pembimbing KIR dan setelah dilakukan analisis akhirnya disetujui untuk menjadi karya yang akan dilombakan di lomba KIR tingkat nasional. “Pada tingkat nasional, alhamdulillah berhasil meyakinkan dewan juri dengan meraih juara satu,” kata siswi kelas XI IPA ini.
Ia tak mengira karyanya menjadi yang terbaik pada lomba KIR nasional karena harus berkompetisi dengan ratusan siswa dari sekolah yang lebih besar dan mempunyai nama besar. Apalagi banyak peserta yang berasal dari sekolah perkotaan. “Kami hanya fokus pada karya yang kami ciptakan saja saat itu, tak memikirkan yang lain. Intinya, percaya akan karya sendiri. Sebelum berangkat kita juga sudah diberikan pembekalan terlebih dahulu,” ujarnya.
Putri adalah anak ketiga dari Siti Rohmah yang merupakan siswi berprestasi. Ia langganan juara sejak duduk di bangku SMP. Ia tak merasa minder dari teman-temannya meskipun berasal dari keluarga kurang mampu. Keluarganya merupakan penerima PKH. Apalagi, pasca kedua orangtuanya berpisah, Putri yang memilih ikut bersama ibunya, harus hidup pas-pasan karena ibunya buruh serabutan. Di tengah impitan ekonomi itu, Putri terus belajar karena ingin membuat orangtuanya senang dan bangga. “Ibu saya merupakan buruh serabutan, apa saja dikerjakan. Beruntung tertolong oleh program PKH. Karena itu, saya terus giat belajar agar dapat berprestasi,” kata siswi yang bercita-cita menjadi peneliti ini.
Putri dan Widya sudah menyiapkan semuanya agar karya penelitiannya yang berjudul Limbah Sagu Termodifikasi bisa bersaing dengan ilmuwan-ilmuwan muda dari 80 negara.
Sementara itu Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMAN 1 Malingping Tedjo Indoko mengaku bangga atas raihan presrasi yang berhasil ditorehkan oleh dua siswinya dengan meraih juara I Lomba KIR tingkat nasional. Sehingga, terpilih menjadi wakil Indonesia pada ajang ISEF 2020. “Prestasi yang ditorehkan Putri dan Widya sangat membanggakan sekolah dan daerah. Ini membuktikan meskipun berasal dari daerah terpencil, prestasi bukan menjadi halangan untuk diraih,” katanya. (*)








