SERANG – Presiden RI Joko Widodo mengapresiasi turunnya kasus Covid-19 di Banten. Hal itu diungkapkan orang nomor satu di Indonesia di jajaran Forkopimda Provinsi Banten saat kunjungan kerja ke gedung Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Provinsi Banten, Selasa (21/09/2021).
Berdasarkan data yang dimilikinya, penurunan kasus Covid-19 di Banten bagus sekali. Namun, pria yang akrab disapa Jokowi ini menegaskan jangan sampai penurunan kasus itu menjadikan kewaspadaan berkurang. “Ini data kasus aktif di Banten turun 97 persen dari puncak kasus yang ada pada 27 Juli yakni 43 ribu kasus,” ujar Jokowi yang berkunjung ke Banten didampingi Ketua DPR RI Puan Maharani dan Menteri Sekretariat Negara Pratikno beserta rombongan.
Kemarin, ia mengecek kasus Covid-19 di Banten sebanyak 1.057 kasus. “Ini sangat bagus. Bagus tapi hati-hati. Kita berhadapan dengan musuh yang tidak kelihatan. Jangan sampai angka yang bagus menyebabkan kewaspadaan hilang dan terlalu senang,” tegasnya.
Untuk itu, ia meminta Gubernur Banten dan walikota/bupati se Banten untuk menyelesaikan kasus yang tinggal sedikit ini. Ia juga melihat kasus aktif per kabupaten/kota, seluruhnya turun dalam seminggu ini. “Saya punya data semuanya 514 kabupaten/kota,” ujar Jokowi.
Meskipun semuanya menurun, tapi ia lagi-lagi mengingatkan untuk hati-hati dan jangan senang dulu. Ia meminta angka itu terus ditekan dalam jangka waktu lama sehingga hilang.
Kata dia, kasus yang rendah itu harus digenjot vaksinasi. Selain itu, amunisi kesehatan perlu dikontrol seperti obat dan alat kesehatan seperti ventilator, sehingga strategi penanganan pandemi dalam posisi rendah. “Yang penting adalah deteksi yakni testing tracing dan kalau ketemu bawa ke isolasi,” tuturnya.
Meskipun kasus aktif rendah, tapi Jokowi mengingatkan agar tracing dan testing di Banten harus dijaga dan diikuti. (nna)











