slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Catatan Sekam

Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Mashudi by Mashudi
20-04-2026 06:29:20
in Catatan Sekam
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Catatan Sekam

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

IRAN dan Amerika memanas. Orang langsung bicara perang. Lalu tiba-tiba Harga kantong kresek naik. Pertanyaannya sederhana: apa hubungannya? Kalau harga BBM naik, orang tidak heran.

Logikanya jelas. Minyak, impor, Timur Tengah.

Baca Juga :

Belajar dari Negara Kecil

Yang Tidak Ada di Foto

Dapur yang Paling Membutuhkan

Niat Besar yang Harus Dijaga

Tapi ternyata tidak sesederhana itu. Selat Hormuz yang sering disebut-sebut itu memang jalur penting.

Walau faktanya, minyak yang lewat sana sekitar 20 persen saja. Artinya 80 persen pasokan minyak dunia tidak lewat Timur Tengah.

Tapi setiap kali kawasan itu memanas, harga energi tetap ikut goyang. Karena pasar bukan cuma soal fakta. Tapi juga soal rasa takut. Nah, dari sini kita masuk ke hal yang jarang dibahas. Yaitu plastik.

Banyak yang tidak sadar. Plastik itu bukan sekadar barang murah yang kita pakai setiap hari. Dia turunan dari minyak. Namanya Nafta. Dari nafta inilah diolah menjadi kantong kresek, plastik kemasan, botol minuman, sachet kopi dan sampo, sampai styrofoam.

Sederhananya, minyak naik, nafta ikut naik, plastik ikut mahal. Hal ini juga diakui oleh Lukman Hakim. Direktur PT Panca Budi Idaman Tbk. Ia menyebut, kenaikan harga plastik terjadi karena harga nafta naik akibat konflik Iran–Amerika.

Perusahaannya menguasai sekitar 35 persen pasar kantong plastik di Indonesia. Pabriknya tersebar di Tangerang, Pemalang, Solo, Medan, sampai Batam. Dan yang menarik, produk mereka itu bukan sesuatu yang jauh dari kita. Justru sangat dekat.

Kalau ke pasar, kita sering lihat merek Tomat, Cabe, Jeruk, Bangkuang, Wayang, Sparta. Bahkan yang sederhana seperti 222. Itu bukan sekadar plastik. Itu hasil industri besar yang sudah puluhan tahun mengisi pasar kita. Jadi ketika harga plastic naik, yang terdampak bukan cuma pabrik.

Tapi langsung ke pedagang,, pembeli, dan dapur rumah tangga. Harapannya memang sederhana perang selesai, Harga turun, plastik kembali murah. Tapi di sini kita perlu jujur. Kalau plastic kembali murah, apakah kita akan Kembali seperti dulu? Karena masalahnya bukan harga. Masalahnya kebiasaan.

Indonesia mengonsumsi plastik sekitar 8,2 juta ton per tahun. Sampah plastiknya sekitar 12 juta ton. Di Banten saja, dengan sekitar 2,4 juta rumah tangga, kalau tiap rumah pakai 2 plastik per hari, dalam setahun bisa tembus 1,7 miliar plastik.

Dan kita masih bilang ini hal kecil. Padahal, atu ran sudah banyak. Di pusat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah mengeluarkan Permen LHK No. 75 Tahun 2019.

Targetnya jelas. Yaitu pengurangan sampah oleh produsen hing ga 30 persen pada 2029. Di daerah, juga sudah jalan. Banjarmasin (Perwali 2016). Bali (Pergub 2018). Jakarta (Pergub 2019, efektif 2020). Bogor (Perwali 2018). Bekasi (Perwali 2018 & 2019).

Artinya, aturan ada. Contoh ada. Hasil juga sudah ada. Yang belum? Kita.

Di tengah kondisi ini, Sekjen IKAPPI, Rey naldi Sarijowan, mengingatkan, ini momentum untuk mengurangi plastic di pasar. Dan mulailah pakai tas belanja alternatif. Karena pasar itu jantung plastik. Dari sayur, ikan, sampai bumbu. Semua ujungnya plastik. Jadi mungkin kita harus jujur. Kita ini bukan kekurangan aturan. kita kekurangan gerakan.

Solusinya tidak rumit. Tidak perlu tunggu perang selesai. Tidak perlu tunggu aturan baru. Cukup satu. Bawa kantong belanja sendiri. Kalau satu orang, kecil. Kalau jutaan orang? Itu bukan kebiasaan lagi. Itu gerakan.

Dan kalau gerakan itu diperkuat aturan pemerintah daerah, kita tidak lagi bicara kampanye. Kita bicara perubahan. Jadi kalau hari ini plastik mahal, jangan cuma berharap harga turun. Karena harga plastik bisa saja kembali murah. Tapi kalau kita tetap sama, yang mahal nanti bukan plastiknya tapi masa depan kita. (Mashudi)

Tags: Catatan Sekam
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Halal Bihalal IKABAMUS Banten, Perkuat Persaudaraan Batak Muslim di Banten

Next Post

Bupati Maesyal Dorong PSHT Majukan Olahraga dan Seni Budaya di Kabupaten Tangerang

Related Posts

Momentum Gerakan Kurangi Plastik
Catatan Sekam

Belajar dari Negara Kecil

by Mashudi
Senin, 29 Juni 2026 07:32

Coba tanyakan kepada orang-orang di rumah. Adakah yang tahu Curaçao? Adakah yang tahu Cape Verde, atau Tanjung Verde? Mung­kin sebagian...

Read moreDetails

Yang Tidak Ada di Foto

Dapur yang Paling Membutuhkan

Niat Besar yang Harus Dijaga

Hari Pertama yang Tidak Mudah

Mas Amin dan Rasa Kopi

Saya Kalah oleh Panitia

Ketika Kejatuhan Dirayakan

Setelah Upacara Selesai

Belajar dari Panitia Kurban

Next Post
Bupati Maesyal Dorong PSHT Majukan Olahraga dan Seni Budaya di Kabupaten Tangerang

Bupati Maesyal Dorong PSHT Majukan Olahraga dan Seni Budaya di Kabupaten Tangerang

Borong Ribuan Liter BBM Pertalite, Dua Warga di Kramatwatu Ditangkap Polisi

Borong Ribuan Liter BBM Pertalite, Dua Warga di Kramatwatu Ditangkap Polisi

Amankan Celurit, Polisi Gagalkan Aksi Tawuran di Sepatan Timur

Amankan Celurit, Polisi Gagalkan Aksi Tawuran di Sepatan Timur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pemprov Banten Gandeng Industri Bangun Wirausaha Peternakan bagi Keluarga Miskin

Pemprov Banten Gandeng Industri Bangun Wirausaha Peternakan bagi Keluarga Miskin

Selasa, 30 Juni 2026 08:32
Tunggu Kepastian Hukum, Status Ibu Kota Provinsi Banten Bisa Perkuat Dukungan Anggaran

Tunggu Kepastian Hukum, Status Ibu Kota Provinsi Banten Bisa Perkuat Dukungan Anggaran

Selasa, 30 Juni 2026 08:26
Pemkab Serang Kebut Sertifikasi Aset, Targetkan 200 Bidang Rampung Tahun Ini

Pemkab Serang Kebut Sertifikasi Aset, Targetkan 200 Bidang Rampung Tahun Ini

Selasa, 30 Juni 2026 07:06
Dindikbud Bakal Naikkan Insentif Guru PAUD pada 2027

Dindikbud Bakal Naikkan Insentif Guru PAUD pada 2027

Selasa, 30 Juni 2026 07:02
Terkait Dugaan Korupsi, Kejari Kabupaten Tangerang Geledah PKBM di Kosambi

Terkait Dugaan Korupsi, Kejari Kabupaten Tangerang Geledah PKBM di Kosambi

Selasa, 30 Juni 2026 06:12
Polresta Serang Kota Ungkap Fakta Baru Kasus Pembunuhan Janda di Cipocok Jaya

Polresta Serang Kota Ungkap Fakta Baru Kasus Pembunuhan Janda di Cipocok Jaya

Senin, 29 Juni 2026 17:48
Pemprov Banten Gandeng Industri Bangun Wirausaha Peternakan bagi Keluarga Miskin

Pemprov Banten Gandeng Industri Bangun Wirausaha Peternakan bagi Keluarga Miskin

Selasa, 30 Juni 2026 08:32
Tunggu Kepastian Hukum, Status Ibu Kota Provinsi Banten Bisa Perkuat Dukungan Anggaran

Tunggu Kepastian Hukum, Status Ibu Kota Provinsi Banten Bisa Perkuat Dukungan Anggaran

Selasa, 30 Juni 2026 08:26
Pemkab Serang Kebut Sertifikasi Aset, Targetkan 200 Bidang Rampung Tahun Ini

Pemkab Serang Kebut Sertifikasi Aset, Targetkan 200 Bidang Rampung Tahun Ini

Selasa, 30 Juni 2026 07:06
Dindikbud Bakal Naikkan Insentif Guru PAUD pada 2027

Dindikbud Bakal Naikkan Insentif Guru PAUD pada 2027

Selasa, 30 Juni 2026 07:02
Terkait Dugaan Korupsi, Kejari Kabupaten Tangerang Geledah PKBM di Kosambi

Terkait Dugaan Korupsi, Kejari Kabupaten Tangerang Geledah PKBM di Kosambi

Selasa, 30 Juni 2026 06:12
Polresta Serang Kota Ungkap Fakta Baru Kasus Pembunuhan Janda di Cipocok Jaya

Polresta Serang Kota Ungkap Fakta Baru Kasus Pembunuhan Janda di Cipocok Jaya

Senin, 29 Juni 2026 17:48

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pemprov Banten Gandeng Industri Bangun Wirausaha Peternakan bagi Keluarga Miskin

Pemprov Banten Gandeng Industri Bangun Wirausaha Peternakan bagi Keluarga Miskin

by Yusuf Permana
Selasa, 30 Juni 2026 08:32

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis kewirausahaan melalui sektor peternakan. Program tersebut dijalankan...

Tunggu Kepastian Hukum, Status Ibu Kota Provinsi Banten Bisa Perkuat Dukungan Anggaran

Tunggu Kepastian Hukum, Status Ibu Kota Provinsi Banten Bisa Perkuat Dukungan Anggaran

by Nahrul Muhilmi
Selasa, 30 Juni 2026 08:26

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Status Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten tinggal menunggu kepastian hukum dari pemerintah pusat. Penegasan status...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak