Hingga suatu ketika, Iis sakit karena kelelahan, terpaksa Ojilah yang mengantar dan menjemput anak ke sekolah. Awalnya sih tak ada yang aneh, selama tiga hari sakit, Oji melaksanakan tugasnya dengan baik.
Bahkan, saat Iis sudah sembuh, Oji malah tak mau Iis kecapean lagi dan tetap Oji yang mengantar jemput anak sekolah. Meski awalnya Iis menolak karena khawatir mengganggu pekerjaan suami, tapi Oji bersikeras. “Saya sih enggak ada rasa curiga sama sekali, malah enak jadi bisa banyak waktu di rumah,” ujarnya.
Hingga suatu hari, Iis mendapat kabar dati anaknya kalau guru favorit di sekolah berhenti mengajar dan tidak bekerja di sana lagi, guru itu tak lain ialah Moni. Setelah mendengar kabar itu, besoknya Oji bilang kalau udah enggak mau anter jemput anak lagi dengan alasan sudah sering terlambat kerja. “Waktu itu saya masih belum konek, jadi anggap biasa aja,” tuturnya.
Sejak itu Iis mulai aktif lagi mengantar anaknya sekolah. Saat itulah ia mengetahui apa yang terjadi sebenarnya dari gibahan-gibahan ibu-ibu lainnya. “Ada yang lapor ke saya, katanya Bu Guru Moni keluar gara-gara enggak tahan sering digodain suami saya,” ungkapnya. Astaga.
Sejak itu Moni tak bisa menahan malu, sesampainya di rumah, amarahnya tak terbendung, keributan pun tak bisa dihindari. “Pokoknya setiap hari jadi bad mood, ke sekolah juga malu,” tukasnya.
Ya ampun, sabar ya Teh. (drp/alt)











