Padahal, meski hidup tercukupi, Noni dan Tejo ingin bisa menikmati dengan sederhana. Mereka merasa punya beban setiap kali main ke salah satu keluarga. “Jatohnya, malah saya yang dimusuhin keluarga suami, begitu pun sebaliknya. Padahal masalahnya mah antar orangtua,” tukasnya.
Masalah yang lebih berat datang saat mereka dikaruniai anak, kedua keluarga saling menjelek-jelekan kalau cucu mereka asmpak kurus, atau mengenakan pakaian yang kurang bagus. “Padahal masih kecil, tapi udah jadi bahan buat saling jelek-jelekin. Pada nyangka di keluarga sana enggak diurus ya, keluarga sini enggak sayang cucu ya, gitu,” keluhnya.
Namun Noni mencoba terus bersabar dan mengerti keadaan keluarganya dan keluarga suami. Mereka memilih tinggal jauh dan terpisah dari keluarga agar bisa sedikit lebih tenang. “Kalau rumah mah di Kragilan, ini habis main dari Padarincang,” terangnya.
Sabar ya Teh, semoga langgeng. Amin. (drp/air)











