SERANG – Penerapan sitem jaringan kabel bawah tanah atau ducting nampaknya harus mulai menjadi perhatian Pemkot Serang. Penyebabnya, di sejumlah titik jaringan kabel di Ibu Kota Provinsi Banten itu terlihat semrawut.
Pantauan Radar Banten, Kamis (24/6) di perempatan Ciceri dan Sumurpecung Kelurahan Sumurpecung, perempatan Pisang Mas, Alun-alun Kota Serang, Perempatan Sumur Bor, Perempatan Terminal Kepandean dan perempatan lainnya jaringan kabel terlihat semrawut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Serang W Hari Pamungkas mengaku keberadaan kesemrawutan jaringan kabel di wilayah Kota Serang disebabkan belum adanya masterplan ducting. “Kondisi ini bukan hanya di Kota Serang,” ujarnya kepada Radar Banten, Minggu (27/6).
Kata dia, penerapan sistem ducting dilakukan pada kota yang awal berdiri mandiri. Seperti halnya, di BSD, Alam Sutera, di Kota Tangerang Selatan.
“Tapi, itu kan dari penataan awal. Berbeda dengan Kota Serang berdiri sebelumnya,” terangnya.
Hari mengatakan, untuk menerapkan sistem ducting, pihaknya harus terlebih dahulu menghitung saluran utama sampai dengan total pembiayaan.
“Tentu ini membutuhkan kerja sama dengan pihak swasta, atau stakeholder lainnya untuk investasi penyiapan ducting,” katanya.
Untuk sementara ini, pihaknya hanya berkoordinasi dengan pemilik jaringan apabila terjadi gangguan. Seperti halnya terjadi di area Cinanggung depan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA), kemudian ada perbaikan.
“Saya berharap ke depan ada investor yang mau membangun ducting di Kota Serang, seperti halnya yang dilakukan di Surabaya dan Bekasi,” terangnya. (Fauzan Dardiri)










