SERANG – Sejumlah industri manufaktur di Provinsi Banten yang mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) terutama dari Tiongkok terkena dampak penyebaran wabah virus corona atau covid-19. Sejumlah tenaga ahli di perusahaan dari Tiongkok belum kembali ke Indonesia lantaran ada larangan penghentian penerbangan dari negeri tirai bambu ke tanah air.
Tak hanya itu, industri lainnya yang mengandalkan pasokan bahan baku yang didatangkan dari Tiongkok juga ikut berpengaruh. Hal itu karena supply dari agent mitra perusahaan ikut terganggu.
Seperti dikatakan Direktur Operasional PT Indonesia Stanley Electric, Suwantono. Perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang ini mengaku wabah virus corona berdampak pada perusahaannya. Meski tidak secara langsung, tetapi gejala dampak tersebut sudah sangat terasa.
“Pasti sangat berdampak. Kita perusahaan multinasional sourcing material dari berbagai negara, salah satunya Tiongkok. Adanya wabah corona, mengganggu supply agent mitra kita. Gejalanya sudah terasa, kita kesulitan mendapatkan sourcing material, tidak seperti biasanya,” katanya kepada Radar Banten, kemarin.
Dia mengungkapkan, perusahaan milik asing (PMA) Jepang yang memproduksi suku cadang kendaraan roda dua, meski mengambil part-nya dari Singapura, dampak corona akan tetap terasa karena pusatnya di Tiongkok. “Semua barang pusatnya di Tiongkok, selama Tiongkok belum normal, semua pasar ekonomi bermasalah,” ungkapnya.
Lebih lanjut Suwantono menuturkan, pekerja dari sourcing material yang menjadi pusat penyuplai material perusahannya sebagian besar merupakan pekerja dari Tiongkok dan saat ini belum kembali setelah merayakan Imlek. “Sebagian karyawan tidak kembali lagi sampai dengan saat ini. Sebetulnya secara kapasitas produksi yang mencapai 100 persen tidak akan bermasalah pada suplainya. Tetapi jika karyawan yang kembali hanya 40 persen, berarti hanya 40 persen dari kapasitasnya saja yang bisa diproduksi. Sekali lagi, selama kondisi di Tiongkok belum bergerak, ya selamanya supply agent akan mengalami masalah,” jelasnya.
Dampak corona pun terasa pada proyek besar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jawa Tujuh yang berada di Kabupaten Serang. Supervisor Keamanan dan Fire Proteksi pada PLTU Jawa 7 di Kecamatan Kramatwatu, Johan Alfian, mengatakan, pihaknya menggunakan jasa TKA untuk tenaga ahli pembangunan proyek. Saat ini, sebagian TKA masih berada di Tiongkok dan belum bisa kembali ke Indonesia.
Ia mengatakan, pada perayaan Imlek, jadwal mudik TKA dibagi menjadi dua gelombang. Pada gelombang pertama TKA yang mudik ke tanah airnya pada perayaan Imlek dijadwalkan kembali pada 15 Februari 2020. “Tapi, ternyata mereka belum bisa kembali ke Indonesia, karena ada kasus virus corona. Nah yang mudik gelombang kedua juga belum berangkat ke Tiongkok, mereka masih di Indonesia,” katanya.
Ia tidak menampik wabah virus corona menghambat proyek pengerjaan PLTU Jawa 7 karena sebagian tenaga ahlinya belum bisa kembali ke Indonesia. “Kalau dibilang terhambat pastinya iya, yang biasanya ada 100 pekerja jadi 50 pekerja, tapi proyek masih tetap berjalan,” ujarnya.
Sejak kasus corona masuk ke Indonesia, kata Johan, pihaknya rutin melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pekerja di PLTU Jawa 7. Pihaknya juga sudah menyiapkan tim medis jika ada pekerja yang butuh perawatan. “Baik itu WNA, WNI, tamu, kita lakukan pengecekan suhu tubuh,” ucapnya.
Kendati demikian, ia memaklumi soal kebijakan TKA yang belum bisa masuk ke Indonesia. Menurutnya, virus corona memang sedang menjadi perhatian bahkan di tingkat internasional. “Kita ikuti aturan pemerintah saja,” pungkasnya.
Di Kota Cilegon, PT Krakatau Posco juga terkena dampak virus corona. Akibatnya, tenaga ahli dari Korea Selatan (Korsel) tidak bisa datang.
Humas PT Krakatau Posco Wisnu Kuncara menjelaskan, selain pemerintah Indonesia, pemerintah Korea Selatan juga mengeluarkan larangan penerbangan yang membuat tenaga ahli yang berada di Korea Selatan tidak bisa ke Indonesia lagi. Beruntungnya, hal itu sudah bisa diantisipasi oleh perusahaan sehingga tidak mengganggu operasional. “Ada expert yang standby di perusahaan, kita juga sudah menyiapkan berbagai langkah antisipasi,” ujarnya. Ia memastikan bahwa perusahaannya masih beroperasi seperti biasa. (mg04-bam-jek/air/ags)








