“Saat kemarin banjir, sebenarnya bukan limpasan dari kali yang ada di depan. Melainkan, limpasan dari hilir yang selanjutnya merambat ke semua wilayah yang ada di Kecamatan Periuk termasuk Kampung Lorong Anggur,” paparnya.
Ia menjelaskan, bahwa saat ini Pemkot juga terus melakukan monitoring tanggul dan juga melakukan penataan di wilayah banjir. Salah satunya, mengecek tanggul yang usianya sudah lama agar tidak jebol.
“Tanggul yang ada kita tetap rawat, jika ada yang rapuh kita lakukan perbaikan. Hal tersebut, semua kenyaman warga Periuk agar tenang saat musim hujan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua RT 07 sekaligus penggas Kampung Lorong Anggur mengatakan, membangun kampung tersebut tidak semudah yang dibayangkan. Warga sempat tidak mau bergerak, tetapi dengan beberapa contoh menanam buah anggur akhirnya warga banyak yang bergerak dan menanam di depan rumah mereka.
“Awalnya hanya beberapa warga, tetapi dengan perlahan akhirnya warga sini mau membangun. Walaupun sering banjir, kampung ini tetap ingin rapi dan menjadi kampung yang dikenal masyarakat Kota Tangerang,” tutupnya. (ran/air)











