Selain masih dalam masa pandemi Covid-19, beberapa waktu terakhir pancaroba terjadi di sejumlah daerah di Banten, salah satunya Kota Cilegon.
Perubahan cuaca ekstrem dan tidak menentu mengancam kesehatan masyarakat. Demam, batuk, dan berbagai macam penyakit lain rentan menyerang tubuh, pasalnya akibat pancaroba tubuh harus menerima perubahan suhu dalam waktu cepat.
Novita, warga Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil menjadi salah satu orang yang alami sakit akibat pancaroba tersebut. Berawal dari demam, kondisi buruk menyerang bagian tubuh lain hingga Novita menderita gejala tipes.
Namun, Novita mengaku bersyukur, akibat terdaftar menjadi peserta JKN-KIS BPJS Kesehatan, biaya pengobatan selama lebih dari dua pekan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. “Kalau untuk urusan berobat sudah tidak khawatir, semuanya kan gratis ditanggung BPJS Kesehatan,” ujar Novita.
Ibu satu anak itu menceritakan, jika tidak terdaftar di BPJS Kesehatan maka beban dia dan keluarga sangat berat. Karena pandemi membuat segala terbatas hingga berdampak pada kondisi perekonomiannya.
“Bayangin aja kalau sekarang berobat saja harus keluar uang lagi, malah makin ngedrop badan,” ujarnya.
Sebagai peserta mandiri, Novita mengaku sangat merasakan manfaat BPJS Kesehatan. Paling tidak, Novita tidak khawatir untuk biaya berobat saat sakit akibat dampak dari cuaca. (*)









