RANGKASBITUNG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lebak membagikan 2.000 masker kepada masyarakat di wilayah Rangkasbitung, Kalanganyar, dan Cibadak. Pembagian masker diharapkan dapat melindungi masyarakat dari virus corona atau Covid-19 yang telah menjadi pandemi global.
Pantauan Radar Banten di Alun-alun Rangkasbitung, Ketua Baznas Lebak KH Pupu Mahpudin turun langsung membagikan masker kepada pedagang kaki lima (PKL), pengendara sepeda motor, sopir angkutan umum dan masyarakat. Tidak hanya di Alun-alun Rangkasbitung, pengurus Baznas mendatangi Pasar Rangkasbitung, Terminal Kalijaga, Terminal Aweh, dan Terminal Mandala untuk memberikan masker kepada para pedagang dan sopir angkutan umum.
Ketua Baznas Lebak Pupu Mahpudin menyatakan, wabah virus corona yang telah menjadi pandemi global. Di Indonesia, jumlah warga yang positif terinfeksi virus asal Wuhan, China itu mencapai 2.800 orang lebih dan 200 orang lebih telah meninggal dunia. Kondisi tersebut tentu saja cukup memprihatinkan. Karena itu, Baznas inisiatif untuk membagikan masker kepada masyarakat umum. Tujuannya mencegah dan memutus rantai virus corona di Indonesia, khususnya di Kabupaten Lebak.
“Hari ini, saya dan para kiyai di Lebak membagikan masker kepada masyarakat. Program ini sejalan dengan anjuran pemerintah agar masyarakat yang akan keluar rumah di tengah pandemi corona harus menggunakan masker,” kata Pupu Mahpudin kepada Radar Banten, kemarin.
Para sopir, pedagang, PKL, dan tukang ojek merupakan kelompok masyarakat yang rentan terpapar virus corona. Oleh karena itu, mereka diprioritaskan untuk menerima bantuan masker dari Baznas. Termasuk rekan-rekan jurnalis yang setiap hari bekerja untuk melakukan peliputan berbagai kegiatan di daerah.
“Saya bersyukur, sampai sekarang tidak ada kasus positif corona di Kabupaten Lebak. Tapi, kita harus tetap waspada, karena Lebak merupakan daerah penyangga ibu kota negara. Bahkan, mobilisasi massa dari Lebak ke Jakarta cukup tinggi menggunakan KRL commuter line,” terangnya.
Pimpinan Pondok Pesantren Darussaadah Cimarga ini menambahkan, Baznas menggalang bantuan pangan untuk masyarakat terdampak virus corona. Bantuan pangan tersebut dihimpun dari para kiyai dan para dermawan. Rencananya, bantuan pangan ini akan disalurkan bersamaan dengan 1.000 paket beras yang telah disiapkan Baznas.
“Bantuan pangan dari pimpinan pondok pesantren sudah terkumpul. Namun, jumlahnya masih terbatas,” jelasnya.
Holil, pengendara sepeda motor di Rangkasbitung mengapresiasi, bantuan masker yang diberikan Baznas Kabupaten Lebak. Karena selama ini masyarakat kesulitan mendapatkan masker di toko maupun apotek yang tersebar di wilayah Rangkasbitung dan sekitarnya. Barang tersebut langka sejak pertengahan Maret 2020. Kondisi tersebut membuat masyarakat di Lebak resah, karena mereka khawatir virus corona menyebar ke wilayah Lebak.
“Sekarang masyarakat sedang membutuhkan masker untuk mencegah penyebaran virus corona,” ungkapnya. (Mastur)








