Kelima serangan siber ini, sambung Fuad, menyerang halaman muka web milik Pemkot Tangsel. Web-web tersebut diubah dan diganti gambar-gambat aneh, bahkan ditulisi kata-kata tak senonoh.
“Kasus di tahun 2018, wajah web kita diganti dengan anime kartun Jepang, di tahun 2020 di web-nya DPRD ditulisi kata-kata tidak senonoh,” ujarnya.
Menurut Fuad, pada kasus lainnya serangan siber dikategorikan sebagai serangan berat yang menimpa salah satu dinas. Hacker berhasil mengendalikan email seorang staf dinas dan mengambil seluruh data di email dinas tersebut.
“Serangan ini paling berbahaya, bernama ransomware. Kalau kita ingin data kembali, si hacker ini meminta uang. Walau kita sudah bayar belum tentu dikembalikan datanya,” tuturnya.











