Hasilnya, Rizky mampu melampaui Erwin Abdullah. Di nomor snacth, lifter asal Kota Serang itu mampu mengangkat 152 kg, melebihi angkatan Erwin di angka 150 kg.
Demikian juga di nomor clean and jerk. Rizki yang mengangkat 191 kg, unggul dari Erwin dengan angkatan 190 kg.
“Semangat Rizki luar biasa, padahal dia belum pulih dari penanganan cedera bahu saat latihan di Pelatnas. Dia mampu mencatat yang terbaik di PON,” ucap Yasin.
Usai menjalani tes doping, Rizki gembira karena target meraih emas di PON Papua berhasil dia wujudkan. Keberhasilan ini buah kerja kerasnya berlatih selama berbulan-bulan sebelum berangkat ke Papua.
“Saya gembira, target saya setelah meraih juara dunia junior untuk mendapatkan emas PON Papua terwujud. Saya persembahkan kemenangan ini untuk keluarga tercinta serta warga Banten dan pemerintah Banten yang berulang tahun,” katanya.
Ia mengatakan, meski total angkatan pesaingnya masih di bawah catatan yang dimiliki, namun diakui bahwa persaingan di PON ketat. Sebab, rivalnya berupaya untuk melakukan angkatan yang bagus. Namun, akhirnya ia berhak atas juara pertama setelah angkatannya tidak bisa disaingi oleh atlet lainnya.
“Saya fokus dan konsentrasi untuk meraih emas. Saya gembira, angkatan saya tidak bisa diikuti atlet lainnya,” imbuhnya.











