SERANG – Menolak kehadiran perguruan tinggi dengan biaya murah di Kota Serang, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah IV Banten dinilai tidak peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat Banten, yang secara umum masih kategori rendah.
Diketahui, APTISI wilayah IV Banten pada Senin (15/3) menggelar audiensi dengan Walikota Serang. Pada pertemuan tersebut, APTISI mengeluhkan kehadiran Universitas Sutomo, grup Universitas Pamulang (Unpam), yang ada di Kota Serang dengan biaya perkuliahan Rp150 ribu per bulan.
“Saya merasa APTISI Banten tidak peka terhadap kondisi masyarakat Banten, khususnya yang secara menyeluruh masih dalam ketegori masyarakat berpenghasilan rendah,” ungkap Ramdan Alamsyah, mahasiswa Pascasarjana Unpam, Minggu (21/3).
Dikatakan Alamasyah, Unpam di Kota Serang memberikan biaya murah hanya Rp150 ribu per bulan terjangkau bagi masyarakat Banten. “Mereka berpikir terlalu kapitalis, tidak murni mencerdaskan anak bangsa, pendidikan berkualitas itu tidak harus mahal,” katanya.
“Harus ada kemauan bagi seluruh pemilik kampus untuk mengedepankan pendidikan murah, tidak melulu isi otaknya bisnis dan untung,” tambah Ramdan.
Ramdan mengaku malu melihat ada kelompok orang yang memprotes kuliah berbiaya murah dari Unpam. Padahal, ini menjadi jalan keluar untuk mencerdaskan rakyat Banten, yang harus segera melakukan lompatan agar tidak tertinggal dari daerah lain. “Protes mereka itu bentuk kapitalisme pendidikan yang tidak seharunya dikedepankan dalam dunia pendidikan,” katanya.
“Kuliah mahal salah satu kendala yang dialami hampir seluruh rakyat Indonesia, padahal dunia kampus adalah salah satu sektor utama yang menyumbang kontribusi besar terhadap pembangunan negeri,” katanya. (Fauzan)








