Rumah tangga bukan hanya urusan dua pasangan saja, tapi juga menyangkut dua keluarga. Apa jadinya jika antar keluarga saling beradu gengsi, begitulah yang dialami pasutri Noni (32) dan Tejo (35), keduanya nama samaran.
“Pusing, jadi pada pengen kelihatan kaya, padahal enggak pada punya uang,” keluh Noni saat curhat dengan Radar Banten di Kecamatan Pabuaran, Selasa (9/11).
Kalau dilihat dari latar belakang keluarga, Noni yang asli Padarincang, sebenarnya sejak awal sudah berusaha menunjukkan kesederhanaan. Keluarganya bersikap ramah, apa adanya, dan tidak meminta mahar yang terlalu besar.
Sedangkan keluarga Tejo, yang asli Jawa tapi lama di Jakarta, ternyata seolah sudah hilang sifat asli kesederhanaannya. Apalagi, mereka sebagian besar kerja di perusahaan, termasuk Tejo yang jadi salah satu pegawai yang punya jabatan penting di pabrik sepatu di Cikande.











